KKL

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.  Latar Belakang

Observasi merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh saintis untuk memperoleh data dan gambaran lapangan. Observasi ada dua macam yakni observasi partisipan dna non partisipan. Observasi partisipan yakni peneliti terlibat dalam objek pengamatan, sedangkan observasi non partisipan merupakan peneliti tidak terlibat secara langsung, hanya sekedar pengamatan dan pencatatan pengamatan. Salah satu kegiatan observasi non partisipan adalah kegiatan pengamatan tanaman – tanaman yang terdapat di Kebun Raya Purwodadi – Pasuruan, Jawa Timur. Observasi ini dilakukan dalam rangka berproses dalam membentuk jiwa saintis, peduli terhadap tanaman, lebih memperkaya memori dalam menghafal jenis – jenis tanaman dan refresing otak.

Kebun Raya Purwodadi merupakan Kebun botani (atau taman botani) atau suatu lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan yang ditujukan untuk keperluan koleksi, penelitian, dan konservasi exsitu (di luar habitat). Selain untuk penelitian, kebun botani dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung. Arboretum adaalh semacam kebun botani yang mengkoleksi pepohonan. Sehingga sangat cocok dalam menambah wawasan keilmuwan kita dalam keanekaragaman tanaman.

Surat Al An’aam (95)

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?”

Surat An Nahl (11)

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Jelaslah kebasaran Allah swt. dalam dunia ini yang menumbuhkan berbagai macam tanaman – tanaman sehingga makhluknya wajib mengetahui agar makhluknya menjadi Ulul Albab. Sehingga, dengan observasi ke Kebun Raya Purwodadi setidaknya dapat memberikan wawasan baru dalam botani dan menambah koleksi keilmuan manusia.

 


 

1.2.  Tujuan

Tujuan dalam Observasi ke Kebun Raya Purwodadi antara lain:

  1. Untuk mengetahui jenis – jenis familia tanaman di Kebun Raya Purwodadi
  2. Untuk mengetahui teknik – teknik pembuatan herbarium
  3. Untuk mengetahui biosistematika penanaman pohon Kebun Raya Purwodadi
  4. Untuk memenuhi tugas kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah
  5. Untuk Refresing dan peremajaan mata

1.3.  Manfaat

Manfaat dalam Observasi ke Kebun Raya Purwodadi antara lain:

  1. Dapat mengetahui jenis – jenis familia tanaman di Kebun Raya Purwodadi
  2. Dapat mengetahui teknik – teknik pembuatan herbarium
  3. Dapat  mengetahui biosistematika penanaman pohon Kebun Raya Purwodadi
  4. Dapat memenuhi tugas kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah
  5. Dapat meRefresing dan peremajaan mata


 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A. Herbarium

Herbarium adalah kumpulan tumbuhan kering yang dipress dan ditempelkan pada lembaran kertas, biasanya kertas manila yang menghasilkan suatu label dan data yang terinci dan disimpan dalam rak-rak atau lemari besi dalam urutan menurut aturan dimana herbarium itu disimpan.

Herbarium sangat penting untuk digunakan dalam pekerjaan taksonomi dan terdiri dari koleksi basah atau koleksi kering yang tidak dipres. Tiap-tiap specimen digunakan untuk mengidentifikasi specimen-spesimen yang baru yang tidak diketahui namanya, yaitu dengan cara membandingkannya antara tumbuhan yang ingin diketahui namanya dengan spesimen sudah diketahui namanya.

Cara Pembuatan Herbarium

  1. Herbarium Basah
    1. Dibersihkan tanaman
    2. Disediakan botol dan tutup
    3. Alcohol 70%
    4. Ditutup rapat dan diberi label
    5. Setiap larutan keruh diganti
    6. Data harus tercatat misal wrna bunga, bau, getah
    7. Herbarium Kering
      1. Disediakan bahan
      2. Tanaman dibungkus kertas Koran disiram alcohol kemudian dimasukkan ke plastic hitam kemudian ditutup dan di lak ban
      3. Dibuka untuk pengeringan
      4. Diletakkan tanaman di bingkai yang terdiri dari tingkatan bahan mulai dari pertama bamboo kemudian seng, Koran lalu tanaman
      5. Diikat dengan sabuk kayu
      6. Dijemur berdiri di bawah matahari
      7. Disiapkan kertas manila dan di pindah
      8. Diberi Label

 


BAB III

Metode Observasi

 

3.1.  Waktu dan Tempat

Observasi dilakukan pada hari Minggu, 1 April 2012, jam 08.00 WIB – 12.00 WIB. Observasi dilaksanakan di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan – Jawa Timur.

3.2.  Alat dan Bahan

  1. Penggaris
  2. Kamera Digital/ HP
  3. Peralatan Tulis
  4. Familia Tanaman Kebun Raya Purwodadi

3.3.  Metode Observasi

Metode observasi menggunakan dalam observasi

  1. Observasi non partisipan
  2. wawancara

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

4.1 Tentang Kebun Raya Purwodadi

Kebun Raya Purwodadi terletak di Jalan Raya antara Surabaya-Malang tepatnya di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kawasan konservasi ini menempati lahan seluas 85 hektar. Kebun raya ini Didirikan atas prakarsa Dr. L.G.M. Baas Becking pada 30 Januari 1941.

Kebun Raya Purwodadi sedikitnya memiliki 2.344 spesimen anggrek, 30 jenis bambu, 150 jenis polong-polongan, 117 jenis palem-paleman, 60 jenis paku-pakuan, dan banyak lagi yang lainnya.

Gambar KEBUN RAYA PURWODADI

Untuk menuju lokasi Kebun Raya Purwodadi dapat ditempuh ± 65 KM dari Surabaya ke arah Malang, atau ± 24 KM dari Malang ke arah Surabaya, atau ± 30 KM dari Pasuruan. Waktu buka adalah Buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB s/d 16.00 WIB.

Sejarah Kebun Raya Purwodadi

Didirikan pada tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. L.G.M. Baas Becking. Kebun ini merupakan salah satu dari 3 cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalah Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Pengelolaan seluruh Kebun Raya ini berada di bawah tanggung jawab LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Mula-mula kebun ini dipergunakan untuk kegiatan penelitian tanaman perkebunan. Kemudian pada tahun 1954 mulai diterapkan dasar-dasar per-kebunraya-an yaitu dengan dimulainya pembuatan petak-petak tanaman koleksi. Sejak tahun 1980 sebagian tanaman ditata kembali menurut kelompok suku yang menganut klasifikasi sistem Engler dan Pranti. Dalam perkembangannya diharapkan UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi akan menjadi pusat konservasi dan penelitihan tumbuhan iklim kering di daerah tropis.

Kebun ini merupakan salah satu dari 3 cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalab Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor). Kebun Raya Indonesia merupakan Unit Pelaksana (Kebun Raya Bogor), Kebun Raya Indonesia merupakan Unit Pelaksana Teknis yang bernaung dibawah dan bertanggung jawab kepada Deputi Ketua LIPI Bidang IPA. Yang pembinan sehari-hari dilakukan oleh Kepala Pusaat Penelitian dan Pengembangan (Pulitbang Biologi). Pengelolahan seluruh Kebun Raya ini berada dibawah tanggung jawab LIPI (Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia).

Lokasi Kebun Raya ini terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan Lokasi ini terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jarak dari kota Malang adalah 24 km ke arah utara, dan dari kota Pasuruan 30 km ke arah barat daya dan dari kota Surabaya 65 km ke arah selatan. Luas Kebun Raya Purwodadi sakitar 85 ha, pada ketinggian 300m dpl dengan topografi datar sampai bergelombang. Curah hujan rata–rata per tahun 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret dengan suhu berkisar antara 22º – 32º C

Konsolidasi Kebun Raya Purwodadi

Visi

Menjadi Kebun Raya terbaik kelas dunia, terutama dalam bidang konservasi tumbuhan dataran rendah, penelitian dan pelayanan  dalam aspek botani, pendidikan lingkungan, hortikultura, lansekap dan pariwisata

 

Misi

Melestarikan, mendayagunakan dan mengembangkan potensi tumbuhan melalui kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, rekreasi serta peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kebun raya, tumbuhan dan lingkungan dalam upaya pemanfaatan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

Tujuan

  1. Meningkatkan pengelolaan koleksi dan data ilmiah perkebunrayaan
  2. Meningkatkan upaya konservasi tumbuhan langka,endemic,bernilai ekonomi dan bernilai ilmu pengetahuan
  3. Meningkatkan penelitian dan pengembangan di bidang botani, konservasi, dan hortikultura dalam rangka konservasi dan pendayagunaan tumbuhan

Tugas dan Fungsi Kebun Raya Purwodadi

Tugas utama adalah melakukan inventarisasi, eksplorasi dun konservasi tumbuh-tumbuhan dataran rendah kering yang mempunyai nilai ilmu pengetahuan dan ekonomi.

Fungsi Kebun Raya Purwodadi :

  1. Melakukan inventarisasi, eksplorasi dan konservasi tumbuh-tumbuhan yang
  2. mernpunyai nilai ilmu pengetahuan dan ekonomi, langka dan endemik. Terutama untuk flora Indonesia dari dataran rendah kering.
  3. Menyediakan fasilitas penelitian, pendidikan dan pemanduan, khususnya di bidang botani.
  4. Menyediakan fasilitas rekreasi di alam terbuka.

 

Lokasi Kebun Raya Purwodadi

Terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Lokasi ini terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jarak tempuh dari Malang adalah 24 Km ke arah Utara, dari Pasuruan 30 Km ke arah Barat Daya, dan dari Surabaya 65 Km ke arah Selatan.

Luas Kebun Raya Purwodadi sekitar 85 ha, pada ketinggian 300 m dpl dengan topografi datar sampai bergelombang. Curah hujan rata-rata per tahun 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret dengan suhu berkisar antara 22° – 32°C.

Gamabar Denah Kebun Raya Purwodadi

Jalur Transportasi Transportasi menuju Kebun Raya Purwodadi – LIPI sangat mudah dan lancar, karena terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jalan Darat Terdapat 2 terminal sebagai alternatif tempat pemberangkatan menuju Kebun Raya Purwodadi – LIPI. Untuk area Malang dan sekitarnya, tersedia teminal bus Arjosari. Sedangkan untuk daerah Surabaya terdapat terminal Bungurasih. Kebun Raya Purwodadi – LIPI dilewati oleh jalur bus Surabaya-Malang dan angkutan antar kota Malang-Pasuruan atau Malang-Pandaan selama 24 jam.

Jalur Udara Ada 2 alternatif bandara untuk menuju Kebun Raya Purwodadi. 1. Bandar udara (Bandara) di Malang, Abdurrahman Saleh, hanya melayani penerbangan domestik. 2. Bandar Udara (Bandara) di Surabaya, Juanda, melayani penerbangan domestik dan internasional. Transportasi dari dan menuju Bandara tersedia baik taksi, travel maupun bus.

Kereta Api Perjalanan dengan Kereta Api, terdapat stasiun perberangkatan dan sekaligus pemberhentian yang paling dekat dengan Kebun Raya Purwodadi, yaitu, Stasiun Lawang. Untuk kereta kelas Bisnis dan Eksekutif hanya melayani jurusan Surabaya-Malang atau sebaliknya, sedangkan untuk kelas Ekonomi melayani semua jurusan kota-kota di Jawa Timur. Bagi pengunjung dari luar Jawa Timur, bisa menggunakan stasiun Malang Kota Baru ataupun stasiun Gubeng dan Semut di Surabaya sebagai tempat pemberhentian maupun pemberangkatan.

Unit – Unit Kebun Raya Purwodadi

  1. 1.      Pelayanan dan reservasi online :

Tim Unit Jasa dan Informasi

  1. 2.      Kios Botani :

Tim Reintroduksi dan pengembangan

  1. 3.      Penelitian :

Tim Peneliti dan konservasi ex-situ

  1. 4.      Arsip:

Tim Unit Umum

 

Koleksi – Koleksi Kebun Raya Purwodadi

  1. 1.      Koleksi Anggrek

Ditempatkan di rumah kaca yang kondisinya disesuaikan dengan habitat alaminya. Ada sekitar 2.344 spesimen anggrek alam yang terdiri atas 319 jenis, 69 marga, dan 277 masih sp.. Sekitar 7 jenis merupakan anggrek endemik Jawa Timur seperti Appendicula imbricata, Dendrobium arcuatum, Paphiopedilum glaucophyllum (anggrek selop), dan lain-lain.

Gambar Anggrek Koleksi Kebun Raya

  1. 2.      Koleksi Paku-Pakuan

Koleksi ini ditata di bawah pepohonan besar dan rindang, karena tumbuhan ini membutuhkan tempat rindang dan lembab. Koleksinya mencapai 60 jenis, 36 marga dan 21 suku. Diataranya Paku Sarang Burung (Asplenium nidus), Suplir (Adiantum trapeziforme), Paku Hata (Lygodium circinnatum), dan Paku Tanduk Rusa/ Simbar Menjangan (Platycerium coronarium).

  1. 3.      Koleksi Polong – Polongan

Digolongkan menjadi 3 suku yaitu Mimosaceae, Caesalpiniaceae, dan Papilionaceae. Ada 157 jenis dari 70 marga yang termasuk dalam suku-suku tersebut. Berbagai jenis polong-polongan dimanfaatkan sebagai tanaman hias seperti jenis-jenis dari marga Amherstia, Brownea, Cassia, Senna, dan Saraca.

  1. 4.      Koleksi Pisang

Koleksi pisang di Kebun Raya Purwodadi terdapat sekitar 316 spesimen, 114 kultivar dari 4 jenis induk silangan. Diantara koleksinya adalah Musa acuminata, M. balbisiana (Pisang Klutuk Wulung/Pisang Hitam) yang merupakan jenis liar yang berperan sebagai induk silangan pisang-pisang kultivar di Indonesia.Salah satu pisang kultivar kebanggaan Kebun Raya Purwodadi adalah Pisang Kates.

 

  1. 5.      Koleksi Tanaman Taman

Koleksi tanaman taman Kebun Raya Purwodadi terdiri dari beberapa tanaman hias diantaranya adalah palem, bougenvile, kaktus, dan tanaman hias lain yang ditata secara cantik menjadi sebuah taman yang akan membuat anda betah menikmati keanggunan dan keindahanya. Saat pertaman memasuki wilayah kebun, anda akan disuguhi sebuah taman palm yang cantik diatas karpet hijau rumput cantik.

 

 

Gambar Taman Bugenvill

  1. 6.      Koleksi Bambu

Sekitar 30 jenis bambu telah dikoleksi Kebun Raya Purwodadi, 16 jenis berasal dari Jawa, 2 jenis dari Maluku, 2 jenis dari Sulawesi, dan 10 jenis dari beberapa negara Asia (Cina, Jepang, Thailand, India, dan Birma). Beberapa dari koleksi adalah bambu yang bisa dimanfaatkan untuk industri dan ada pula yang rebungnya dimakan.

  1. 7.      Koleksi Tanaman Obat

Terletak di petak XIV G dan V A, ditata sedemikian rupa hingga berfungsi sebagai taman yang menarik untuk dinikmati. Diantara koleksinya adalah Pace (Morinda citrifolia), buahnya untuk obat batuk dan tekanan darah tinggi, Daun ungu (Graptophyllum pictum), daunnya untuk obat ambeien.

 

Gambar Centela asiantica

4. 2 Koleksi Tanaman di Kebun Raya Purwodadi

 

Ficus Benjamina (Berigin)

 


 

Sistematika Ficus Benjamina

Kingdom  Plantae

Divisio  Magnoliophyta

Clasis  Magnoliopsida

Ordo  Urticales

Famili  Moraceae

Genus  Ficus

Spesies  Ficus benjamina L

Nama Lokal    :

Melayu            : Waringin

Sunda  : Caringin

Jawa   : Beringin

Habitus                       :

Pohon, tinggi 20-25 m Batang Tegak, bulat, percabangan simpodial, permukaan kasar, pada batang tumbuh akar gantung, coklat kehitaman

Habitat                        :

Hidup di daerah tropis dan sering digunakan dalam taman dan peneduh jalan

Deskripsi        :

Beringin banyak ditemukan di tepi jalan, pinggiran kota atau tumbuh di tepi jurang. Pohon besar, tinggi 20 – 25 m, berakar tunggang berwarna cokelat. Batang tegak, bulat, permukaan kasar, cokelat kehitaman, percabangan simpodial, pada batang keluar akar gantung (akar udara). Daun tunggal, bertangkai pendek, letak bersilang berhadapan, bentuknya lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal turnpul, panjang 3 – 6 cm, lebar 2 – 4 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, mahkota bulat, halus, kuning kehijauan. Buah buni, bulat, panjang 0,5 – 1 cm, masih muda hijau, setelah tua merah. Biji bulat, keras, putih.

Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, kuning kehijauan. Buah buni, bulat kecil, panjang 0.5 – 1 cm Perbanyaan dengan biji. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga majemuk berbatas, yang berbentuk bongkol, tongkol atau periuk. Bunga – bunga tersebut talanjang atau dengan hiasan bunga yang tidak gugur dan kemudia menjadi tebal berdaging. Bungan jantan dengan tenda bunga yang berbilang 2 – 6, kebanyakan 4, benang sari sama dengan daun – daun hiasan bunga. Bunga betina dengan bakal buah yang tenggelam sampai menumpang, dengan 1 dan 2 tangkai putik, beruang 1 dengan 1 bakal biji yang bergantung pada dasarnya (Tjitrosoepomo, 1996).

Kandungan    :

Daun, akar dan kulit batang beringin mengandung saponin, falvonoida dan polifenol.

Manfaat          :

Daun beringin berkhasiat sebagai obat sakit sawanan pada anak-anak. Pilek, demam tinggi, radang amandel (tonsilitis), nyeri rematik sendi, ; Luka terpukul (memar), influenza, radang saluran napas (bronkhitis); Batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut (acute enteritis),; Disentri, kejang panas pada anak (Syukur, 2001).

Eupharbia tirucalli L. (Patah Tulan)

 

 

Sistematika Eupharbia tirucalli L.

Kingdom  Plantae

Divisi   Magnoliophyta

Kelas   Magnoliopsida

Ordo   Euphorbiales

Famili   Euphorbiaceae

Genus   Eupharbia

Spesies  Eupharbia tirucalli L.

Nama Lokal    :

Susuru (Sunda), kayu urip, pacing tawa, tikel balung (Jawa); Kayu jaliso, kayu leso, kayu langtolangan, kayu tabar (Madura); Patah tulang (Sumatera), kayu potong (Kangean).

Habitus                       :

Termasuk tumbuhan berkayu, tetapi termasuk terna

Habitat                        :

Tanaman yang berasal dari Afrika tropis ini menyukai tempat terbuka yang terkena cahaya matahari langsung.

Deskripsi        :

Perdu, tumbuh tegak, tinggi 2-6 m, pangkal berkayu, banyak bercabang, bergetah seperti susu yang beracun. Tangkainya setelah tumbuh sekitar 1 jengkal akan segera bercabang dua yang letaknya melintang, demikian seterusnya sehingga tampak seperti percabangan yang terpatah-patah (Yanik, 2009).

Patah tulang mempunyai ranting bulat silindris berbentuk pensil, beralur halus membujur, warnanya hijau. Daunnya jarang, terdapat pada ujung ranting yang masih muda, kecil-kecil, bentuknya lanset, panjang 7-25 mm, cepat rontok (Yanik, 2009).

Bunga terdapat diujung batang, berupa bunga majemuk yang tersusun seperti mangkok, warnanya kuning kehijauan. Buahnya bila masak akan pecah dan melemparkan biji-bijinya. Selain digunakan sebagai tanaman obat, diketahui juga cabang dan ranting yang telah dikeringkan bila dibakar dapat mengusir nyamuk (Yanik, 2009).

Kandungan    :

Getah dari tanaman patah tulang mengandung senyawa euphorbone, taraksasterol, alfa-laktucerol, euphol, senyawa damar yang menyebabkan rasa tajam ataupun kerusakan pada selaput lendir, kautschuk (zat karet) dan zat pahit. Bau tanaman ini lemah dengan rasa mula-mula tawar namun kelamaan akan menimbulkan rasa tebal di lidah. Sementara getahnya beracun (toksik).

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Bau lemah, rasa mula-mula tawar, lama-lama menimbulkan rasa tebal di lidah. Getah beracun (toksik). KANDUNGAN KIMIA: Getah mengandung senyawaan euphorbone, taraksasterol, alfa-laktucerol, euphol, senyawaan damar yang menyebabkan rasa tajam ataupun kerusakan pada selaput lendir, kautschuk (zat karet) dan zat pahit.

Manfaat          :

Sakit lambung, rhematik, sifilis, nyeri saraf, penyakit kulit, kusta; Wasir, tulang patah, sakit gigi, tahi lalat membesar dan gatal, kutil; Tertusuk benda tajam (kaca), kapalan/ penebalan kulit dna keseleo.

 

Dillenia philippinensis Rolfe

Sistematika Dillenia philippinensis Rolfe

Kingdom  Plantae

Divisi  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Dilleniales

Familia Dilleniaceae
Genus  Dillenia
Spesies Dillenia philippinensis Rolfe

Habitat

Terutama di hutan sekunder atau dalam pembukaan lahan di hutan-hutan tidak terganggu, bahkan di Keranga – kesehatan hutan di tanah podsolik dari tropis serta sepanjang sungai. Kebanyakan pada aluvial (tanah aluvial) seperti Rawa, hutan bakau, tepi sungai, tapi kadang-kadang juga ditemukan di bukit dan pegunungan. Spesies ini tersebar di daerah tropis dan subtropics (Radioputro, 1996).

Habitus

Pohon, perdu atau liana; biasanya mengandung falvonol mirisetin ( yang jarang pada Magnoliidae ), bertanin biasanya dengan asam ellagat dan proantosianin, tanpa sel-sel minyak atsiri dan kebanyakan tanpa alkaloid (Dasuki, 1991).

Deskripsi        :

Batang Tegak, bulat, berkayu, percabangan simpodial, coklat kehijauan. Daun Tunggal, tersebar, lonjong, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkai tumpul, panjang 20-30 cm, lebar 15-20 cm, tangkai silindris, panjang 5-7 cm, pertu- langan menyirip, hijau. Daun  tunggal, tersebar, jarang berhadapan; stipula tidak ada atau seperti sayap menempel pada petioles (Brotowijoyo,1989).

Bunga Tunggal, di ujung batang atau di ketiak daun, ke- lopak lonjong melekuk ke dalam, hijau pucat, benang sari panjang ± 2,5 cm, kepala sari lonjong, coklat muda, putik bentuk taju, panjang ± 1,5 cm, putih, mahkota bentuk bintang, putih. Tangkai muda bersayap, mahkota lepas.

Bunga tunggal atau dalam simosa atau rasemus, kuning atau putih, biseksual; sepal 5, imbrikatus, persisten; petal 5, imbrikatus, cepat jatuh; stamen banyak; ginaesium dengan ovarium superus, beberapa sampai banyak karpel, ruang banyak, ovul 1-lebih tiap karpel (Dasuki, 1991).

Buah Buni, bulat, putih kehijauan. Biji Bulat, pipih, diameter ± 0,5 cm, coklat, majemuk. Buah baka atau folikulus; biji dengan endosperm. Akar Tunggang, putih kotor.

 

Manfaat          :

Buah Dillenia philippinensis berkhasiat sebagai obat sariawan, obat kuat untuk wanita hamil dan untuk penyegar badan. Untuk obat sariawan dipakai + 100 gram daging buah Dillenia philippinensis Rolfe yang sudah masak, dicuci, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus. Kandungan kimia Daun, buah dan kulit batang Dillenia philippinensis mengandung saponin dan flavonoida, di sarnping itu daun dan kulit batangnya mengandung po- lifenol dan buahnya mengandung tanin. Buah untuk penyubur rambut dan penyembuh panas dalam.


Ficus lyrata Warb.

  
  

Sistematika Ficus lyrata Warb.

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Urticales
Familia  Moraceae
Genus  Ficus
Spesies  Ficus lyrata Warb.

 

Habitat            :

Biola cantik (Ficus lyrata / Ficus Pandurata)berasal dari Tropical Africa. Banyak ditemukan di sekitar jalan Soekarno-Hatta (Samsat-Cibiru).

Habitus           :

Pohon, perdu, liana, jarang herba; hamper selalu mengandung getah serupa susu yang dihasilkan dari latisifer pada parenkim batang dan daun, kandungan latisifer bermacam-macam tergantung pada macam jenisnya, kadang-kadang menghasilkan alkaloid, sering bertanin.

Deskripsi        :

Pohon pelindung ini sangat elegan dengan daun yang lebar dan kaku serta tidak mudah berguguran walaupun daunnya sudah tua dan menguning dinamakan biola cantik mungkin karena bentuk daunnya yang menyerupai pinggul biola dan meliuk-liuk sehingga mirip biola yang cantik.Pohon ini memiliki daun yang lebar dan tidak gampang berguguran, sehingga diminati karena pohon ini masih terlihat cantik walau daunnya sudah berwarna kuning. Daun berhadapan atau tersebar, terdapat stipula, tunggal, sering dengan sistolit pada epidermis, kalsium karbonat dan silika sering terdapat pada dinding sel dari epidermis. Tumbuhan berumah dua; bunga dalam perbungaan rasemus, spika, umbela atau bongkol, atau dalam reseptakel yang membentuk piala; setiap bunga uniseksual; kaliks 4 sepal, lepasatau bersatu, kadang-kadang tidak ada; apetal; stamen pada bunga jantan sebanyak sepal, letak nya berhadapan dengan sepal; bunga betina dengan ginaesium terdiri dari satu ovarium yang superus atau inferus, 2 karpel, 1-2 ruang, ovul 1 tiap ruang, stilus 2 atu bercabaang 2. Buah drupa sering tersusun menjadi buah majemuk, atau akhene di dalam reseptakel yang berdaging membentuk piala dan disebut stikonium. Biji dengan atau tanpa endosperm, embrio biasanya melengkung.


Cananga odorata (Lamk.) Hook.

Sistematika Cananga odorata (Lamk.) Hook. Menurut Mulyono (2005)

Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Divisio Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo  Magnoliales
Familia  Annonaceae
Genus Cananga
Species Cananga odorata (Lamk.) Hook.

Nama Lokal:

Aceh                            : Kenanga
Jawa Tengah              : Kenanga
Madura                        : Kananga
Bali                              : Sandat
Sulawesi Utara           : Lalingiran

Habitus                       :

Pohon, tinggi ± 10 m.

Deskripsi        :

Kenanga (Canangium odoratum) adalah tumbuhan berbatang besar sampai diameter 0,1-0,7 meter dengan usia puluhan tahun. Tumbuhan kenanga mempunyai batang yang getas (mudah patah) pada waktu mudanya. Tinggi pohon ini dapat mencapai 5-20 meter. Bunga kenanga akan muncul pada batang pohon atau ranting bagian atas pohon dengan susunan bunga yang spesifik. Sebuah bunga kenanga terdiri dari 6 lembar daun dengan mahkota berwarna kuning serta dilengkapi 3 lembar daun berwarna hijau. Susunan bunga tersebut majemuk dengan garpu-garpu. Bunga kenanga beraroma harum dan khas. Di pedesaan, kenanga sering dipelihara untuk dipetik bunganya. Tumbuhan liar yang kini mulai jarang ini mudah tumbuh di daerah dataran rendah mulai ketinggian 25-1.000 meter di atas permukaan laut. (Mulyono.2005)

Batang berkayu, bulat, bercabang, hijau kotor. Daun tunggal, tersebar, bulat telur, ujung runcing, pangkal rata,panjang 10-23 cm, lebar 3-14     cm, pertulangan menyirip,  bertangkai 1-5 cm, hijau. Bunga majemuk, bentuk paying,diketiak daun ,kuning,kelopak bentuk corong,hijau,benang sari banyak,colat muda,kepala putik bulat,daun mahkota enam,lanset,panjang 5-7,5cm,masih muda hijau, telah tua kuning. Buah buni, lonjong, panjang ± 2 cm, hijau. Akar tunggang, coklat.

Kandungan Kimia     :

Bunga kenanga mengandung saponin, flavonoida dan polfenol, di samping minyak atsiri.

Khasiat                       :

Bunga kenanga mengandung minyak atsiri, yang dikenal dengan nama minyak kenanga, yang mempunyai khasiat dan bau yang khas. Hasil penelitian mereka menunjukkan, ekstrak bunga kenanga memiliki kemampuan menolak nyamuk karena adanya kandungan linalool, geraniol, dan eugenol. Hasil penelitian menunjukkan, ketika mengoleskan ekstrak bunga kenanga pada marmut, maka minyak atsiri yang terkandung dalam ekstrak bunga kenanga meresap ke pori-pori lalu menguap ke udara. Bau ini akan terdeteksi oleh reseptor kimia (chemoreceptor) yang terdapat pada tubuh nyamuk dan menuju ke impuls saraf. Itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam otak sehingga nyamuk akan mengekspresikan untuk menghindar tanpa mengisap darah marmut lagi. Semakin banyak kandungan bahan aktif yang terdapat dalam ekstrak bunga kenanga, maka semakin besar kemampuan ekstrak tersebut menolak nyamuk. Bunga kenanga juga berkhasiat sebagai obat nyeri haid, di samping itu bunganya untuk bahan kosmetika. (Mulyono.2005)

Untuk obat nyeri haid dipakai ± 15 gram bunga segar kenanga, diseduh dengan 1 gelas air matang panas, setelah dingin airnya diminum sekaligus.

Santalum album L.

Sistematika Santalum album L.

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo  Santales
Familia Santalaceae
Genus: Santalum
Species Santalum album L

Deskripsi                    :

Cendana adalah istilah dari bahasa sansekerta. Berbagai masyarakat di Nusa Tenggara Timur mengenal cendana dengan berbagai istilah antara lain : kai salun (Helong), hau meni (Atoni meto), ai kamenil (Tetun), Hadana, ai nitu atau Wasu dana (Sumba), ai nitu (Rote), haju mangi (Sabu), bong mouni (Alor) (Anomin.2012).

Pohon cendana yang tergolong keluarga Santalaceae, Ordo Loranthaceae. Pohon cendana merupakan tumbuhan setengah parasit dan memperoleh makanan dari pohon inang melalui akarnya yang dihubungkan melalui haustori. Unsur zat yang diambil dari pohon inang hanya unsur N, P dan unsur amino. Melalui haustori ini makanan yang diserap melalui pohon inang disalurkan ke mahkota daun yang kemudian diolahnya menjadi zat pembentuk bagian tanaman (Anomin.2012).

Cendana bersifat introtrap terhadap karbon, bibit cendana yang baru tumbuh, yang hanya mempunyai akar rambut, menggantungkan diri kepada tuan rumah tanaman inang. Ada 213 jenis pohon inang cendana. Namun kesukaan cendana terhadap beberapa jenis pohon tertentu sebagai inang seperti Leguminosa antara lain : albasia, akasia, dalbergia, inga dan pongamia. Cendana juga bisa hidup pada alang-alang sebagai inang (Anomin.2012).

Kondisi iklim tempat tumbuhnya cendana harus menunjukkan perbedaan musim kamarau dan musim penghujan yang jelas. Pertubuhan cendana secara alamiah terutama di daerah formasi terumbu karang. Cendana sangat suka tumbuh di daerah bebatuan dan tanah vulkanis yang meneruskan air. Cendana dapat hidup di daerah sampai pada ketinggian 1.500 m dari permukaan laut. Cendana tidak dapat tumbuh di hutan lebat tetapi di pinggir hutan dan di daerah padang savana (Anomin, 2012).

Pohon cendana mencapai ketinggian 11 sampai 15 meter dengan diameter 25 – 30 cm. Batangnya bulat dan kulitnya berwarna coklat abu-abu sampai coklat merah. Cabangnya mulai pada bagian setengah pohon. Dahan-dahan primer sangat tidak beraturan, sering bengkok dan banyak ranting. Dahan bagan bawah cenderung tumbuh menggantung. Daun cendana berhadap-hadapan, bentuknya elips hingga lanset (bulat telur) dengan dua ujungnya lancip (Anomin.2012).

Di pulau Timor dibedakan cendana berdaun besar dan berdaun kecil yang disebut no menutu dan no naik. Daun cendana rontok pada awal musim kemarau dan awal musim penghujan. Namun proses rontoknya tidak bersamaan. Segera setelah daun rontok tumbuh daun baru bersamaan tumbunhya bunga. Bunga cendana kecil berbentuk jumbai pada ujung ranting dan ketiak daun. Bunga cendana berbau tidak sedap, berwarna putih – kuning kehijau – hijauan hingga lembayung dan segera berubah menjadi coklat (Anomin, 2012). Buah cendana merupakan biji yang keras berbentuk bulat, berwarna hitam dengan tiga keratan dari ujung ke tengah-tengah dinding bijinya keras. Daging bijinya tipis. Musim bunga utama pada bulan Desember hingga Januari. Buahnya masak pada bulan Maret dan Juni. Pohon cendana telah berbuah pada usia 3 – 4 tahun. Namun untuk bibit yang terbaik adalah buah dari pohon yang telah berusia 20 tahun. Buah yang masak jatuh dan lekas rusak. Semut, tikus dan burung suka makan buahnya. Namun benih hanya tumbuh pada lingkungan yang ideal. Cendana dapat berkembang biak melalui biji dan akar (Anomin, 2012).

Kayu galih atau teras cendana keras berserat padat dan berwarna kekuning-kuningan dan brminyak. Kayu pinggirnya berwarna putih dan hampir tidak berbau. Pembentukan galih atau teras dimulai sekitar usia 15 tahun. Namun pohon cendana baru siap dipanen pada usia 40 – 50 tahun (Anomin.2012).

Manfaat Cendana                  :

Sejak jaman kuno cendana telah dipergunakan oleh orang Hindu dan Cina sebagai dupa dalam rangka upacara keagamaan dan kematian. Di samping itu orang Hindu menggunakan tepung cendana sebagai bedak pelabur kulit untuk membedakan kasta Brahmana dan kasta lainnya. Kayu cendana juga dimanfaatkan untuk patung, bahan kerajinan dan perkakas rumah tangga. Dalam pembakaran mayat orang Hindu kadang-kadang digunakan pula kayu cendana. Minyak cendana yang wangi baunya digunakan sebagai bahan pengobatan dan campuran minyak wangi (parfum) (Munandjar Widyatmika, 2007).

Karena manfaatnya yang cukup banyak, cendana sejak awal abad masehi telah diperdagangkan. Banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor. Perdagangan cendana semula menjadi monopoli para raja dan keluarga bangsawan, kemudian menjadi monopoli pemerintah kolonial dan pemerintah Indonesia (Munandjar Widyatmika. 2007).

Pada masa lalu sering terjadi perang karena memperebutkan daerah pertumbuhan cendana. Kerajaan-kerajaan yang menguasai perdagangan cendana, agar aman pemasokannya, harus menguasai wilayah pertumbuhan cendana secara alami. Oleh karena itu banyak para bangsawan dan panglima dikirim ke daerah-daerah dalam rangka pengamanan cendana. Sering juga agar pengamanan lebih berhasil dilakukan ikatan kekeluargaan antara para bangsawan dan panglima yang datang dengan putri-putri bangsawan lokal. Dari perdagangan cendana banyak dihasilkan kemakmuran bagi para penguasa lokal, dan masuknya berbagai unsur budaya dari luar yang memperkaya khasanah budaya Nusa Tenggara Timur (Munandjar Widyatmika. 2007)

Cendana kemudian mempunyai efek sebar tumbuhnya perdagangan. Salah satu latar belakang sebaran etnis, asal-usul nenek moyang di Nusa Tenggara Timur terkait dengan perdagangan cendana. Dari perdagangan cendana menumbuhkan kontak antar budaya dari penduduk lokal dengan para pedagang yang berasal dari berbagai wilayah. Hal ini menumbuhkan berbagai perubahan sosial budaya di Nusa Tenggara Timur yag hakekatnya menumbuhkan dinamika masyarakat NTT (Munandjar Widyatmika. 2007).

Peraturan pengelolaan cendana yang berorientasi pada penguasa baik penguasa lokal maupun penguasa kolonial dan akhirnya pemerintah Republik Indonesia, yang tidak memihak kepada rakyat karena semua cendana tumbuh di mana pun baik di tanah negara maupun di tanah rakyat wajib dijaga. Kalau pohon cendana itu mati rakyat akan dikenakan denda. Sebaliknya sewaktu ditebang dan menghasilkan uang, rakyat tidak ikut menikmati hasilnya. Merosotnya perdagangan cendana pada tahun 1860 serta berlakunya politik etika pemerintah kolonial Belanda mendorong kebijakan baru upaya mengintrodusir perbaikan peternakan khusunya memasukkan ternak sapi pada awal abad ke – 20 yakni sapi Bali di Timor, sapi Onggole di Sumba dan sapi Madura di Flores serta merintis pembukaan perkebunan kopi. Namun semuanya gagal (Munandjar Widyatmika. 2007).

Sampai sekarang perdagangan cendana menjadi monopoli pemerintah. Perdaperdagangan kayu cendana keluar Nusa tenggara Timur harus dalam bentuk bahan setengah jadi atau bahan jadi. Di Kupang terdapat dua pabrik penyulingan minyak cendana di Bakunase. Namun kedua pabrik ini terpaksa berhenti beroperasi karena kekurangan bahan baku. Sementara walau kesulitan bahan baku, perusahaan pembuat barang kerajinan/cendera mata dari cendana masih berjalan. Cendana mempunyai daya tarik tidak saja kayunya, tetapi juga unsur-unsur yang berkaitan dengan cendana yang belum tergarap misalnya anakan cendana, kerajinan daun cendana, gubal cendana dsb.( Munandjar Widyatmika. 2007)

Limonia Acidissima

 

 Sistematika Limonia Acidissima

Kerajaan  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Classis Magnoliopsida
Ordo  Sapindales
Familia  Rutaceae
Genus  Limonia
Species  Limonia Acidissima

 

Deskripsi

Tanaman ini diamati di kebun raya Purwodadi, yang merupakan tanaman dari family Rutaceae(jeruk – jerukan), dan perawakannya berupa pohon yangg tingginya sekitar 11 meter. Akar tunggang, dengan batang berbentuk silinder yang bercabang-cabang , batang bebasnya sekitar 2 meter, kemudian terdapat cabang cabang sampai ke ujung batang. Tekstur dari batangnya sangat kasar, berwarna coklat muda, pada cabang cabangnya memiliki duri, daunnya kecil dan berupa daun majemuk, daunnya juga mengeluarkan aroma yang khas saat dicium, karena pada daun tersebut mengandung minyak aksiri, yang hampir dimiliki oleh kelompok rutaceae lainya, tanaman ini menghasilkan buah berbentuk bulat dan  sangat keras. Bunga kecil berwarna putih.

Dari hasil pengamatan kami kemudian dibandingkan dengan literature, Dari hasil literature yang kami dapatkan menyatakan bahwa kawista ( Limonia acidissima ) ,Pohon mencapai 12 meter, berduri tajam dan menggugurkan daun. Daun menyirip dengan 2 sampai 3 pasang anak daun, tangkai daun dan rakis bersayap. Anak daun membundar terlur sungsang , berkelennjar minyak. Perbungaan di ketiak ujung ujung ranting, bunga dengan perhiasan bunga putih atau kemerah merahan. Buah membulat berkulit keras. Daging buah berbau tajam dan berbiji banyak. Biji tebal dan berambut. Buahnya dapat dimakan setelah dicampur dengan siup. Kawista cocok ditanam didaerah beriklim musim atau dataran rendah kering sampai pada keringgian 450 m diatas permukaan laut (bakosurtanal.2001: 56).

Menurut thomas (2004) Limonia acidissima adalah pohon besar yang tumbuh sampai 9 meter (30 kaki) tinggi, dengan kasar, kulit berduri. Daunnya menyirip, dengan selebaran 5-7, masing-masing selebaran 25-35 mm dan 10-20 mm luas, dengan aroma jeruk-bila diremas. Buah ini diameter 5-9 cm berry, dan mungkin manis atau asam. Ia memiliki kulit yang sangat keras yang bisa sulit untuk retak terbuka, dan berisi bubur cokelat lengket dan biji putih kecil. Buah terlihat mirip dalam tampilannya buah Bael (Thomas, 2004: 78).

Buah ini dimakan polos, dicampur ke dalam berbagai macam minuman dan permen, atau terawat baik sebagai selai. Pulp meraup-out dari buahnya yang dimakan mentah dengan atau tanpa gula, atau dikombinasikan dengan santan kelapa dan gula sirup dan diminum sebagai minuman, atau dibekukan sebagai es krim. Hal ini juga digunakan dalam chutney dan untuk membuat Buah menjaga jelly dan selai. (Hean. 2004: 145 ).

Indonesia mengalahkan pulp dari buah yang matang dengan gula kelapa dan makan campuran saat sarapan. Pulp manis merupakan dasar dari serbat di benua itu. Selai, acar, selai, sirup, jeli, squash dan toffee adalah beberapa makanan dari buah serbaguna. Muda Bael daunnya hijau salad di Thailand. India makan bubur buah masak dengan gula atau Jaggery. Daging matang juga digunakan untuk membuat saus. Daging mentah bervariasi dengan yoghurt dan membuat menjadi raita. Daging mentah pahit di rasa, sedangkan pulp matang akan memiliki bau dan rasa itu campuran asam dan manis (Hean. 2004: 146).

Sebuah gm ratus pulp buah mengandung 31 gram karbohidrat dan dua gram protein, yang menambahkan hingga hampir 140 kalori. Buah yang matang kaya akan beta-karoten, prekursor vitamin A, tetapi juga mengandung sejumlah besar vitamin B tiamin dan riboflavin, dan sejumlah kecil vitamin C. (Mabberley.1997: 43).

Barringtonia asiatica Kurz.

Sistematika Barringtonia asiatica Kurz.

Kingdom  Plantae

Divisio  Magnoliophyta

Clasis  Magnoliopsida

Ordo Lecythidales

Familia  Lecythidaceae

Genus  Barringtonia

Spesies  Barringtonia asiatica Kurz.

Nama Lokal    :

Nama daerah : Bitung, butun (Menado); butun (Sunda);butung, keben (Jawa); keben-keben (Bali); utong (Alor); bitung tumbak, witung witung (Minahasa); hutu (Gorontalo); wutuna (Buol); hutun (Ambon); keptun (Halmahera Selatan); mijiu, pitu, mijimu (Halmahera Utara); mojiu (Ternate).

Derskripsi      :

Keben merupakan tanaman yang berbentuk pohon dan berkayu lunak memiliki diameter sekitar 50 cm dengan ketinggian 4-16 meter. keben mempunyai sistem perakaran yang banyak dan sebagian tergenang di air laut ketika sedang pasang. ia juga memiliki banyak percabangan yang terletak di bagian bawah batang mendekati tanah. Bentuk daunnya cukup besar, mengkilap dan berdaging. daun mudanya berwarna merah muda dan akan berubah menjadi kekuningan setelah tua.

Di Papua buah keben disebut dengan sebutan rabon pi. Bagian luarnya terdiri dari kulit berserabut dan didalamnya terdapat tempurung. di dalam tempurung terdapat sebutir biji yang keras, berlendir dan berwarna putih. buah ini memiliki bunga selebar 16 cm yang berwarna putih dengan benang sari berwarna merah muda. besar buah keben seukuran genggaman tangan orang dewasa, berwarna hijau ketika muda dan akan menjadi kecokelatan setelah tua dan kering.

Di lingkungan Keraton Yogyakarta juga berdiri tegak beberapa pohon Keben, dengan tinggi mencapai puluhan meter dengan banyak buah bergelantungan di sana. Biasanya buah keben ini dimanfaatkan oleh anak-anak sekitar Keraton sebagai alat/sarana dalam suatu permainan anak-anak. Pohon ini dengan daunnya yang lebar ini membuat buahnya yang juga berwarna hijau, sekilas tidak nampak, dan sulit terlihat dengan cepat.

Keben, adalah salah satu nama tanaman yang menjadi bahan utama dalam pengobatan mata dengan media herbal. Ekstrak buah keben di buat dalam bentuk kemasan cair (obat tetes) yang mudah pemakaiannya. Pengobatan dengan memanfaatkan buah keben ini diyakini mampu mengatasi penyakit mata seperti katarak, petrigium, glaucoma, myopia (mata minus), hipermetropia (mata plus), astigmatis, dan infeksi mikroba.


Plumeria acuminata Ait

Sistematika Plumeria acuminata Ait

Kingdom  Plantae

Divisio  Magnoliophyta
Classis Magnoliopsida

Ordo  Gentianales
Familia  Apocynaceae
Genus  Plumeria
Species  Plumeria acuminata Ait

Deskripsi

Kemboja atau semboja merupakan sekelompok tumbuhan dalam marga Plumeria. Bentuknya berupa pohon kecil dengan daun jarang namun tebal. Bunganya yang harum sangat khas, dengan mahkota berwarna putih hingga merah keunguan, biasanya lima helai. Bunga dengan empat atau enam helai mahkota bunga oleh masyarakat tertentu dianggap memiliki kekuatan gaib.

Habitus Pohon, bergetah. Tanaman kamboja tingginya dapat mencapai 6 meter.  Btang berkayu, keras tinggi, bulat, bercabang banyak. Batangg utamanya besar sedangkan cabang muda lunak dan bergetah. Bakas dudukan daun nampak jelas dan berwarna putih kehijauan. Percabangannya banyak, batang utama besar, batangnya cenderung bengkok dan bergetah.

Daun tunggal lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, tebal, panjang 10-25 cm, pertulangan menjari, permukaan atas berwarna hijau tua, permukaan bawah hijau muda dengan urat-urat yang menonjol, sering rontok terutama saat berbunga lebat.

Bunga majemuk, malai rata, terletak di ujung batang, kelopak berbentuk corong, mahkota berbentuk terompet, putih kemerahan atau kekuningan, mahkota bunga empat, putih, daun bunga berjumlah lima, berbunga sepanjang tahun. Buah bumbung bentuk lancet, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm, masih muda hijau, setelah tua hitam. Biji bulat, bersayap, putih kotor. Akar tunggang, berwarna coklat dan bercabang.

Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah. Nama Plumeria diberikan untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706), pakar botani asal Perancis. Walaupun berasal dari tempat yang jauh, kemboja sekarang merupakan pohon yang sangat populer di Pulau Bali karena ditanam di hampir setiap pura serta sudut kampung, dan memiliki fungsi penting dalam kebudayaan setempat. Di beberapa tempat di Nusantara, termasuk Malaya, kemboja ditanam di pekuburan sebagai tumbuhan peneduh dan penanda tempat. Kemboja dapat diperbanyak dengan mudah, melalui stek batang. Plumeria saat ini populer digunakan sebagai tanaman hias outdoor awalnya tanaman ini hanya digunakan sebagai tanaman kuburan.

Hylocereus undatus (Haw.) Britt. Et R

Sistematika Hylocereus undatus (Haw.)Britt.Et R

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Divisio  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Ordo  Caryophyllales
Familia  Cactaceae (suku kaktus-kaktusan)
Genus  Hylocereus
Spesies  Hylocereus undatus (Haw.)Britt.Et R

Deskripsi Tanaman

Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatannamun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari.

Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).
Deskripsi        :

Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar, batang, duri dan bunga serta buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang di dalam tanah di batang atas sebagai akar gantung. Akar tumbuh di sepanjang batang di bagian punggung sirip di sudut batang. Di bagian duri muncul ini akan tumbuh bunga yang bentuknya mirip bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik seekor naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga. Batangnya berbentuk segitiga, durinya pendek sekali dan tidak mencolok, sampai mereka dianggap “kaktus tak berduri”. Bunganya mekar mulai senja, kalau kuncup bunga sudah sepanjang 30 cm. Itulah saatnya kita mengundang para tetangga dan handai taulan pencinta bunga untuk menyaksikan mekarnya buah naga.Mahkota bunga bagian luar yang krem itu mekar pada pukul sembilan (kira-kira), lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benangsari yang kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh pada tengah malam. Itulah sebabnya ia tersiar luas ke seluruh dunia sebagai night blooming cereus. Sambil mekar penuh ini, ia menyebar bau yang harum. Ternyata bau ini disebar ke seluruh penjuru angin malam, untuk menarik para kelelawar, agar sudi kiranya datang bertandang untuk menyerbuki bunga itu. Dalam gelap gulitanya hutan belantara malam, mata kelelawar memang kurang awas, tetapi hidungnya “tajam”
Manfaat Buah Naga

Dibalik rasanya yang manis menyegarkan, buah naga kaya akan manfaat. Banyak orang percaya buah ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Memang belum ada penelitian pasti tentang manfaat buah ini. Namun, mengingat asalnya dari jenis buah kaktus, kita percaya buah naga mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium dan karbohidrat. Yang pasti buah naga tinggi serat sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan. (id.wikipedia)

Pereskia grandifloria Haw.

Sistematika Takson Pereskia grandiflora Haw.

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Ordo  Caryophyllales
Familia  Cactaceae (suku kaktus-kaktusan)
Genus  Pereskia
Spesies  Pereskia grandiflora Haw.(Cakmus, 2008)

 

Nama Lokal

Kaktus mawar ( Indonesia), Rose cactus ( Inggris)

Deskripsi Tanaman

Tanaman ini berhabitat di daerah kering. Tanaman ini termasuk ke dalam famili Cactaceae yang primitif. Tanaman ini termasuk perdu dengan ketinggian 5-10 meter, termasuk primitif karena tidak memiliki daun sementara seperti pada kaktus semi modern. Kaktus ini memiliki batang berduri, daun berdaging dan bunga terletak di terminal atau ujung batang. Kaktus ini memilki akar tunggang, batangnya berkayu berdaging tebal, berlendir dan dilapisi lapisan lilin.

Menurut Dasuki (1991), suku Cactaceae ( kaktus-kaktusan) berperawakan herba atau berkayu yang sukulen, dengan duri, rambut atau keduanya berda pada aerolum ( cabang pendek yang termodifikasi, dengan daun-daun kuncup berubah menjadi duri). Daun berdaging atau terseduksi. Bunga tunggal pada aerolum, biseksual, aktinomorf atau zigomorf, tepal banyak tersusun spiral, bersatu di bawah membentuk tabung periantium atau hipantium. Stamen banyak, ginaesium dengan ovarium inferus, memilki 3 atau lebih karpel, 1 ruang dan banyak ovul. Buah baka, sering berduri atau berambut dengan biji tanpa endosperm.

Menurut Steenis ( 2006), bangsa Cactus merupakan tumbuh-tumbuhan succulent, jarang dengan daun berupa helaian, kebanyakan dengan batang yang berusuk dan berdaging. Sendi daun dengan duri tempel dan rambut vilt. Bunga berkelamin dua, kebanyakan dudk diatas sendi daun, beraturan atau sedikit zigomorph dengan poros bunga yang berbentuk tabung panjang. Daun mahkota atau kelopak 8 sampai lebih, kerapkali tidak dapat dibedakan dengan jelas satu terhadap yang lain ( suatu tenda bunga). Benang sari banyak. Bakal buah tenggelam, beruang satu atau beruang banyak tidak sempurna. Bakal biji banyak, tangkai putik satu, buah buni banyak.

Lidah Mertua ( Sansevieria trifasciata Prain.)

Sistematika Sansevieria trifasciata Prain.

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo  Liliales
Familia  Agavaceae
Genus  Sansevieria
Spesies  Sansevieria trifasciata Prain.

 

Nama Lokal

Lidah mertua( Indonesia), Sansevieria ( Indonesia), Sansevieria ( Inggris), snake plant( Inggris), mother-in-law´s tongue ( Inggris) Lidah jin ( Melayu).

Deskripsi Tanaman

Tanaman ini biasanya berhabitat di tanah yang kering dan kadang berbatu. Tanaman lidah mertua ini merupakan tanaman herba, batangnya berbuku-buku, memiliki rizome atau batang yang berada di dalam tanah. Daunnya bukan daun yang sempurna hanya memiliki pelepah dan helaian.  Tanaman ini memiliki akar serabut, perbungaaannya di terminal atau di ujung batang, berbunga banci atau hermaphrodit.

Menurut Dasuki (1991), suku Agavaceae yang didalamnya termasuk lidah mertua ( Sensevieria trifasciata Prain.)  adalah perdu atau phon kecil yang bisa bercabang, herba pendek yang keluar dari rizoma pendek. Daun Tunggal, tersebar, sesil, cenderung berkumpul padat di ujung cabang atau batang atau dekat permukaan tanah pada batang pendek, perennial, umumnya menebal sukulen yang keras. Urat daun sejajar tetapi sering kabur. Bunga dalam rasemus, panikula atau kapitulum yang padat, biseksual kadang-kadang uniseksual, trimer, tepal 6 dalam 2 lingkaran, petaloid tebal dan berdaging, lepas atau bersatu membentuk tabung. Stamen 6, filament lepas, melekat pada dasar tepal atau tabung periantium. Ginaesium 3 karpel membentuk 1 ovarium superus atu inferus, 3 ruang dengan plasenta aksilaris. Kelenjar nectar umumnya ada. Buah kapsula atau baka. Biji dengan endosperm mengandung hemiselulosa, minyak dan protein sebagai cadangan makanan, kadang-kadang ada perisperm sekitar endosperm.

Menurut Steenis (2006), Sensevieria trifasciata adalah tanaman herba dengan rimpang horizontal, merah kuning ; 0,4-1,8 m tingginya. Daun 2-6 pertanaman, bentuk baris, kearah pangkal menyempit dan bentuk talang, dengan ujung runcing, 5-175 kali 4-9 cm. Tandan bunga bertangkai panjang, pada ujung akar rimpang, panjang 40-85 cm. Berkas bunga : berbunga 5-10 dalam ketiak daun pelindung berupa selaput kering. Tangkai anak bunga beruas, 6-8 mm. Tabung tenda bunga sempit, panjang lk 1 cm; taju 6, bentuk garis, melengkung kembali. Benangsari 6, menacap pada bagian tabung sebelah atas. Tangkai putik dengan kepala putik membulat dan rata. Bakal buah bentuk telur memanjang, 1 biji tiap ruang. Buah buni berbiji 1-3 tinggi lk 8 mm,bulat peluru atau terdiri dari 2 buah, yang berbentuk bola memnajang dan menggantung bersama- bersama pada pangkal.

Tanaman ini berfungsi sebagai hiasan yang bisa diletakkan di depan rumah, dalam rumah maupun di taman.

Bunga Soka ( Ixora coccinea L.)

 

Sistematika Ixora coccinea L.

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Rubiales

Familia   Rubiaceae

Genus  Ixora
Spesces  Ixora coccinea L.

Nama Lokal

Indonesia ( Soka ), Inggris ( Burning Love, Jungle flame ), Pilipina ( Santan )

Sumatera               :  Kembang santen merah (Melayu)

Jawa                       :  Soka beureum (Sunda) Soka (Jawa)

Maluku                   :  Saya mami (Temate)

Nama dagang        : Soka

Deskripsi        :

Habitus       :  Perdu, tinggi 1-4 m.

Batang        :  Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, putih kotor.

Daun          :  Tunggal, seling berhadapan, lonjong, pangkal meruncing, tepi rata,  ujung runcing, pertulangan menyirip, panjang 3-7 cm, lebar 3-5 cm,  hijau.

Bunga        :  Majemuk, berkelamin dua, kelopak bentuk corong, benang sari empat,  panjang 0,5 cm, kepala sari melekat pada mahkota, merah.

Buah           :Buni, lonjong, merah.

Biji               :  Pipih, lonjong, putih.

Akar            :  Tunggang, coklat.

Manfaat

Kulit batang dan akar Ixora coccinea berkhasiat sebagai obat luka baru Untuk obat luka baru dipakai ± 5 gram kulit batang atau akar kering Ixora coccinea, dicuci dan ditumbuk sampai lumat, ditambah 1/4 gelas air matang kemudian diperas dan disaring. Hasil saringan dioleskan pada luka.Tanaman ini memilki kandungan kimia seperti kulit batang dan daun Ixora coccinea mengandung saponin, flavonoida dan tanin.

 

Sawo Kecik (Manilkara kauki)

                                                                       

 

 

Sistematika Manilkara kauki   

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Classis  Magnoliopsida
Ordo  Ebenales
Familia  Sapotacea
Genus     Manilkara

Spesies Manilkara kauki   

 

Nama Lokal

Sawo Kecik disebut juga sebagai Sawo Jawa. Sedangkan dalam bahasa Inggris, tanaman yang mulai langka ini disebut sebagai Caqui dan Manilkara. Di beberapa negara lain disebut Khirni (India), dan Lámút Sida atau Lámút Thai (Thailand). Sedangkan dalam bahasa ilmiah (latin) Sawo Kecik disebut sebagai Manilkara kauki yang bersinonim dengan Mimusops kauki, dan Manilkara kaukii.

 

Habitus

Pohon Sawo Kecik (Manilkara kauki) berukuran sedang dengan tinggi mencapai 25 m. Diameter (garis tengah) batang pohon Sawo Kecik mampu mampu mencapai 100 cm.

Habitat dan Persebaran

Sawo Kecik (Manilkara kauki) diperkirakan berasal dari India dan tersebar serta banyak dibudidayakan di kawasan Asia Tropis dan Amerika Tropis. Di Indonesia, Sawo Kecik meskipun sudah mulai langka karena mulai jarang yang membudidayakan namun masih dapat ditemui di seluruh Indonesia kecuali Kalimantan.

Sawo kecik tumbuh subur di daerah pesisir (pantai) yang beriklim kering hingga daerah berketinggian sekitar 500 meter dpl. Pohon langka ini sering ditanam sebagai pohon peneduh, pohon buah (untuk dikonsumsi buahnya), dan sebagai pohon ornament yang bias ditanam di dekat kuil atau istana.

Deskripsi

Sawo Kecik (Manilkara kauki) sering disebut juga Sawo Jawa merupakan tanaman (pohon) penghasil buah dari keluarga sawo-sawoan (Sapotaceae) yang kini mulai langka dan jarang ditemukan di Indonesia. Sawo Kecik yang menurut filosofi jawa sering diidentikkan dengan ‘sarwo becik’ (serba baik), Tanaman yqng dapat menghasilkan buah.

Batang         

Batangnya mempunyai kayu yang keras dan kuat sehingga sangat baik untuk bahan bangunan, perabot rumah tangga, alat-alat pertukangan, bahkan dimanfaatkan sebagai benda-benda seni seperti patung, ukir-ukiran bahkan sebagai peralatan musik seperti badan biola dan rebana.

Daun

                                 

Daun-daun Sawo Kecik mengelompok pada bagian ujung batang. Di permukaan bawah daun Sawo Kecik berwarna keputihan dan halus seperti beludru dengan tangkai daun tidak menebal, panjang kelopak daun 7 mm. Kuncup bunga Sawo Kecik berbentuk bulat telur.

Pengamatan  yang didapatkan yaitu hasil Percabangan tangkai daun brirama, Duduk daunnya Spiral, Tangkai daunnya brbentuk Silindris dengan bentuk lanset atau bahkan bulat telur, Urat daun kedua terletak sejajar rapat.

Bunga

Untuk perbungaan pada sawo kecik termasuk kedalam perbungaan terminal (menggerombol pada bagian ujung), Berumah dua (Dieoseus), merupakan bunga yang sudah sempurna.

 

Buah

                                    

                                                            (Cakmus,2008)

Buah Sawo Kecik berbentuk bulat telur atau bulat telur sungsang berukuran kecil dengan panjang berkisar 3.7 cm. Buah Sawo Kecik mempunyai kulit pembungkus yang sangat tipis namun mudah dikelupas. Buah Sawo Kecik, bila mask mempunyai rasa yang manis dan kadang-kadang terasa sedikit agak sepat.

Pemanfaatan Pohon Sawo Kecik

Meskipun Sawo Kecik merupakan pohon penghasil buah, namun tidak hanya buahnya saja yang dapat dimafaatkan. Batang banyak dipergunakan sebagai bahan bangunan, perabot rumah tangga, dan karya-karya seni seperti patung, ukiran, bahkan peralatan musik seperti rebana dan badan biola.

Pinanga caesia

                    

                                                           

 

 


Sistematika Takson Pinanga caesia Blume

Kingdom   Plantae

Divisio Tracheophyta

Classis       Liliopsida

Ordo   Arecales

Familia   Arecaceae

Genus    Pinanga

Species    Pinanga caesia Blume (Cakmus,2008)

Deskripsi

Tumbuh dikawasan hutan hujan dataran rendah pada ketinggian 50-100 m dpl.Tumbuh tunggal, batang tegak dengan tinggi mencapai 4-30 m, ruas terlihat jelas.Tajuk pelepah berwarna hijau sampai hijau kecoklatan. Biasanya tidak bercabang, daun-daun di ujung batang seperti mahkota. Daun bertangkai ungu kebiruan, susunan helai daun menyirip.Perbungaan tumbuh pada ruas batang di bawah tajuk pelepah, berbentuk tandan, tangkai tandan berwarna merah, warna putih (saat muda), hitam (saat tua) dan berbiji satu. Umumnya mengandung Kristal rafida, mengakumulasikan silica dan berbagai macam polifenol, sangat sering mempunyai sel-sel atau saluran-saluran bertanin dan menghasilkan proantosianin, kadang-kadang menghasilkan alkaloid piridin dan bersaponin, tetapi jarang sianogenik. Akar mikoriza, tanpa rambut akar (Dasuki, 1991: 199).

Monstera deliciosa

Sistematika Monstera deliciosa

Kingdom   Plantae (Tumbuhan)
Divisio       Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis   Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo      Arales
Familia    Araceae (suku talas-talasan)
Genus    Monstera
Spesies  Monstera deliciosa ( Cakmus,2008)

Deskripsi

Tanaman ini merupakan tanaman memanjat yang sering tumbuh sangat besar, dengan akar udara, sering juga menjadi epifit.Daun muda umumnya lebih kecil,  setelah dewasa lebih besar dan berlubang.Bunga dalam spatha dengan panjang 45 cm, umumnya putih atau kehijauan.Ukuran daun 25-90 cm kali 15-75 cm dan berbentuk hati. Tulang daun berwarna hijau pucat. Mempunyai spandex ( bulir tegak dan berdaging ) dengan panjang 25 cm kali 3 cm yang merupakan tempat melekatnya buah yang berwarna krem ( putih gading ), yang mempunyai rasa atau aroma seperti pisang dan nanas saat matang. Daun panumpu berbentuk perahu yang mengelilingi spadix.Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat, bercabang sedikit dan dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 1,8 m ( steenis, 2006: 169).

Spathiphyllum cannifolium

(Andika.2010)

Sistematika Takson

Sistematika takson dari Spathiphyllum  yaitu ( Cakmus, 2008):

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio Magnoliophyta

Clasis  Liliopsida

Ordo  Arales

Familia  Araceae

Genus  Spathiphyllum

Spesies: Spathiphyllum cannifolium

 

Deskripsi

Spathiphyllum adalah genus dari sekitar 40 spesies tanaman berbunga monocotyledonous dalam keluarga Araceae, asli daerah tropis Amerika dan Asia tenggara. Spesies tertentu Spathiphyllum yang umum dikenal sebagai Spath atau Lilies Perdamaian.

Tanaman ini  adalah tanaman herba hijau abadi besar dengan daun 12-65 cm dan 3-25 cm luas. Bunga-bunga diproduksi dalam gagang, dikelilingi oleh seludang perbungaan, panjang 10-30 cm putih, kekuningan, atau kehijauan. Tanaman ini tidak membutuhkan sinar yang berlebihan atau air untuk bertahan hidup.

Umum anatomi. Tanaman dengan latisifer (diartikulasikan, bercabang atau tidak), atau tanpa latisifer (misalnya Pothoideae beberapa, Pistia). Tanaman tanpa tubuh silika. Akumulasi pati selain eksklusif ‘tipe pteridophyte’.

Daun anatomi. Stomata hadir (biasanya berorientasi secara acak); paracytic, atau tetracytic, atau cyclocytic, atau anomocytic (dll). Penjaga-sel tidak ‘rumput ketik’.Dorsiventral lamina. Para mesofil tanpa sel minyak ether; sel lendir yang mengandung (dengan raphides), atau tidak mengandung sel-sel lendir; kristal kalsium yang mengandung oksalat. Kristal mesofil Para raphides dan druses. Kecil daun urat tanpa sel floem Transfer (5 marga). Kapal tidak ada.Stem anatomi. Absen sekunder penebalan. Xilem tanpa kapal. Sieve-tube plastida P-type; tipe II.Akar anatomi. Akar dengan velamen (jarang), atau tanpa velamen. Akar dengan pembuluh xilem; kapal akhir-dinding scalariform.

Daun dan bunganya sedap di pandang.Daun berbentuk bulat lonjong dengan warna hijau polos dan disertai guratan-guratan putih, kuning atau krem.Bentuk bunga seperti tongkol dan terlihat sangat unik dengan seludang putihnya.Perawatan : Frekuensi pemupukan 1kali/bulan, repotting dilakukan jika akar tanaman terlalu rapat.Fungsi : Tanaman penutup tanah jika ditanam secara massal, display plant dalam pot, border.

Spathiphyllum atau perdamaian lily adalah tanaman dalam ruangan populer yang berasal dari daerah tropis Amerika dan Asia Tenggara.Daun dari tanaman ini adalah hoki anak dan glossy yang muncul dari tanah.Para spaths putih atau putih-hijau muncul dari tangkai daun yang perlahan-lahan memudar untuk lembur kuning.Spathiphyllum memerlukan sedikit air dan sinar matahari untuk tumbuh.Banyak orang Spathiphyllum hadiah karena dianggap sebagai tanaman indoor yang menarik dan dianggap sebagai simbol spiritual Natal.

Banyak orang tumbuh Spathiphyllum karena mereka mekar bunga yang tahan lama yang indah. Bunga ini biasanya mekar di musim semi, namun mereka bisa dipaksa untuk mekar di musim dingin. Beberapa tanaman varietas Spathiphyllum diketahui mekar dua kali dalam satu tahun sehingga tanaman memiliki bunga selama beberapa bulan. Bug seperti tungau dan skala dapat merusak tanaman, jadi pastikan Anda melindunginya dari bug ini. Jika Anda berencana untuk tumbuh Spathiphyllum di rumah.

Spathiphyllum tidak dikenal karena sifat obat, namun tanaman ini dianggap sebagai pembersih udara yang sangat baik. Beberapa spesies Spathiphyllum dikenal untuk menghilangkan jejak metil, aseton, toluena, benzena, amonia dan etil dari atmosfePara Kemper Center, Missouri Botanical Garden: “Spathiphyllum adalah bahasa Yunani untuk daun-seludang perbungaan, mengacu pada karakter dari seludang perbungaan, yang merupakan bract atau daun sekitarnya atau subtending cluster bunga tebal menonjol.”

Semua Perdamaian Lily tanaman adalah anggota dari genus Spathiphyllum. Banyak dari kita biasanya tumbuh Lily Perdamaian di kami Perdamaian Lily perbungaan Spathiphyllum, Foto Copyright 2010 Steve Lucas, http://www.ExoticRainforest.comhomes dan terlepas dari hibrida atau spesies Anda tumbuh mayoritas berasal ketika kolektor pergi ke Amerika Selatan pada 1800-an mencari baru dan menarik “rumah tanaman” bagi petani Eropa. Meskipun ada cukup beberapa spesies, hanya beberapa telah berkembang dari beberapa spesies yang berasal dari Asia.Semua spesies Spathiphyllum, serta semua ratusan hibrida dan kultivar adalah anggota dari keluarga tanaman lebih besar yang disebut Araceae, biasa disebut aroid sebuah.Aroids mudah dikenali oleh seludang perbungaan dan gagang diproduksi oleh tanaman yang secara keliru disebut bunga.

Para seludang perbungaan atau “Perdamaian Lily” bisa menjadi houseplant sangat baik. Beberapa spesies dan hibrida memiliki sering kecil, lanset sempit (berbentuk tombak) meninggalkan sementara yang lain memiliki pisau daun jauh lebih besar dan lebih luas. Beberapa menghasilkan perbungaan kecil sementara yang lain menghasilkan seludang perbungaan dan gagang yang cukup besar. Tidak semua spesies liar Spathiphyllum sangat cocok sebagai tanaman rumah tetapi sejumlah besar dari cangkir ini berbentuk tanaman putih bantalan seludang perbungaan dijual sebagai hibridisasi “Lilies Perdamaian”.Hampir tidak ada tanaman yang umum tersedia adalah spesies melainkan adalah hibrida.Benar istilah ini seludang perbungaan, bukan “spath”.

Spesies yang paling mungkin digunakan untuk membuat hibrida kita tumbuh tampaknya menjadi salah satu dari beberapa termasuk Spathiphyllum wallisii, Spathiphyllum floribundum, Spathiphyllum friedrichsthalii atau Spathiphyllum cannifolium yang termasuk spesies yang paling luas di Kolombia dan beberapa bagian lain dari Amerika Selatan. Memang mungkin Spathiphyllum friedrichsthalii, yang umum ke Kosta Rika juga telah digunakan untuk membuat beberapa hibrida. Para seludang perbungaan (bunga) dari Spathiphyllum floribundum dan Spathiphyllum cannifolium adalah pertandingan dekat dengan seludang perbungaan yang kita amati pada banyak tanaman hias hibrida kami. Spathiphyllum cannifolium muncul terbatas pada lembah Amazon di mana ia dikenal dari hampir semua anak sungai utama dari lembah Amazon, setidaknya di Kolombia. Dalam Kolombia, Spathiphyllum cannifolium terjadi pada 200 sampai 1000 meter (660 kaki ke 3.280 kaki) di ketinggian, di zona tropis kehidupan hutan basah dan menghasilkan waktu yang hampir semua perbungaan tahun.

“Perdamaian Lily” dapat ditemukan dalam berbagai bentuk helai daun dan ukuran. Menurut George Bunting s A Revisi Spathiphyllum Genus spesies terbesar, Spathiphyllum commutatum dari Malaysia, Kepulauan Solomon dan sebagian Asia, tumbuh sampai 85 cm (33,4 inci) panjang dan spesies Spathiphyllum cochlearispathum dari Meksiko dapat tumbuh sampai 80 cm (31,5 inci) panjang. Dari semua spesies yang ditemukan di Spathiphyllum genus, semua kecuali tiga hanya ditemukan di Dunia Baru Neotropik. Ketiga spesies yang ditemukan di Filipina dan Kepulauan Maluku, Nugini, Palau, Britania Baru, dan Kepulauan Solomon sementara semua sisanya ditemukan dari tropis Meksiko melalui Amerika Tengah dan Selatan.

Genus ini juga terwakili di negara Amerika Selatan Kolombia dan ditemukan dari permukaan laut dekat sekitar 1300 meter (4.200 kaki plus). Genus yang paling umum di hutan dataran rendah primer dan umumnya terkait dengan air dan sungai yang tumbuh di koloni besar yang saling berhubungan dengan rimpang mereka.Para Spathiphyllum genus juga tumbuh di sebagian atau berkala hutan banjir kadang-kadang dalam situs dengan intensitas cahaya relatif rendah. Namun, asumsi tanaman ini akan selalu berhasil dalam cahaya rendah perlu pertimbangan lebih lanjut dan penjelasan.

Akar  rimpang, tangkai daun dan batang adalah agar sejak hal juga memberitahu kita sesuatu tentang bagaimana tanaman bertahan hidup dan bereproduksi di alamSebuah rimpang hanyalah sebuah batang yang berjalan di permukaan tanah dan berfungsi sebagai dukungan utama atau poros tengah tanaman (foto bawah). Semua atau sebagian besar tanaman di sebuah koloni yang terhubung ke beberapa derajat melalui rimpang mereka.Istilah batang dan rimpang yang kurang dipahami oleh petani tanaman sehingga sangat penting Anda memahami kita tidak membahas dukungan dari setiap daun tunggal, benar dikenal sebagai sebuah tangkai daun.Petani umumnya menyesatkan menjadi percaya daun didukung oleh “batang” tetapi asumsi yang tidak benar.Daun dibagi menjadi dua bagian utama dan dua bagian tumbuh bersama didefinisikan sebagai “daun”.Kedua bagian adalah tangkai daun dan pisau.

Batang adalah dasar, poros tengah dan dukungan utama dari pabrik biasanya dibagi menjadi node dan ruas. Node sering menghasilkan akar, daun axils nya, dan seludang perbungaan bunga “menarik) yang didukung pada batang dikenal sebagai gagang bunga node A adalah titik di mana tanaman menghasilkan akar dan. Memegang tunas yang juga dapat tumbuh menjadi tunas dari berbagai bentuk. akar batang itu kemudian jangkar tanaman baik ke tanah, pohon atau batu tergantung pada spesies dan genus. Dalam kasus Spathiphyllum genus batang bahkan dapat menyebar sebagai rimpang bertobat merayap di tanah tetapi sering tepat di bawah permukaan.Batang baik dapat tumbuh di atas tanah, bawah tanah atau sebagian di atas tanah.

Spesies seperti Spathiphyllum cannifolium dan Spathiphyllum floribundum yang biasanya menghasilkan perbungaan tapi tidak ada cara untuk mengetahui secara pasti jika tanaman Anda tumbuh dibesarkan dari spesies-spesies. Kemungkinan tinggi tanaman Anda diproduksi dalam sup kimia dan orang tua yang kawin silang dengan spesies induk banyak. Anda sangat tidak mungkin akan tumbuh spesies yang benar. Peternak upaya untuk tanaman inbrida yang cenderung menghasilkan perbungaan lebih sering tetapi dalam waktu tanaman sering kembali ke built-in mereka coding DNA dan menghasilkan hanya pada jadwal tertentu alami mereka.Ketika peternak sedang mencoba untuk menghasilkan tanaman dengan daun spektakuler dikombinasikan dengan berbunga sering, sesuatu harus menyerah urutan alami genetiknya.

Sering diberikan sebagai tanaman pemakaman, yang “Perdamaian Lily” adalah anggota dari tanaman Araceae besar keluarga biasa disebut aroid sebuah.Hibrida Spathiphyllum adalah salah satu tanaman yang lebih umum tersedia dijual di toko diskon, pembibitan dan toko bunga.Tanaman spesies benar adalah menemukan sangat jarang di rumah karena hampir semua tersedia untuk dijual diciptakan oleh hybridizers.Bahkan di alam liar beberapa spesies juga cukup langka.Hampir semua tanaman tersedia untuk pembelian tidak tumbuh dari biji tetapi ditumbuhkan dalam tabung reaksi sebagai jaringan kimia dibuat dibudidayakan atau tanaman kloning.Meskipun saya punya pada satu waktu telah dituntun untuk percaya variasi kloning itu “dirancang” untuk membutuhkan air sedikit, yaitu tidak lebih dari mitos.Tanaman secara alami dapat menahan penyalahgunaan karena mereka harus hidup melalui musim kering di habitat asli mereka yang kadang-kadang mengharuskan mereka untuk bertahan ketika sedikit air tersedia tetapi mereka memiliki keterbatasan dan tidak dapat menahan penyalahgunaan abadi dan penelantaran di rumah.

Aglaonema crispum (Pit. & Man.) D.H.Nicol

Sistematika Aglaonema crispum (Pit. & Man.) D.H.Nicol

Kingdom  Plantae

Divisio Magnoliophyta

Clasis  Liliopsida

Ordo  Arales

Familia  Araceae

Genus  Aglaonema

Spesies  Aglaonema crispum (Pit. & Man.) D.H.Nicol

Deskripsi

Habitat :tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.akar : Tanaman ini memiliki serabut batang yang tidak berkambium (Berkayu).Daun Menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem yang tersusun secara acak.

Kini berbagai macam Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.

Aglaonema, sri rejeki, atau chinese evergreenmerupakan tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae. Genus Aglaonemamemiliki sekitar 30 spesies.Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.Tanaman ini memiliki akar serabut serta batang yang tidak berkambium (Berkayu).Daun menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem yang tersusun secara acak.Kini berbagai macam Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.luar biasa! Hebat! Kata itulah yang pas untuk melukiskan sosok turunan Aglaonema cochinchinense.Dialah mung mee srisuk alias rainamira.Puluhan helai daun bergerombol membentuk tajuk yang kompak.Sekitar 80% permukaan daun berwarna merah merona.Pucuk dihiasi warna kuning dengan tepi daun hijau tua. Pantas ia merebut kampiun saat Kontes Piala Raja di Suan Luang.

Aglaonema termasuk tanaman mudah tumbuh dan syarat hidupnya pun tidak banyak.Agar aglaonema tumbuh subur perhatikan faktor cahaya, suhu, kelemba­pan, dan naungan.Aglaonema termasuk tanaman mudah tumbuh dan tidak banyak persyaratan untuk hidupnya.

Aglaonema peka terhadap cahaya mata­hari.Cahaya matahari yang terlalu kuat bisa membuat daunnya kusam, bahkan terbakar dan akhirnya mati.Oleh kare­nanya, tanaman ini populer sebagai indoor plant.Jika ditempatkan di luar rumah dapat diakali, misalnya meletak­kan tanaman di teras rumah, di bawah naungan pohon, atau menggunakan paranet (shadingnet).Hidup dibawah naungan pepohonan menyebabkan aglaonema beradaptasi pada kelembapan yang relatif tinggi.Karenanya, tanaman hias ini menyukai udara dengan kelembaban sekitar 50% yang merupakan perpaduan suhu ideal sekitar 250C pada siang hari dan 160-200C pada malam hari.Kelembaban yang ter­lalu tinggi dapat mengurangi penguapan sehingga dapat mengurangi daya serap tanaman terhadap zat hara.

Tanaman Herbal, abadi, lahan basah atau terestrial, kadang-kadang muncul atau mengambang, [sering epifit atau pendakian], biasanya dengan lateks susu atau berair, jarang berwarna. Rimpang, umbi, atau stolons ini; rimpang vertikal atau horisontal, merayap pada atau dekat permukaan, kadang-kadang bercabang; umbi bawah tanah, tepung; stolons pada atau dekat permukaan.Batang absen [kadang-kadang atas tanah atau udara].Cataphylls biasanya hadir. Daun jarang soliter, alternatif atau berkerumun; tangkai daun jarang yang absen, dengan selubung mulia; pisau sederhana atau senyawa [sesekali melubangi], berbentuk bulat panjang untuk obovate atau spatulate, sesekali sagittate-berbentuk hati, lebih besar dari 1,5 cm; paralel venasi atau menyirip-atau palmate-terjaring . Inflorescences spadices, masing-masing dengan 3-900 biasanya erat dikelompokkan, bunga tetap, subtended oleh seludang perbungaan; seludang perbungaan jarang absen, persisten (kadang-kadang hanya proksimal) atau gugur, dengan berbagai warna; gagang berbentuk silindrik atau bulat telur, berbagai bagian sesekali telanjang atau dengan bunga-bunga steril.

Aglaonema yang juga dikenal dengan nama sri rejeki merupakan anggota family Araceae, satu kelompok dengan tanaman keladi.  Tanaman hias daun ini memiliki 40 jenis, tiga di antaranya yang menjadi favorit pecinta tanaman hias adalah Aglaonema costatum, Aglaonema modestum, dan Aglaonema crispum.Aglaonema ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis seperti di kawasan Asia Tenggara, India, dan Cina.

Habitat alaminya adalah rawa-rawa dan hutan hujan.  Sri rejeki termasuk dalam kelompok tanaman herba yang dapat tumbuh dengan ketinggian 20-150 cm.  Daunnya tersusun berselang-seling pada batang, berbentuk bulat-lonjong, dan memiliki variasi warna dari merah hingga putih-hijau.Getah dari beberapa jenis Aglaonema ada yang mengandung racun.Racun tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit dan peradangan pada bibir, lidah, tenggorokan jika terminum.Aglaonema sangat terkenal sebagai tanaman hias karena tanaman ini memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap berbagai variasi lingkungan dan mudah ditumbuhkan.

Tanaman ini dapat menyesuaikan diri dengan berbagai intensitas cahaya, tidak membutuhkan perhatian ekstra keras dalam perawatannya, dan relatif memiliki daya tahan tinggi terhadap hama.  Sebagian orang Asia (termasuk Cina, Thailand, dan Indonesia) percaya bahwa Aglaonema dapat mendatangkan keberuntungan dan rejeki.  Aglaonema memiliki beberapa varian yang cukup menarik seperti snow white, legacy, cochine, lipstick, dan widuri.  Snow white adalah varian sri rejeki yang memiliki ciri-ciri daun berwarna putih dengan corak-corak hijau yang tersebar rata di permukaannya.Legacy memiliki daun berwarna hijau dengan dominasi corak berwarna merah yang mengikuti alur tulang daun.  Sementara, lipstick memiliki pola warna merah mengelilingi tepi daunnya (jadi seperti bibir yang memakai lipstick).  Cochine merupakan sri rejeki berdaun merah atau warna tembaga.

Bunga biseksual atau berkelamin tunggal, jantan dan betina biasanya pada tanaman yang sama atau fungsional pada tanaman yang berbeda, bunga jantan distal betina ketika berkelamin tunggal; perianth tidak ada atau ini; benang sari 2 – 12, yang berbeda atau yang muncul bersamaan di synandria; ovaryies 1, 1 – 3 (- banyak)-lokulus, sessile atau tertanam di gagang; gaya 1; stigma setengah bulat, berbentuk kepala, atau diskoid Araceae yang terbaik ditandai dengan perbungaan, sebuah berbentuk silindrik atau bulat telur berdaging, gagang bercabang subtended atau dikelilingi oleh seludang perbungaan a. Spathes benar tidak hadir dalam Orontium genus Nearctic dan di Gymnostachys genus Australia. Keluarga tanaman lainnya dengan kompresi seperti gagang perbungaan, seperti Piperaceae dan Cyclanthaceae, juga tidak memiliki struktur yang setara dengan seludang perbungaan (Piperaceae) atau awal gugur bracts (Cyclanthaceae).Tanaman biasanya gundul, jarang puber atau berduri (pubescent di Pistia).Banyak Araceae pameran khas monocotyledonous daun venasi paralel, tetapi beberapa genera memiliki venasi daun bersih lebih khas dikotil.

Klasifikasi Infrafamilial dari Araceae adalah yang diteliti aktif.Klasifikasi hanya keluarga sampai saat ini untuk memanfaatkan teknik filogenetik modern (. SJ Mayo et al, 1997) mengakui tujuh subfamilies, yang tiga direpresentasikan dalam asli Amerika Utara beriklim aroid Flora: Orontioideae (Orontium, Symplocarpus, Lysichiton); Calloideae (Calla ), dan Aroideae (Peltandra, Arisaema, dan Pistia). Acorus, genus historis termasuk dalam Araceae, diperlakukan sebagai keluarga terpisah flora theat berdasarkan morfologi yang luas dan bukti kimia yang mendukung penghapusan dari Arales (Grayum 1987).

Jumlah genus Araceae yang terjadi di Amerika Utara beriklim rendah dibandingkan dengan benua lain, dan taksa primitif secara tidak proporsional terwakili. Orontioideae dan Calloideae, yang meliputi empat dari tujuh marga asli ditemukan di daerah flora, adalah clades basal dalam Araceae.Tanaman dalam subfamilies memiliki negara primitif untuk banyak karakteristik yang Araceae dan karakteristik saham yang berasal beberapa genera dengan aroid lain (MH Grayum 1990). Genera lebih maju asli daerah flora yang mencakup satu genus endemik di selatan Amerika Utara (Peltandra), sebuah genus Lumba dengan distribusi asli pasti (Pistia), dan genus jelas Eurasia di asal (Arisaema).

Araceae mengandung kristal kalsium oksalat, yang sering dikutip sebagai penyebab iritasi intens yang dialami saat menangani atau mengkonsumsi jaringan tanaman baku genera banyak dalam keluarga. Anggapan ini bertentangan dengan fakta bahwa meskipun iritasi umumnya tidak diproduksi oleh tanaman dimasak dengan benar, kristal tetap setelah pemanasan. Senyawa lain karena itu harus terlibat dengan menyebabkan reaksi ini. Studi Dieffenbachia menunjukkan bahwa enzim proteolitik, serta senyawa lain, bertanggung jawab untuk iritasi parah yang disebabkan oleh tanaman ini dan itu raphides kalsium oksalat tidak memainkan peran utama (J. Arditti dan E. Rodriguez 1982). Apakah iritasi disebabkan oleh enzim atau kristal, bahwa aspek Araceae telah menghasilkan genera aroid yang termasuk dalam banyak daftar tanaman.

Tanaman dari beberapa spesies yang dibudidayakan untuk lolos Araceae dan dapat bertahan hidup atau mempelajari ilmu alam, terutama di iklim hangat. Salah satu spesies ini, Colocasia esculenta, tersebar luas cukup untuk menjamin inklusi penuh dalam flora, tetapi spesies lain diperkenalkan Araceae sangat lokal di kejadian. Jarang spesies diwakili oleh spesimen herbarium atau laporan sastra sebagai melarikan diri atau bertahan dari budidaya..Bunga Warna: tidak mencolok, tidak ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ficus elastica Roxb. ex Hornem

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Ficus elastica Roxb. ex Hornem

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Classis   Magnoliopsida
Ordo  Urticales
Familia  Moraceae
Genus  Ficus
Species  Ficus elastica Roxb. ex Hornem

Nama umum

Indonesia         : Karet kebo, karet hutan, kadjai (Sumatra)

Inggris             : Assam rubber

Indian              : rubbertree

Melayu                        : rambong, pokok getah rambong

Pilipina             :balete

 

Habitat

Pohon Ficus adalah tanaman tropis, dan sebagian besar spesies hidup di hutan. Hutan tropis menimbulkan berbagai tantangan untuk flora tinggal di sana, terutama kurangnya cahaya yang tersedia untuk tanaman yang tidak dapat tumbuh cukup tinggi untuk mencapai kanopi (Thumma.2009).

 

Habitus

Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai 20-30 meter. Suku Moraceae biasanya terdiri dari pohon-pohon (Gembong.2009:112). Suku Moraceae berupa pohon, perdu, liana rang herba (Undang.1991:63).

Deskripsi        :

Ara (Ficus, Moraceae) merupakan salah satu marga terbesar tanaman berbunga dengan ca. 750 di seluruh dunia spesies (Ronsted.2008). Sistem akar tunggang,jika lembaga tumbuh terus menadiakar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil (Gembong.2009:92). Batang berkayu, silindris, warna coklat tua, permukaan halus, percabangan meyebar  tak beraturan hingga membentuk pohon yang rindang. Dari batang tersebut keluar akar-akar menggantung dari batang atau cabang yang sudah besar.

Pohon 8-40 meter tingginya. Dalam keadaan liar mula-mula hidupnya ephipthis, banyak akar udara yang menuju ke tanah, yang nantinya masing-masing menjadi batang (steenis.2006:166).

Daun tunggal, bertangkai, tersusun berseling (alternate), bentuk lonjong (elliptica), ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan mengkilat (nitidus), pada pohon yang masih muda panjang daun kurang lebih 35 cm, lebar kurang lebih  15 cm, setelah pohon menjadi dewasa rata-rata panjang daun menjadi lebih kecil dengan panjang kurang lebih  10-15 cm dan lebar kurang lebih  5-7 cm, daun muda berwarna merah hati setelah dewasa menjadi hijau tua, kuncup daun muda tertutup dengan selaput bumbung (ochrea) berbentuk kerucut tajam berwarna merah muda.

Daun dengan tulang daun samping yang halus dan sangat rapat berurutan. Memiliki getah putih (Steens.2006:166). Daun tunggal yang duduknya tersebar dengan daun penumpu yang lebar, kadang-kadang memeluk batang (Gembong.2009:111). Daun tersebar bertangkai cukup panang, seperti kulit, mamanjang atau elips, kerapkali dengan pangkal tumpul dan ujung meruncing, tepi tara. Warna daun dari atas hijau tua mengkilat dan dari bawah berwarna lebih muda dan buram (Steens.2006:167).

Dalam sebuah jurnal penelitian, disebutkan bahwa pada anatomi daun Ficus elastika terdapat kandungan oksalat dan kalsium karbonat kalsium. Kristal kalsium oksalat tersebut terutama ditemukan sebagai druses atau prismatik Kristal (Chih.1997). Kandungan kalium karbonat pada Ficus elastika berupa litosit dan sistolit. Sisitolit adalah Kristal yang dibentuk pada penonjolan ramping dari dinding ke dalam lumen sel. Sedangkan sel yang bersangkutan disebut litosit (Hidayat.1992:32).

Bunga muncul di ketiak daun, berwarna merah kusam, penyerbukan sangat tergantung pada satu jenis kumbang Buah bulat telur, panjang  kurang lebih  1 cm, berwarna kuning kehijauan. Bunga ficus duduk di ketiak, eliptis memanjang dan licin (Steen.2006:166).

Bunga telanjang atau dengan  hiasan bunga yang tidak gugur dan kemudian menjadi tebal berdaging. Bunga jantan dengan tenda bunga yang berbilanga 2-6,  benang sari sama dengan daun hiasan, duduknya berhadapan dengan daun-daun bungabunga batina dengan bakal buah yang tenggelam sampai menumpang, dengan 1 atau 2 tangkai putik,beruang 1 dengan bakal bii yang menggaantung atau terletak di dasarnya (Gembong.2009:112).

Ficus drupacea

Sistematika Ficus drupacea

Kingdom  Plantae

      Divisio  Magnoliophyta

             Classis  Magnoliopsida

                    Ordo  Urticales

                         Familia  Moraceae

                           Genus  Ficus

                                   Species  Ficus drupacea

 

Habitat

Pohon Ficus dapat ditemukan di seluruh dunia. Hampir setiap benua dan pulau di daerah tropis memiliki setidaknya satu jenis ficus asli (Scot.2001). Pohon Ficus adalah tanaman tropis, dan sebagian besar spesies hidup di hutan. Hutan tropis menimbulkan berbagai tantangan untuk flora tinggal di sana, terutama kurangnya cahaya yang tersedia untuk tanaman yang tidak dapat tumbuh cukup tinggi untuk mencapai kanopi (Corine.2008).

Habitus

Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai 20 – 30 m. Suku Moraceae biasanya terdiri dari pohon-pohon (Gembong. 2009:112).  Suku Moraceae berupa pohon, perdu, liana rang herba (Undang.1991:63).

Deskripsi

Ara (Ficus, Moraceae) merupakan salah satu marga terbesar tanaman berbunga dengan ca. 750 di seluruh dunia spesies (Ronsted.2008). Sistem akar tunggang, jika lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil (Gembong.2009:92).

Daun merupakan daun tunggal, berwarna hijau muda. Bangun daun jorong, dengan ujung daun meruncing, pankal daun tumpul, tepi daun rata dan  Peruratan menyirip. Tekstur daunnya seperti kertas (Chui.2002). Daun tersebar bertangkai cukup panang, seperti kulit, mamanjang atau elips, kerapkali dengan pangkal tumpul dan ujung meruncing, tepi tara. Warna daun hijau muda (Steens.2006:167).

Batang berbentuk bundar, berwarna putih kecoklatan, dengan permukaan halus. Pada batang terdapat akar pencekik yang berfungsi sebagai penyimpan air dan nutrisi dari tanah.. Pertumbuhan batangnaya lurus ke atas (Scot.2001). Ketika mengamati buahnya   drupacea Ficus warna merah terang yang besar,  lezat buah ara (Athrea.2001).

 


Adansonia digitata L.

Sistematika Adansonia digitata L.
Kingdom  Plantae

Divisio Magnoliophyta

Classis  Magnoliopsida

Ordo  Malvales

Familia  Bombacaceae

Genus  Adanso

Spesies  Adansonia digitata L.

Habitat:

Pohon raksasa ini dapat tumbuh di daerah panas, hutan kering, daerah berbatu, hingga daerah dengan curah hujan yang rendah.Pohon ini juga disebut-sebut sebagai pohon kehidupan (Tree of Life). Pohon yang berhabitat digurun ini dapat tumbuh antara 25-47 meter dan berdiameter 15. Spesies ini dapat berumur hingga 1500 tahun dan mampu menyimpan air sebanyak 300 liter pada musim hujan.tumbuh di tempat yang cerah, mereka juga dapat menahan suhu sedikit di bawah nol, tetapi untuk waktu yang singkat, dan hanya jika dalam benar-benar kering. Selama musim dingin menimbulkan in berkelana dingin, atau kaca tempered. Penyiraman: Tanaman ini, seperti succulents lainnya, harus disiram hanya selama musim tanam, dari bulan Maret sampai Oktober, selalu memungkinkan tanah benar-benar kering antara waterings. Tumbuh di tanah yang gembur dan berdrainase baik, kaya bahan organik

Habitus:

Jenis pohon, sukulen, succulents yang terbesar di dunia, kebanyakan spesies asli Afrika selatan, hanya A. menonjol dari Australia. Di alam mereka tumbuh pohon-pohon lebih besar, 20-25 meter, dengan laras yang luas dan diperpanjang, yang bisa mencapai 25-30 meter dengan lebar.Baobab ini juga diperbanyak dengan stek.Baobab juga disebut pohon yang terbalik karena minim daun, cabang-cabang Baobab seperti mencuat ke udara, seolah-olah telah ditanam terbalik.

Deskripsi        :

Pohon Baobab atau Asem Buto layak disebut Pohon Raksasa. Pohon bernama latin Adansonia Digitata tingginya ini mampu mencapai 47 meter dengan lingkar batang mencapai 16 meter. Dengan ukurannya yang raksasa itu African Baobab dianggap sebagai pohon terbesar kedua setelah Redwood. Baobab sendiri merupakan nama umum dari tumbuhan anggota genus Adansonia. Genus ini terdiri atas delapan spesies yang 6 di antaranya asli Madagaskar, satu spesies baobab asli Afrika dan satu spesies lagi asli Australia.

Batangnya bisa mengeluarkan air jika lubangi atau dikelet. batang bawah membesar ,permukaan licin ,berkas cabang berlubang,percabangan lateral. batang dan cabang ditutupi dengan kulit kayu tebal coklat keabu-abuan, halus.

Daun berkara. Mereka memiliki daun besar palmate hijau tua, terdiri dari 5-7 daun kecil berbentuk oval, memanjang, pohon-pohon baobab yang gugur, mereka kehilangan saat bulan-bulan musim dingin.

Perbungaan terminal. Pada musim semi, menghasilkan bunga putih besar, terjumbai, kelopak berdaging diikuti oleh buah oval besar. Buahnya mengandung vitamin C yang lebih banyak dari jeruk dan daunnya bisa diolah sebagai sayuran. warna buah putih berbentuk kayak lonceng,kulit buah berbulu.

Manfaat          :

Pohon ini biasa digunakan untuk tempat pemakaman dan sebagai tempat berteduh, lubang-lubang yang terdapat dibatang pohon digunakan sebagai tempat penyimpanan biji-bijian.

Garcinia mangotana L.

 

Kingdom          Plantae

Divisio  Magnoliophyta

Clasis Magnoliopsida

Ordo: Theales

Familia  Clusiaceae

Genus  Garcinia

Spesies  Garcinia mangostana L.

Nama Lokal    :

Indonesia         : Manggis, Manggu

Inggris             : Mangosteen

Melayu            : Manggis

Vietnam           : Mang Cut

Thailang          : Mangkhut

Pilipina             : Manggis

Habitat

Manggis atau yang sering dijuluki queen of fruit ini memiliki nama kimia Garnicia mangostana. Merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesi. Tanaman ini sukar dikembangkan, terutama karena pertumbuhannya yang sangat lambat dan memerlukan beberapa tahun agar sistem perakaran dapat benar-benar efektif.

Manggis merupakan tanaman budidaya di daerah tropis. Tumbuhan ini tumbuh subur pada kondisi dengan banyak mendapat sinar matahari, kelembaban tinggi, dan musim kering yang pendek (untuk menstimulasi perbungaan). Pada kondisi kering, diperlukan irigasi untuk menjaga kelembapan tanah. Tumbuhan ini ditanam hingga ketinggian 1000 m dpl (20 – 40°C) di daerah tropis, namun pertumbuhan maksimal berlangsung di daerah dataran rendah.

Deskripsi        :

Pohon berumah dua, tinggi mencapai 25 m, berbatang lurus dan bertajuk menyerupai kerucut. Semua bagian tanaman mengelurkan getah kuning apabila dilukai. Daun berhadapan, lonjong atau jorong, kaku menyerupai kulit, permukaan atas lokos dan hijau terang sedang permukaan bawah hijau kekuningan. Bunga tunggal atau berpasangan di ujung-ujung percabangan; berdaun kelopak 4 yang tersusun dalam 2 pasang; daun mahkota 4, tebal dan berdaging, hijau kekuningan dengan pinggir kemerahan; staminodium banyak. Buah bani membulat, apabila masak ungu gelap, kelopak masih tetap menempel pada buah. Berbiji sampai 3, setiap biji dibungkus oleh aril yang putih.

Manfaat          :

Selain buahnya yang enak dimakan, kulit buah Manggis juga dapat digunakan untuk menyamak kulit dan bahan pewarna hitam. Kayunya yang ke-merahan  dapat dimanfaatkan untuk bahan alat pertukangan.  Khasiat buah manggis untuk kecantikan selain itu, menyembuhkan dan pencegahan penyakit kanker, mengurangi berat badan, mencegah penyakit jantung, mengurangi tekanan darah tinggi, mengobati dan mencegah diabetes, menurunkan kolestrol, mengatasi gangguan pernapasan, memelihara kemampuan mental dan mencegah gangguan penglihatan . Buah ungu yang satu ini sering disebut sebagai “buah super”, Karena mengandung banyak antioksidan dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan  dan kecantikan. Sekarang ini buah tersebut umum digunakan sebagai suplemen gizi. Untuk opsi natural, manusia dapat mengkonsumsi segelas jus manggis untuk dosis harian.

Manfaat lainnya bagi kesehatanpun sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah:Membantu tubuh dalam memerangi radikal bebas, yakni tanda-tanda penuaan fisik.Radang dan nyeri juga bisa diatasi dengan kandungan Xanthone yang ada di dalam manggis. Ia berfungsi melawan aneka peradangan di dalam tubuh. Xanthone sendiri adalah zat kimia yang befungsi untuk meningkatkan sistem imun di tubuh. Kandungan Xanthone pada manggis juga sering digunakan untuk membuat aneka obat penahan rasa sakit.Kandungan nutrisi lain yang ada pada buah manggis adalah catechins, polysaccharides, quinones, stilbenes and polyphenols.

Catechins terbukti mengandung lima kali antioksidan dibanding vitamin C, sedangkan Polysaccharides dan Quinones dikenal sebagai anti bacterial, sehingga dapat melindungi tubuh dari bakteri manapun. Keduanya juga berfungsi sebagai pencegah kanker, dan terakhir Stilbenes adalah zat mencegah timbulnya aneka jamur yang merugikan tubuh.

Caryota mitis Lour.

Sistematika Caryota mitis Lour.

Kingdom  Plantae

Divisio Magnoliophyta
Clasis Liliopsida
Ordo  Arecales
Familia  Arecaceae

Genus  Caryota

Spesies  Caryota mitis Lour.

Nama lokal     :

Indonesia : Palem saray, palem sarai, palem ekor ikan, gandhuru

Inggris      : Fishtail palm

Thailand    : Tau Rang

Habitat            :

Hutan hujan dataran rendah hingga tinggi, dari permukaan laut hingga 1500 m.

Deskripsi        :

Daun Bipinnate, 8 sampai 10 daun hijau muda,. Panjang upih daun hingga 150 cm, hancur membentuk jalinan serabut hitam tanpa crownshaft. Tangkai daun pendek hingga panjang, 4-150 cm (lebih panjang waktu muda). Anak daun sekitar 25 disetiap sisi anak tulang perbungaan, berbentuk baji, panjang 8-12 cm, berujung terkoyak, tersusun tersusun teratur, mendatar atau ditepian, irisan dibagian dasar berbentuk V (induplicate), dengan bentuk karakteristik lembar daun berbentuk buntut ikan. Batang clustering ditutupi dengan serat dan sisa-sisa tangkai daun, Di bawah, Trung abu-abu, tertutup lapisan lilin,  4 sampai 8 inci dengan diameter (10 sampai 20 cm).

 

Manfaat          :

Batang untuk bangunan, sebagai bahan pembuat alat perabot rumah tangga, tulang daun dapat dijadikan sebagai alat pancing, buahnya dapat dimakan dan kadang digunakan sebagai pengganti buah pinang.


Sirsak (Annona muricata L.)

Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisio  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Magnoliales
Familia Annonaceae
Genus: Annona
Spesies: Annona muricata L.

Nama lokal     :

Nama daerah: nongko sabrang (Jawa) Sirsak, nangka belanda, atau durian belanda (Annona muricata L.) adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang,nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris(Madura), srikaya jawa (Bali), deureuyan belanda (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung).

Deskripsi :

Mempunyai Daun sirsak berbentuk bulat telur agak tebal dan permukaan pada bagian atas yang halus berwarna hijau tua sedangkan pada bagian bawahnya mempunyai warna yang lebih muda. akar buah sirsak berupa akar tunggang mempunyai batang berkayu dan dapat hidup menahun bunga tunggal dalam berkas 1-2 berhadapan / disamping daun mahkota daun mahkota segitiga berbentuk majemuk agregat bertekstur empuk daging buahnya berwarna putih berbiji banyak dan mempunyai duri yang pendek mempunyai cita rasa yang manis biji dalam satu buah agregat berjumlah banyak berwarna hitam mengkilat


Musa paradisiacal

 

 

 

 

SISTEMATIKA

Kingdom : Plantae (Tumbuhan )

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga )

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Ordo : Zingiberales

Famili: Musaceae

Genus:Musa
Spesies:Musaparadisiaca

 

DISKRIPSI

Habitat

Habitat Musa paradisiacal berdasarkan pengamatan adalah di Kebun Raya Porwodadi-Pasuruan. Kebun Raya Purwodadi berupa dataran rendah, keadaan tanahnya subur dan juga agak basah. Kelembapannya tinggi dengan pencahayaan matahari yang cukup, sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung secara sempurna.. Pengamatan ini dilakukan pada jam 09.00-13.00 WIB.

 

Habitus
Habitus Musa paradisiacal berupa pohon semu yang berukuran sedang dengan  diameter 20 cm dan bisa lebih besar lagi.

Akar

Akar Musa paradisiacal bisa tumbuh pada batang dan bonggolnya. Akan tetapi tumbuhnya akar pada batang dengan catatan batang itu di tempelkan di tanah.maka akar akan tumbuh dan juga tumbuh tunas. Akarnya termasuk akar tunggang. Akar Batang pisang berakar rimpang dan tidak mempunyai akar tunggang Akar ini berpangkal pada umbi batang. Akar terbanyak berada dibagian bawah sampai kedalaman 75-150 cm. Sedangkan akar yang bearada dibagian samping umbi batang tumbuh kesamping dan mendatar, panjangnya dapat mencapai 4-5 meter. Ada dua macam perakaran yaitu perakaran utama, akar batang yang menempel pada bonggol batang dan perakaran sekunder, akar tumbuh dari perakaran utama sepanjang 5 cm dari pangkal akar (nisa, 2009)

Batang Musa paradisiacal disebut batang semu. Batangnya silindris sempurna, dengan diameter 20 cm dan bisa lebih. Dan tinggi pohon pisang itu antara 2 meter-4meter dan bisa lebih. Batangnya mempunyai ciri berair, lurus dan tidak ada percabangan.

Batang pisang sebenarnya terletak dalam tanah berupa umbi batang. Dibagian atas umbi batang terdapat titik tumbuh yang menghasilkan daun danpada suatu saat akan tumbuh bunga pisang ( jantung) . Sedang yang berdiri tegak diatas tanah yang biasanya dianggap batang itu adalah batang semu. Batang semu ini         terbentuk dari pelepah daun pisang yang saling menelungkup dan menutupi dengan kuat dan kompak sehingga bisa berdiri tegak seperti batang tanaman. Tinggi batang semu ini berkisar 3,5 – 7,5 meter tergantung jenisnya (nisa, 2009).

Bonggol adalah batang pisang yang terdapat didalam tanah. Pada sepertiga bagian bonggol sebelah atas terdapat mata calon tumbuh tunas anakan (nisa, 2009).

Daun Musa paradisiacal merupakan daun tunggal(folium simplek). Daunnya merupakan daun lengkap yang mempunyai upih daun/pelepah daun(vagina), tangkai daun(petiolus), helaian daun(lamina). Permukaan daunnya berselaput lilin, yang   berwarna putih. Pada umumnya warna daun pada sisi atas tampak lebih hijau, licin, atau mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun. Perbedaan warna tadi disebabkan karena warna hijau lebih banyak terdapat pada lapisan atas dari pada di lapisan bawah.

Lembaran daun (lamina) pisang lebar dengan urat  daun utama menonjol berukuran besar sebagai pengembangan morfologis   lapisan batang semu (gedebong). Urat daun utama ini sering disebut  sebagai pelepah daun. Lembaran daun yang lebar berurat sejajar dan tegak lurus  pada    pelepah daun.  Urat daun initidak ada ikatan daun yang kuat ditepinya sehingga daun mudah sobek akibat terkena angin kencang (nisa, 2009).

Bunga Musa paradisiacal berbentuk seperti udang yang mana terdapat lapisan putih dengan stigma warna kuning. Bunga pada Musa paradisiacal ini akan tumbuh menjadi buah.jadi pisang yang selama ini kita makan merupakan metamorfosa dari bunga yang tumbuh besar menjadi buah. Didalam buah juga terdapat biji, yang berwarna hitam, keras, dan agak bulat.

Bunga pisang berupa tongkol yang sering disebut jantung. Bunga ini muncul dari primodia yang terbentuk pada bonggolnya. Perkembangan primodia bunga memanjang keatas hingga menembus inti batang semu dan keluar inti batang semu.          Bunga jantan dan bunga betina terjalin dalam satu rangkaian yang terdiri dari 5-20             bunga. Rangkaian bunga ini nantinya membentuk buah, yang disebut satu sisir. Satu bunga jantung dapat pula terdiri dari 1-2 rangkaian bunga sehingga deretan sisirnya sangat panjang, misalnya pisang seribu (nisa,2009).

Buah Musa paradisiacal rangat lembut, segar dan biasanya berwarna kuning. Akan tetapi ada juga jenis pisang yang pada waktu masak berwarna putih.Didalam buah pisang terdapat biji yang berwarna hitam, dan biji itu akan berwarna hitam dan keras apabila buahnya sudah matang dengan sempurna. Kulitnya buah pisang  memiliki ketebalan 1 cm atau lebih. Lapisan kulit pisang antara yang luar dan dalam sangat berbeda, yakni apabila lapisan yang di dalam terasa lembek dan becek, akan tetapi lapisan yang luar terasa kering dan mengkilat. Aroma pisang sangat khas, berkembangnya buah pisang itu dari atas kebawah.
Kulit buah kuning kemerahan dengan bintik- bintik coklat. Daging buah agak orange. Satu tandan terdiri dari 8-12 sisir. Dalam setiap sisir terdiri dari 12-20 buah. Bentuk, warna dan rasa buah digunakan untuk menentukan klon /jenis tanaman pisang. Adapun pembentukan buah pisang sesudah keluar, maka akan terbentuk sisir pertama, kemudian memanjang lagi dan terbentuk sisir kedua dan ketiga dan seterusnya. Jantungnya perlu dipotong sebab sudah tidak bisa menghasilkan sisir lagi (Nisa, 2009)

            Biji buah Musa paradisiacal berwarna hitam mengkilat, keras dan apabila di makan rasanya pahit. Biji Musa paradisiacal berbentuk agak bulat, kecil-kecil. Pohon pisang ini memang mempunyai biji akan tetapi perkembangbiakannya tidak menggunakan biji tersebut, melainkan dengan menggunakan tunas. Tunas itu bisa tumbuh pada bongkol atau pun pada batangnya.

Manfaat
Manfaat Musa paradisiacal dalam ilmu kesehatan, tidak terlepas dari kandungan gizi pisang yang meliputi( Syakur, 2011):

  • Lemak 0,2 gram
  • Protein 1,2 gram
  • Karbohidrat 25,8 gram
  • Serat 0,7 gram
  • Besi 0,5 gram
  • Fosfor 28 gram
  • Kalsium 8 mg
  • Vitamin C 3 mg
  • Vitamin B 0,08 mg
  • Vitamin A 44 RE

Asam folat merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh janin untuk perkembangannya di dalam rahim. Pisang mengandung asam folat sehingga sangat bagus dikonsumsi untuk ibu hamil. Karena pisang juga mengandung kalori yang cukup tinggi jadi berhati hatilah jangan sampai terlalu banyak mengkonsumsi pisang agar manfaat pisang yang didapatkan oleh ibu hamil akan maksimal. satu butir pisang bisa mempunyai kalori 80-100 kalori( Syakur, 2011).

Penderita hipertensi  dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan rendah garam. Kandungan garam yang rendah dan adanya kandungan kalium yang tinggi pada pisang menjadikan pisang buah yang cocok dikonsumsi untuk penderita darah tinggi/ hipertensi. Kandungan rata rata kalium untuk satu butir pisang adalah 500mg. Jumlah ini mampu menurunkan tekanan darah dan juga bisa menjaga keseimbangan cairan didalam tubuh Hasil penelitian dari Journal of the American College of Cardiology menyimpulkan bahwa asupan kalium harian sebesar 1600mg (setengah dari jumlah yang dianjurkan untuk konsumsi harian yang berjumlah 3500mg) bisa menurunkan risiko stroke lebih dari seperlima. Ilmuwan dari universitas Warwick dan naples mengatakan bahwa saat ini jumlah asupan kalium harian di banyak negara masih dibawah jumlah yang disarankan. Terlalu sedikit asupan kalium akan mengakibatkan gejala gejala mual,denyut jantung tidak teratur, diare serta cepat marah( Syakur, 2011).

Asam lambung yang tinggi dapat dinetralkan jika mengkonsumsi pisang yang dicampur dengan susu cair. Hidangkan segelas susu cair yang dicampur pisang untuk menetralkan asam lambung. Cholik pun dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi pisang yang dicampur susu cair ini, sehingga susu cair dicampur pisang sangat cocok bagi anak anak kecil/ bayi yang sering menderita cholik( Syakur, 2011).

Manfaat pisang tidak hanya dari buahnya saja, namun manfaat daun pisang bisa untuk mengobati luka bakar. Abu daun pisang yang dicampur dengan minyak kelapa mempunyai efek mendinginkan kulit serta meringankan luka bakar jika dioleskan pada daerah yang terbakar tersebut( Syakur, 2011).

Bubur buah pisang dicampur madu dengan sedikit susu dapat dipakai untuk menghilangkan jerawat. Cara pemakaian Ramuan bubur tersebut adalah dioleskan pada wajah selama 30-40 menit. Setelah selesai bilaslah dengan air hangat kemudian bilaslah dengan air dingin, lakukan cara ini secara konsisten selama 2 minggu dan lihatlah hasil dari manfaat pisang bagi kesehatan kulit  ini ( Syakur, 2011).

Setelah memakan pisang , para penderita depresi merasa lebih baik. Setelah diteliti hal ini karena pisang mengandung protein  tryptophan,protein ini kemudian akan diubah menjadi serotonin yang akan memperbaiki mood, menjadi lebih rileks dan membuah bahagia( Syakur, 2011).

kandungan kalsium yang juga tinggi di dalam pisang membantu meningkatkan kemampuan berkonsentrasi serta lebih waspada. Manfaat pisang ini menjadikan pisang akan meningkatkan kemampuan belajar siswa sekolah( Syakur, 2011).

Manfaat pisang bagi penderita anemia adalah pisang bisa merangsang produksi hemoglobin sehingga hal ini akan mengatasi anemia( Syakur, 2011).

Manfaat pisang tidak hanya dari buahnya saja, namun manfaat daun pisang bisa untuk mengobati luka bakar. Abu daun pisang yang dicampur dengan minyak kelapa mempunyai efek mendinginkan kulit serta meringankan luka bakar jika dioleskan pada daerah yang terbakar tersebut( Syakur, 2011).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

            Berdasarkan pengamatan yang telah praktikan lakukan pada hari Minggu tanggal 01 April 2012 pada pukul 09.00 s/d 12.00 Wib, yang bertempat di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan. Pengamatan ini ditujukan untuk memenuhi tugas ( Kuliah Kerja Lapangan) untuk mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Tinggi ( TTT ). Pada saat pengamatan praktikan dapat mengidentifikasi sebanyak 38 jenis spesies yang termasuk kedalam 15 Familia, yang terurai sebagai berikut:

  1. 1.    Araceae

Pothos.sp, Sphatiphyllum, Aglaonema, Monstera, orania aruensis, Pinanga caesia, Actiorhyis, Rhapidophora

  1. Rutaceae

Limonia accidisima

  1. Sapotaceae

Manilkara kauki ( Sawo kecik )

  1. Anacardeaceae

Mangifera indica, Psidium guajava

  1. Mrytaceae

Sysygium, Melalegea alternifolia

  1. Bumbaceae

Ceiba pentandra, Adonsonia digitata , Randu alas

  1. Musaceae

Musa paradiaca. Sp,

  1. Anonaceae

Annona muricata ( Sirsat ), Annona squomosa ( Srikaya )

  1. Brignoneaceae

Kigelia apricano ( Asam afrika )

  1. Rubiaceae

Ixora sp, Ixora Coccinea

  1. Apoceae

Pulmeria alba (Kamboja)

  1. Agaveceae

Sensivierra Arisfosciata

  1. Moraceae

Ficus elastic, Ficus irata, Ficus benjamina, Ficus Binnendijkin, Ficus drupaceae,

  1. Residaceae

Haringtonia asetika ( Pohon Perdamaian )

  1. Santalaceae

Santalum album ( Cendana )

Dari hasil pengamatan kita juga menemukan bebrapa jenis dan prbedaan yang ada pada kaktus yaitu kaktus Entong ( opuntia Sp ), Euporbia laktea ( aktus tak bergetah atau disebut juga kaktus modern ), Opuntia Tomertosa ( Kaktus primitive, tidak adanya duri pada tubuhnya )

Apabila kita simpulkan dari 38 spesies yang tergolong kedalam 15 famili tersebut 90% tergolong kedalam kelompok Magnoliophyta ( Angiosperma ) dan hanya beberapa diantaranya yang msuk kedalam kelas LILIOOPSIDA ( Sensiviera trifosciata ).

5.2 SARAN

            Dari analisis sementara, Pengamatannya sudah Effektife tapi kurag Effisien, Hal ini Dikarenakan waktu yang diberikan untuk pengamatan Hanya sekitar 2 jam saja, Apabila meengingat luas kebun raya purwodadi ±85 hektar, Meskipun kita tidak bisa mengamati secara keseluruhan akan tetapi dengan mengenal saja sudah cukup. Jadi untuk pengamatan selanjutnya diharapkan agar lebih efisien lagi dalam penggunaan waktu yang telah tersedia.

Daftar Pustaka

 

Alifan, B. 2008. Jenis Pengelompokan Tumbuhan. Malang: Jurnal Ilmiah. Diakses pada tanggal 29 Desember 2010

Anonim.2003. Laporan Bulanan UPT Balai Konservasi Kebun Raya Purwodadi. Pasuruan: UPT Balai Konservasi Kebun Raya Purwodadi.

Athra, Vava. 2001. Nature Watch Trees with a Difference: The Strangler Figs. American: Natural Article

Bakosurtanal.2001.atlas flora fauna Indonesia. Jakarta : garsindo

Bangun,Sarwono,2002. Sehat dengan ramuan tradisional.Khasiat dan manfaat mengkudu. Jakarta: Agro Media Pustaka

Brotowijoyo, Mukayat, D. 1989. Tumbuhan Tingkat Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Brotowijoyo, Mukayat, D. 1989. Tumbuhan Tingkat Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Chi-Chih Wu, dkk. 2002. Calcium crystals in the leaves of some species of Moraceae. Taiwan:   Botanical Bulletin of Academia Sinica, Vol. 38

Dasuki, Undang Ahmad. 1991. Sistematika Tumbuhan Tinggi. Bandung : ITB.

Dasuki, Undang Ahmad. 1991. Sistematika Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB

Hidayat, Estiti. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bamdung: ITB

Konservasi Flora Nusantara. Bogor: UPT Balai Pengembangan Kebun Raya Bogor

Mabberley.1997.The plant book. Germany : Camridge University Press

Mulyono,Edan T,Marwati.2005.Kajian Prosespemurnian Minyak Kenanga. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian.

Mulyono,Edan T,Marwati.2005.Kajian Prosespemurnian Minyak Kenanga. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian.

Munandjar Widyatmika. 2007. Kapita Selekta Muatan Lokal Nusa Tenggara Timur. Halaman 26 – 30. Pusat Pengembangan Madrasah. Kupang.

Munandjar Widyatmika. 2007. Kapita Selekta Muatan Lokal Nusa Tenggara Timur. Halaman 26 – 30. Pusat Pengembangan Madrasah. Kupang.

Ong hean. 2004. Buah , khasiat makanan dan ubat ubatan . kuala lumpur : taman klang jaya

Radioputro. 1996. Klasifikasi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga.

Ronsted. 2008. Reconstructing the phylogeny of figs (Ficus, Moraceae) to reveal the history of the fig pollination mutualism. Balapan: Symbiosis

Steenis,van.2006. Flora untuk Sekolah di Indonesia. Jakarta: PT. Pradnya Paramitha

Steens, Van. 2006. Flora. Jakarta: Pradnya Paramita

Sudarnadi, H. 1996. Tumbuhan Monokotil. Editor: Guharja, E. Jakarta: Penebar Swadaya

Sutarna,dkk. 2001. Keanekaragaman Flora Hutan Jobolarangan Gunung Lawu: 2 Spermatophyta. Surakarta: Plants Biodiversity of Jobolarangan Forest Mount Lawu: 2. Spermatophyta

Syukur, Chepy. 2001. Tanaman Obat Anti Kanker. Bogor: Swadaya Cipta

tjitrosoepomo, gembong. 1996. spermatophyta. Yagyakarta: ugmpress

Thomas, vein. 2011. Rutaceae : limonia.hoptree.agathosoma. bael.list. of rutaceae genera.  England.  General book

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Taksosnomi Tumbuhan [Spermatophyta]. Yogyakarta: UGM

Widjaja, E. 1997.Konservasi jenis-jenis bambu di Indonesia.Prosiding Seminar Nasional.

yanik, Eni. 2009. tanaman herba. Bandung: Gramedia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: