KKL

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.  Latar Belakang

Observasi merupakan kegiatan penting yang dilakukan oleh saintis untuk memperoleh data dan gambaran lapangan. Observasi ada dua macam yakni observasi partisipan dna non partisipan. Observasi partisipan yakni peneliti terlibat dalam objek pengamatan, sedangkan observasi non partisipan merupakan peneliti tidak terlibat secara langsung, hanya sekedar pengamatan dan pencatatan pengamatan. Salah satu kegiatan observasi non partisipan adalah kegiatan pengamatan tanaman – tanaman yang terdapat di Kebun Raya Purwodadi – Pasuruan, Jawa Timur. Observasi ini dilakukan dalam rangka berproses dalam membentuk jiwa saintis, peduli terhadap tanaman, lebih memperkaya memori dalam menghafal jenis – jenis tanaman dan refresing otak.

Kebun Raya Purwodadi merupakan Kebun botani (atau taman botani) atau suatu lahan yang ditanami berbagai jenis tumbuhan yang ditujukan untuk keperluan koleksi, penelitian, dan konservasi exsitu (di luar habitat). Selain untuk penelitian, kebun botani dapat berfungsi sebagai sarana wisata dan pendidikan bagi pengunjung. Arboretum adaalh semacam kebun botani yang mengkoleksi pepohonan. Sehingga sangat cocok dalam menambah wawasan keilmuwan kita dalam keanekaragaman tanaman.

Surat Al An’aam (95)

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling?”

Surat An Nahl (11)

Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Jelaslah kebasaran Allah swt. dalam dunia ini yang menumbuhkan berbagai macam tanaman – tanaman sehingga makhluknya wajib mengetahui agar makhluknya menjadi Ulul Albab. Sehingga, dengan observasi ke Kebun Raya Purwodadi setidaknya dapat memberikan wawasan baru dalam botani dan menambah koleksi keilmuan manusia.

 


 

1.2.  Tujuan

Tujuan dalam Observasi ke Kebun Raya Purwodadi antara lain:

  1. Untuk mengetahui jenis – jenis familia tanaman di Kebun Raya Purwodadi
  2. Untuk mengetahui teknik – teknik pembuatan herbarium
  3. Untuk mengetahui biosistematika penanaman pohon Kebun Raya Purwodadi
  4. Untuk memenuhi tugas kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah
  5. Untuk Refresing dan peremajaan mata

1.3.  Manfaat

Manfaat dalam Observasi ke Kebun Raya Purwodadi antara lain:

  1. Dapat mengetahui jenis – jenis familia tanaman di Kebun Raya Purwodadi
  2. Dapat mengetahui teknik – teknik pembuatan herbarium
  3. Dapat  mengetahui biosistematika penanaman pohon Kebun Raya Purwodadi
  4. Dapat memenuhi tugas kuliah Taksonomi Tumbuhan Rendah
  5. Dapat meRefresing dan peremajaan mata


 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

A. Herbarium

Herbarium adalah kumpulan tumbuhan kering yang dipress dan ditempelkan pada lembaran kertas, biasanya kertas manila yang menghasilkan suatu label dan data yang terinci dan disimpan dalam rak-rak atau lemari besi dalam urutan menurut aturan dimana herbarium itu disimpan.

Herbarium sangat penting untuk digunakan dalam pekerjaan taksonomi dan terdiri dari koleksi basah atau koleksi kering yang tidak dipres. Tiap-tiap specimen digunakan untuk mengidentifikasi specimen-spesimen yang baru yang tidak diketahui namanya, yaitu dengan cara membandingkannya antara tumbuhan yang ingin diketahui namanya dengan spesimen sudah diketahui namanya.

Cara Pembuatan Herbarium

  1. Herbarium Basah
    1. Dibersihkan tanaman
    2. Disediakan botol dan tutup
    3. Alcohol 70%
    4. Ditutup rapat dan diberi label
    5. Setiap larutan keruh diganti
    6. Data harus tercatat misal wrna bunga, bau, getah
    7. Herbarium Kering
      1. Disediakan bahan
      2. Tanaman dibungkus kertas Koran disiram alcohol kemudian dimasukkan ke plastic hitam kemudian ditutup dan di lak ban
      3. Dibuka untuk pengeringan
      4. Diletakkan tanaman di bingkai yang terdiri dari tingkatan bahan mulai dari pertama bamboo kemudian seng, Koran lalu tanaman
      5. Diikat dengan sabuk kayu
      6. Dijemur berdiri di bawah matahari
      7. Disiapkan kertas manila dan di pindah
      8. Diberi Label

 


BAB III

Metode Observasi

 

3.1.  Waktu dan Tempat

Observasi dilakukan pada hari Minggu, 1 April 2012, jam 08.00 WIB – 12.00 WIB. Observasi dilaksanakan di Kebun Raya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan – Jawa Timur.

3.2.  Alat dan Bahan

  1. Penggaris
  2. Kamera Digital/ HP
  3. Peralatan Tulis
  4. Familia Tanaman Kebun Raya Purwodadi

3.3.  Metode Observasi

Metode observasi menggunakan dalam observasi

  1. Observasi non partisipan
  2. wawancara

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

 

4.1 Tentang Kebun Raya Purwodadi

Kebun Raya Purwodadi terletak di Jalan Raya antara Surabaya-Malang tepatnya di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kawasan konservasi ini menempati lahan seluas 85 hektar. Kebun raya ini Didirikan atas prakarsa Dr. L.G.M. Baas Becking pada 30 Januari 1941.

Kebun Raya Purwodadi sedikitnya memiliki 2.344 spesimen anggrek, 30 jenis bambu, 150 jenis polong-polongan, 117 jenis palem-paleman, 60 jenis paku-pakuan, dan banyak lagi yang lainnya.

Gambar KEBUN RAYA PURWODADI

Untuk menuju lokasi Kebun Raya Purwodadi dapat ditempuh ± 65 KM dari Surabaya ke arah Malang, atau ± 24 KM dari Malang ke arah Surabaya, atau ± 30 KM dari Pasuruan. Waktu buka adalah Buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB s/d 16.00 WIB.

Sejarah Kebun Raya Purwodadi

Didirikan pada tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. L.G.M. Baas Becking. Kebun ini merupakan salah satu dari 3 cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalah Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Pengelolaan seluruh Kebun Raya ini berada di bawah tanggung jawab LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Mula-mula kebun ini dipergunakan untuk kegiatan penelitian tanaman perkebunan. Kemudian pada tahun 1954 mulai diterapkan dasar-dasar per-kebunraya-an yaitu dengan dimulainya pembuatan petak-petak tanaman koleksi. Sejak tahun 1980 sebagian tanaman ditata kembali menurut kelompok suku yang menganut klasifikasi sistem Engler dan Pranti. Dalam perkembangannya diharapkan UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Purwodadi akan menjadi pusat konservasi dan penelitihan tumbuhan iklim kering di daerah tropis.

Kebun ini merupakan salah satu dari 3 cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalab Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor). Kebun Raya Indonesia merupakan Unit Pelaksana (Kebun Raya Bogor), Kebun Raya Indonesia merupakan Unit Pelaksana Teknis yang bernaung dibawah dan bertanggung jawab kepada Deputi Ketua LIPI Bidang IPA. Yang pembinan sehari-hari dilakukan oleh Kepala Pusaat Penelitian dan Pengembangan (Pulitbang Biologi). Pengelolahan seluruh Kebun Raya ini berada dibawah tanggung jawab LIPI (Lembaga IImu Pengetahuan Indonesia).

Lokasi Kebun Raya ini terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan Lokasi ini terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jarak dari kota Malang adalah 24 km ke arah utara, dan dari kota Pasuruan 30 km ke arah barat daya dan dari kota Surabaya 65 km ke arah selatan. Luas Kebun Raya Purwodadi sakitar 85 ha, pada ketinggian 300m dpl dengan topografi datar sampai bergelombang. Curah hujan rata–rata per tahun 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret dengan suhu berkisar antara 22º – 32º C

Konsolidasi Kebun Raya Purwodadi

Visi

Menjadi Kebun Raya terbaik kelas dunia, terutama dalam bidang konservasi tumbuhan dataran rendah, penelitian dan pelayanan  dalam aspek botani, pendidikan lingkungan, hortikultura, lansekap dan pariwisata

 

Misi

Melestarikan, mendayagunakan dan mengembangkan potensi tumbuhan melalui kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, rekreasi serta peningkatan apresiasi masyarakat terhadap kebun raya, tumbuhan dan lingkungan dalam upaya pemanfaatan yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

Tujuan

  1. Meningkatkan pengelolaan koleksi dan data ilmiah perkebunrayaan
  2. Meningkatkan upaya konservasi tumbuhan langka,endemic,bernilai ekonomi dan bernilai ilmu pengetahuan
  3. Meningkatkan penelitian dan pengembangan di bidang botani, konservasi, dan hortikultura dalam rangka konservasi dan pendayagunaan tumbuhan

Tugas dan Fungsi Kebun Raya Purwodadi

Tugas utama adalah melakukan inventarisasi, eksplorasi dun konservasi tumbuh-tumbuhan dataran rendah kering yang mempunyai nilai ilmu pengetahuan dan ekonomi.

Fungsi Kebun Raya Purwodadi :

  1. Melakukan inventarisasi, eksplorasi dan konservasi tumbuh-tumbuhan yang
  2. mernpunyai nilai ilmu pengetahuan dan ekonomi, langka dan endemik. Terutama untuk flora Indonesia dari dataran rendah kering.
  3. Menyediakan fasilitas penelitian, pendidikan dan pemanduan, khususnya di bidang botani.
  4. Menyediakan fasilitas rekreasi di alam terbuka.

 

Lokasi Kebun Raya Purwodadi

Terletak di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Lokasi ini terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jarak tempuh dari Malang adalah 24 Km ke arah Utara, dari Pasuruan 30 Km ke arah Barat Daya, dan dari Surabaya 65 Km ke arah Selatan.

Luas Kebun Raya Purwodadi sekitar 85 ha, pada ketinggian 300 m dpl dengan topografi datar sampai bergelombang. Curah hujan rata-rata per tahun 2366 mm dengan bulan basah antara bulan November dan Maret dengan suhu berkisar antara 22° – 32°C.

Gamabar Denah Kebun Raya Purwodadi

Jalur Transportasi Transportasi menuju Kebun Raya Purwodadi – LIPI sangat mudah dan lancar, karena terletak di tepi jalan besar yang menghubungkan 3 kota, yaitu Malang, Surabaya, dan Pasuruan. Jalan Darat Terdapat 2 terminal sebagai alternatif tempat pemberangkatan menuju Kebun Raya Purwodadi – LIPI. Untuk area Malang dan sekitarnya, tersedia teminal bus Arjosari. Sedangkan untuk daerah Surabaya terdapat terminal Bungurasih. Kebun Raya Purwodadi – LIPI dilewati oleh jalur bus Surabaya-Malang dan angkutan antar kota Malang-Pasuruan atau Malang-Pandaan selama 24 jam.

Jalur Udara Ada 2 alternatif bandara untuk menuju Kebun Raya Purwodadi. 1. Bandar udara (Bandara) di Malang, Abdurrahman Saleh, hanya melayani penerbangan domestik. 2. Bandar Udara (Bandara) di Surabaya, Juanda, melayani penerbangan domestik dan internasional. Transportasi dari dan menuju Bandara tersedia baik taksi, travel maupun bus.

Kereta Api Perjalanan dengan Kereta Api, terdapat stasiun perberangkatan dan sekaligus pemberhentian yang paling dekat dengan Kebun Raya Purwodadi, yaitu, Stasiun Lawang. Untuk kereta kelas Bisnis dan Eksekutif hanya melayani jurusan Surabaya-Malang atau sebaliknya, sedangkan untuk kelas Ekonomi melayani semua jurusan kota-kota di Jawa Timur. Bagi pengunjung dari luar Jawa Timur, bisa menggunakan stasiun Malang Kota Baru ataupun stasiun Gubeng dan Semut di Surabaya sebagai tempat pemberhentian maupun pemberangkatan.

Unit – Unit Kebun Raya Purwodadi

  1. 1.      Pelayanan dan reservasi online :

Tim Unit Jasa dan Informasi

  1. 2.      Kios Botani :

Tim Reintroduksi dan pengembangan

  1. 3.      Penelitian :

Tim Peneliti dan konservasi ex-situ

  1. 4.      Arsip:

Tim Unit Umum

 

Koleksi – Koleksi Kebun Raya Purwodadi

  1. 1.      Koleksi Anggrek

Ditempatkan di rumah kaca yang kondisinya disesuaikan dengan habitat alaminya. Ada sekitar 2.344 spesimen anggrek alam yang terdiri atas 319 jenis, 69 marga, dan 277 masih sp.. Sekitar 7 jenis merupakan anggrek endemik Jawa Timur seperti Appendicula imbricata, Dendrobium arcuatum, Paphiopedilum glaucophyllum (anggrek selop), dan lain-lain.

Gambar Anggrek Koleksi Kebun Raya

  1. 2.      Koleksi Paku-Pakuan

Koleksi ini ditata di bawah pepohonan besar dan rindang, karena tumbuhan ini membutuhkan tempat rindang dan lembab. Koleksinya mencapai 60 jenis, 36 marga dan 21 suku. Diataranya Paku Sarang Burung (Asplenium nidus), Suplir (Adiantum trapeziforme), Paku Hata (Lygodium circinnatum), dan Paku Tanduk Rusa/ Simbar Menjangan (Platycerium coronarium).

  1. 3.      Koleksi Polong – Polongan

Digolongkan menjadi 3 suku yaitu Mimosaceae, Caesalpiniaceae, dan Papilionaceae. Ada 157 jenis dari 70 marga yang termasuk dalam suku-suku tersebut. Berbagai jenis polong-polongan dimanfaatkan sebagai tanaman hias seperti jenis-jenis dari marga Amherstia, Brownea, Cassia, Senna, dan Saraca.

  1. 4.      Koleksi Pisang

Koleksi pisang di Kebun Raya Purwodadi terdapat sekitar 316 spesimen, 114 kultivar dari 4 jenis induk silangan. Diantara koleksinya adalah Musa acuminata, M. balbisiana (Pisang Klutuk Wulung/Pisang Hitam) yang merupakan jenis liar yang berperan sebagai induk silangan pisang-pisang kultivar di Indonesia.Salah satu pisang kultivar kebanggaan Kebun Raya Purwodadi adalah Pisang Kates.

 

  1. 5.      Koleksi Tanaman Taman

Koleksi tanaman taman Kebun Raya Purwodadi terdiri dari beberapa tanaman hias diantaranya adalah palem, bougenvile, kaktus, dan tanaman hias lain yang ditata secara cantik menjadi sebuah taman yang akan membuat anda betah menikmati keanggunan dan keindahanya. Saat pertaman memasuki wilayah kebun, anda akan disuguhi sebuah taman palm yang cantik diatas karpet hijau rumput cantik.

 

 

Gambar Taman Bugenvill

  1. 6.      Koleksi Bambu

Sekitar 30 jenis bambu telah dikoleksi Kebun Raya Purwodadi, 16 jenis berasal dari Jawa, 2 jenis dari Maluku, 2 jenis dari Sulawesi, dan 10 jenis dari beberapa negara Asia (Cina, Jepang, Thailand, India, dan Birma). Beberapa dari koleksi adalah bambu yang bisa dimanfaatkan untuk industri dan ada pula yang rebungnya dimakan.

  1. 7.      Koleksi Tanaman Obat

Terletak di petak XIV G dan V A, ditata sedemikian rupa hingga berfungsi sebagai taman yang menarik untuk dinikmati. Diantara koleksinya adalah Pace (Morinda citrifolia), buahnya untuk obat batuk dan tekanan darah tinggi, Daun ungu (Graptophyllum pictum), daunnya untuk obat ambeien.

 

Gambar Centela asiantica

4. 2 Koleksi Tanaman di Kebun Raya Purwodadi

 

Ficus Benjamina (Berigin)

 


 

Sistematika Ficus Benjamina

Kingdom  Plantae

Divisio  Magnoliophyta

Clasis  Magnoliopsida

Ordo  Urticales

Famili  Moraceae

Genus  Ficus

Spesies  Ficus benjamina L

Nama Lokal    :

Melayu            : Waringin

Sunda  : Caringin

Jawa   : Beringin

Habitus                       :

Pohon, tinggi 20-25 m Batang Tegak, bulat, percabangan simpodial, permukaan kasar, pada batang tumbuh akar gantung, coklat kehitaman

Habitat                        :

Hidup di daerah tropis dan sering digunakan dalam taman dan peneduh jalan

Deskripsi        :

Beringin banyak ditemukan di tepi jalan, pinggiran kota atau tumbuh di tepi jurang. Pohon besar, tinggi 20 – 25 m, berakar tunggang berwarna cokelat. Batang tegak, bulat, permukaan kasar, cokelat kehitaman, percabangan simpodial, pada batang keluar akar gantung (akar udara). Daun tunggal, bertangkai pendek, letak bersilang berhadapan, bentuknya lonjong, tepi rata, ujung runcing, pangkal turnpul, panjang 3 – 6 cm, lebar 2 – 4 cm, pertulangan menyirip, hijau. Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, mahkota bulat, halus, kuning kehijauan. Buah buni, bulat, panjang 0,5 – 1 cm, masih muda hijau, setelah tua merah. Biji bulat, keras, putih.

Bunga tunggal, keluar dari ketiak daun, kelopak bentuk corong, kuning kehijauan. Buah buni, bulat kecil, panjang 0.5 – 1 cm Perbanyaan dengan biji. Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga majemuk berbatas, yang berbentuk bongkol, tongkol atau periuk. Bunga – bunga tersebut talanjang atau dengan hiasan bunga yang tidak gugur dan kemudia menjadi tebal berdaging. Bungan jantan dengan tenda bunga yang berbilang 2 – 6, kebanyakan 4, benang sari sama dengan daun – daun hiasan bunga. Bunga betina dengan bakal buah yang tenggelam sampai menumpang, dengan 1 dan 2 tangkai putik, beruang 1 dengan 1 bakal biji yang bergantung pada dasarnya (Tjitrosoepomo, 1996).

Kandungan    :

Daun, akar dan kulit batang beringin mengandung saponin, falvonoida dan polifenol.

Manfaat          :

Daun beringin berkhasiat sebagai obat sakit sawanan pada anak-anak. Pilek, demam tinggi, radang amandel (tonsilitis), nyeri rematik sendi, ; Luka terpukul (memar), influenza, radang saluran napas (bronkhitis); Batuk rejan (pertusis), malaria, radang usus akut (acute enteritis),; Disentri, kejang panas pada anak (Syukur, 2001).

Eupharbia tirucalli L. (Patah Tulan)

 

 

Sistematika Eupharbia tirucalli L.

Kingdom  Plantae

Divisi   Magnoliophyta

Kelas   Magnoliopsida

Ordo   Euphorbiales

Famili   Euphorbiaceae

Genus   Eupharbia

Spesies  Eupharbia tirucalli L.

Nama Lokal    :

Susuru (Sunda), kayu urip, pacing tawa, tikel balung (Jawa); Kayu jaliso, kayu leso, kayu langtolangan, kayu tabar (Madura); Patah tulang (Sumatera), kayu potong (Kangean).

Habitus                       :

Termasuk tumbuhan berkayu, tetapi termasuk terna

Habitat                        :

Tanaman yang berasal dari Afrika tropis ini menyukai tempat terbuka yang terkena cahaya matahari langsung.

Deskripsi        :

Perdu, tumbuh tegak, tinggi 2-6 m, pangkal berkayu, banyak bercabang, bergetah seperti susu yang beracun. Tangkainya setelah tumbuh sekitar 1 jengkal akan segera bercabang dua yang letaknya melintang, demikian seterusnya sehingga tampak seperti percabangan yang terpatah-patah (Yanik, 2009).

Patah tulang mempunyai ranting bulat silindris berbentuk pensil, beralur halus membujur, warnanya hijau. Daunnya jarang, terdapat pada ujung ranting yang masih muda, kecil-kecil, bentuknya lanset, panjang 7-25 mm, cepat rontok (Yanik, 2009).

Bunga terdapat diujung batang, berupa bunga majemuk yang tersusun seperti mangkok, warnanya kuning kehijauan. Buahnya bila masak akan pecah dan melemparkan biji-bijinya. Selain digunakan sebagai tanaman obat, diketahui juga cabang dan ranting yang telah dikeringkan bila dibakar dapat mengusir nyamuk (Yanik, 2009).

Kandungan    :

Getah dari tanaman patah tulang mengandung senyawa euphorbone, taraksasterol, alfa-laktucerol, euphol, senyawa damar yang menyebabkan rasa tajam ataupun kerusakan pada selaput lendir, kautschuk (zat karet) dan zat pahit. Bau tanaman ini lemah dengan rasa mula-mula tawar namun kelamaan akan menimbulkan rasa tebal di lidah. Sementara getahnya beracun (toksik).

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Bau lemah, rasa mula-mula tawar, lama-lama menimbulkan rasa tebal di lidah. Getah beracun (toksik). KANDUNGAN KIMIA: Getah mengandung senyawaan euphorbone, taraksasterol, alfa-laktucerol, euphol, senyawaan damar yang menyebabkan rasa tajam ataupun kerusakan pada selaput lendir, kautschuk (zat karet) dan zat pahit.

Manfaat          :

Sakit lambung, rhematik, sifilis, nyeri saraf, penyakit kulit, kusta; Wasir, tulang patah, sakit gigi, tahi lalat membesar dan gatal, kutil; Tertusuk benda tajam (kaca), kapalan/ penebalan kulit dna keseleo.

 

Dillenia philippinensis Rolfe

Sistematika Dillenia philippinensis Rolfe

Kingdom  Plantae

Divisi  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Dilleniales

Familia Dilleniaceae
Genus  Dillenia
Spesies Dillenia philippinensis Rolfe

Habitat

Terutama di hutan sekunder atau dalam pembukaan lahan di hutan-hutan tidak terganggu, bahkan di Keranga – kesehatan hutan di tanah podsolik dari tropis serta sepanjang sungai. Kebanyakan pada aluvial (tanah aluvial) seperti Rawa, hutan bakau, tepi sungai, tapi kadang-kadang juga ditemukan di bukit dan pegunungan. Spesies ini tersebar di daerah tropis dan subtropics (Radioputro, 1996).

Habitus

Pohon, perdu atau liana; biasanya mengandung falvonol mirisetin ( yang jarang pada Magnoliidae ), bertanin biasanya dengan asam ellagat dan proantosianin, tanpa sel-sel minyak atsiri dan kebanyakan tanpa alkaloid (Dasuki, 1991).

Deskripsi        :

Batang Tegak, bulat, berkayu, percabangan simpodial, coklat kehijauan. Daun Tunggal, tersebar, lonjong, tepi bergerigi, ujung runcing, pangkai tumpul, panjang 20-30 cm, lebar 15-20 cm, tangkai silindris, panjang 5-7 cm, pertu- langan menyirip, hijau. Daun  tunggal, tersebar, jarang berhadapan; stipula tidak ada atau seperti sayap menempel pada petioles (Brotowijoyo,1989).

Bunga Tunggal, di ujung batang atau di ketiak daun, ke- lopak lonjong melekuk ke dalam, hijau pucat, benang sari panjang ± 2,5 cm, kepala sari lonjong, coklat muda, putik bentuk taju, panjang ± 1,5 cm, putih, mahkota bentuk bintang, putih. Tangkai muda bersayap, mahkota lepas.

Bunga tunggal atau dalam simosa atau rasemus, kuning atau putih, biseksual; sepal 5, imbrikatus, persisten; petal 5, imbrikatus, cepat jatuh; stamen banyak; ginaesium dengan ovarium superus, beberapa sampai banyak karpel, ruang banyak, ovul 1-lebih tiap karpel (Dasuki, 1991).

Buah Buni, bulat, putih kehijauan. Biji Bulat, pipih, diameter ± 0,5 cm, coklat, majemuk. Buah baka atau folikulus; biji dengan endosperm. Akar Tunggang, putih kotor.

 

Manfaat          :

Buah Dillenia philippinensis berkhasiat sebagai obat sariawan, obat kuat untuk wanita hamil dan untuk penyegar badan. Untuk obat sariawan dipakai + 100 gram daging buah Dillenia philippinensis Rolfe yang sudah masak, dicuci, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sekaligus. Kandungan kimia Daun, buah dan kulit batang Dillenia philippinensis mengandung saponin dan flavonoida, di sarnping itu daun dan kulit batangnya mengandung po- lifenol dan buahnya mengandung tanin. Buah untuk penyubur rambut dan penyembuh panas dalam.


Ficus lyrata Warb.

  
  

Sistematika Ficus lyrata Warb.

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Urticales
Familia  Moraceae
Genus  Ficus
Spesies  Ficus lyrata Warb.

 

Habitat            :

Biola cantik (Ficus lyrata / Ficus Pandurata)berasal dari Tropical Africa. Banyak ditemukan di sekitar jalan Soekarno-Hatta (Samsat-Cibiru).

Habitus           :

Pohon, perdu, liana, jarang herba; hamper selalu mengandung getah serupa susu yang dihasilkan dari latisifer pada parenkim batang dan daun, kandungan latisifer bermacam-macam tergantung pada macam jenisnya, kadang-kadang menghasilkan alkaloid, sering bertanin.

Deskripsi        :

Pohon pelindung ini sangat elegan dengan daun yang lebar dan kaku serta tidak mudah berguguran walaupun daunnya sudah tua dan menguning dinamakan biola cantik mungkin karena bentuk daunnya yang menyerupai pinggul biola dan meliuk-liuk sehingga mirip biola yang cantik.Pohon ini memiliki daun yang lebar dan tidak gampang berguguran, sehingga diminati karena pohon ini masih terlihat cantik walau daunnya sudah berwarna kuning. Daun berhadapan atau tersebar, terdapat stipula, tunggal, sering dengan sistolit pada epidermis, kalsium karbonat dan silika sering terdapat pada dinding sel dari epidermis. Tumbuhan berumah dua; bunga dalam perbungaan rasemus, spika, umbela atau bongkol, atau dalam reseptakel yang membentuk piala; setiap bunga uniseksual; kaliks 4 sepal, lepasatau bersatu, kadang-kadang tidak ada; apetal; stamen pada bunga jantan sebanyak sepal, letak nya berhadapan dengan sepal; bunga betina dengan ginaesium terdiri dari satu ovarium yang superus atau inferus, 2 karpel, 1-2 ruang, ovul 1 tiap ruang, stilus 2 atu bercabaang 2. Buah drupa sering tersusun menjadi buah majemuk, atau akhene di dalam reseptakel yang berdaging membentuk piala dan disebut stikonium. Biji dengan atau tanpa endosperm, embrio biasanya melengkung.


Cananga odorata (Lamk.) Hook.

Sistematika Cananga odorata (Lamk.) Hook. Menurut Mulyono (2005)

Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Divisio Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo  Magnoliales
Familia  Annonaceae
Genus Cananga
Species Cananga odorata (Lamk.) Hook.

Nama Lokal:

Aceh                            : Kenanga
Jawa Tengah              : Kenanga
Madura                        : Kananga
Bali                              : Sandat
Sulawesi Utara           : Lalingiran

Habitus                       :

Pohon, tinggi ± 10 m.

Deskripsi        :

Kenanga (Canangium odoratum) adalah tumbuhan berbatang besar sampai diameter 0,1-0,7 meter dengan usia puluhan tahun. Tumbuhan kenanga mempunyai batang yang getas (mudah patah) pada waktu mudanya. Tinggi pohon ini dapat mencapai 5-20 meter. Bunga kenanga akan muncul pada batang pohon atau ranting bagian atas pohon dengan susunan bunga yang spesifik. Sebuah bunga kenanga terdiri dari 6 lembar daun dengan mahkota berwarna kuning serta dilengkapi 3 lembar daun berwarna hijau. Susunan bunga tersebut majemuk dengan garpu-garpu. Bunga kenanga beraroma harum dan khas. Di pedesaan, kenanga sering dipelihara untuk dipetik bunganya. Tumbuhan liar yang kini mulai jarang ini mudah tumbuh di daerah dataran rendah mulai ketinggian 25-1.000 meter di atas permukaan laut. (Mulyono.2005)

Batang berkayu, bulat, bercabang, hijau kotor. Daun tunggal, tersebar, bulat telur, ujung runcing, pangkal rata,panjang 10-23 cm, lebar 3-14     cm, pertulangan menyirip,  bertangkai 1-5 cm, hijau. Bunga majemuk, bentuk paying,diketiak daun ,kuning,kelopak bentuk corong,hijau,benang sari banyak,colat muda,kepala putik bulat,daun mahkota enam,lanset,panjang 5-7,5cm,masih muda hijau, telah tua kuning. Buah buni, lonjong, panjang ± 2 cm, hijau. Akar tunggang, coklat.

Kandungan Kimia     :

Bunga kenanga mengandung saponin, flavonoida dan polfenol, di samping minyak atsiri.

Khasiat                       :

Bunga kenanga mengandung minyak atsiri, yang dikenal dengan nama minyak kenanga, yang mempunyai khasiat dan bau yang khas. Hasil penelitian mereka menunjukkan, ekstrak bunga kenanga memiliki kemampuan menolak nyamuk karena adanya kandungan linalool, geraniol, dan eugenol. Hasil penelitian menunjukkan, ketika mengoleskan ekstrak bunga kenanga pada marmut, maka minyak atsiri yang terkandung dalam ekstrak bunga kenanga meresap ke pori-pori lalu menguap ke udara. Bau ini akan terdeteksi oleh reseptor kimia (chemoreceptor) yang terdapat pada tubuh nyamuk dan menuju ke impuls saraf. Itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam otak sehingga nyamuk akan mengekspresikan untuk menghindar tanpa mengisap darah marmut lagi. Semakin banyak kandungan bahan aktif yang terdapat dalam ekstrak bunga kenanga, maka semakin besar kemampuan ekstrak tersebut menolak nyamuk. Bunga kenanga juga berkhasiat sebagai obat nyeri haid, di samping itu bunganya untuk bahan kosmetika. (Mulyono.2005)

Untuk obat nyeri haid dipakai ± 15 gram bunga segar kenanga, diseduh dengan 1 gelas air matang panas, setelah dingin airnya diminum sekaligus.

Santalum album L.

Sistematika Santalum album L.

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Ordo  Santales
Familia Santalaceae
Genus: Santalum
Species Santalum album L

Deskripsi                    :

Cendana adalah istilah dari bahasa sansekerta. Berbagai masyarakat di Nusa Tenggara Timur mengenal cendana dengan berbagai istilah antara lain : kai salun (Helong), hau meni (Atoni meto), ai kamenil (Tetun), Hadana, ai nitu atau Wasu dana (Sumba), ai nitu (Rote), haju mangi (Sabu), bong mouni (Alor) (Anomin.2012).

Pohon cendana yang tergolong keluarga Santalaceae, Ordo Loranthaceae. Pohon cendana merupakan tumbuhan setengah parasit dan memperoleh makanan dari pohon inang melalui akarnya yang dihubungkan melalui haustori. Unsur zat yang diambil dari pohon inang hanya unsur N, P dan unsur amino. Melalui haustori ini makanan yang diserap melalui pohon inang disalurkan ke mahkota daun yang kemudian diolahnya menjadi zat pembentuk bagian tanaman (Anomin.2012).

Cendana bersifat introtrap terhadap karbon, bibit cendana yang baru tumbuh, yang hanya mempunyai akar rambut, menggantungkan diri kepada tuan rumah tanaman inang. Ada 213 jenis pohon inang cendana. Namun kesukaan cendana terhadap beberapa jenis pohon tertentu sebagai inang seperti Leguminosa antara lain : albasia, akasia, dalbergia, inga dan pongamia. Cendana juga bisa hidup pada alang-alang sebagai inang (Anomin.2012).

Kondisi iklim tempat tumbuhnya cendana harus menunjukkan perbedaan musim kamarau dan musim penghujan yang jelas. Pertubuhan cendana secara alamiah terutama di daerah formasi terumbu karang. Cendana sangat suka tumbuh di daerah bebatuan dan tanah vulkanis yang meneruskan air. Cendana dapat hidup di daerah sampai pada ketinggian 1.500 m dari permukaan laut. Cendana tidak dapat tumbuh di hutan lebat tetapi di pinggir hutan dan di daerah padang savana (Anomin, 2012).

Pohon cendana mencapai ketinggian 11 sampai 15 meter dengan diameter 25 – 30 cm. Batangnya bulat dan kulitnya berwarna coklat abu-abu sampai coklat merah. Cabangnya mulai pada bagian setengah pohon. Dahan-dahan primer sangat tidak beraturan, sering bengkok dan banyak ranting. Dahan bagan bawah cenderung tumbuh menggantung. Daun cendana berhadap-hadapan, bentuknya elips hingga lanset (bulat telur) dengan dua ujungnya lancip (Anomin.2012).

Di pulau Timor dibedakan cendana berdaun besar dan berdaun kecil yang disebut no menutu dan no naik. Daun cendana rontok pada awal musim kemarau dan awal musim penghujan. Namun proses rontoknya tidak bersamaan. Segera setelah daun rontok tumbuh daun baru bersamaan tumbunhya bunga. Bunga cendana kecil berbentuk jumbai pada ujung ranting dan ketiak daun. Bunga cendana berbau tidak sedap, berwarna putih – kuning kehijau – hijauan hingga lembayung dan segera berubah menjadi coklat (Anomin, 2012). Buah cendana merupakan biji yang keras berbentuk bulat, berwarna hitam dengan tiga keratan dari ujung ke tengah-tengah dinding bijinya keras. Daging bijinya tipis. Musim bunga utama pada bulan Desember hingga Januari. Buahnya masak pada bulan Maret dan Juni. Pohon cendana telah berbuah pada usia 3 – 4 tahun. Namun untuk bibit yang terbaik adalah buah dari pohon yang telah berusia 20 tahun. Buah yang masak jatuh dan lekas rusak. Semut, tikus dan burung suka makan buahnya. Namun benih hanya tumbuh pada lingkungan yang ideal. Cendana dapat berkembang biak melalui biji dan akar (Anomin, 2012).

Kayu galih atau teras cendana keras berserat padat dan berwarna kekuning-kuningan dan brminyak. Kayu pinggirnya berwarna putih dan hampir tidak berbau. Pembentukan galih atau teras dimulai sekitar usia 15 tahun. Namun pohon cendana baru siap dipanen pada usia 40 – 50 tahun (Anomin.2012).

Manfaat Cendana                  :

Sejak jaman kuno cendana telah dipergunakan oleh orang Hindu dan Cina sebagai dupa dalam rangka upacara keagamaan dan kematian. Di samping itu orang Hindu menggunakan tepung cendana sebagai bedak pelabur kulit untuk membedakan kasta Brahmana dan kasta lainnya. Kayu cendana juga dimanfaatkan untuk patung, bahan kerajinan dan perkakas rumah tangga. Dalam pembakaran mayat orang Hindu kadang-kadang digunakan pula kayu cendana. Minyak cendana yang wangi baunya digunakan sebagai bahan pengobatan dan campuran minyak wangi (parfum) (Munandjar Widyatmika, 2007).

Karena manfaatnya yang cukup banyak, cendana sejak awal abad masehi telah diperdagangkan. Banyak pedagang dari wilayah Indonesia bagian barat dan Cina berlayar ke berbagai wilayah penghasil cendana di Nusa Tenggara Timur terutama Pulau Sumba dan Pulau Timor. Perdagangan cendana semula menjadi monopoli para raja dan keluarga bangsawan, kemudian menjadi monopoli pemerintah kolonial dan pemerintah Indonesia (Munandjar Widyatmika. 2007).

Pada masa lalu sering terjadi perang karena memperebutkan daerah pertumbuhan cendana. Kerajaan-kerajaan yang menguasai perdagangan cendana, agar aman pemasokannya, harus menguasai wilayah pertumbuhan cendana secara alami. Oleh karena itu banyak para bangsawan dan panglima dikirim ke daerah-daerah dalam rangka pengamanan cendana. Sering juga agar pengamanan lebih berhasil dilakukan ikatan kekeluargaan antara para bangsawan dan panglima yang datang dengan putri-putri bangsawan lokal. Dari perdagangan cendana banyak dihasilkan kemakmuran bagi para penguasa lokal, dan masuknya berbagai unsur budaya dari luar yang memperkaya khasanah budaya Nusa Tenggara Timur (Munandjar Widyatmika. 2007)

Cendana kemudian mempunyai efek sebar tumbuhnya perdagangan. Salah satu latar belakang sebaran etnis, asal-usul nenek moyang di Nusa Tenggara Timur terkait dengan perdagangan cendana. Dari perdagangan cendana menumbuhkan kontak antar budaya dari penduduk lokal dengan para pedagang yang berasal dari berbagai wilayah. Hal ini menumbuhkan berbagai perubahan sosial budaya di Nusa Tenggara Timur yag hakekatnya menumbuhkan dinamika masyarakat NTT (Munandjar Widyatmika. 2007).

Peraturan pengelolaan cendana yang berorientasi pada penguasa baik penguasa lokal maupun penguasa kolonial dan akhirnya pemerintah Republik Indonesia, yang tidak memihak kepada rakyat karena semua cendana tumbuh di mana pun baik di tanah negara maupun di tanah rakyat wajib dijaga. Kalau pohon cendana itu mati rakyat akan dikenakan denda. Sebaliknya sewaktu ditebang dan menghasilkan uang, rakyat tidak ikut menikmati hasilnya. Merosotnya perdagangan cendana pada tahun 1860 serta berlakunya politik etika pemerintah kolonial Belanda mendorong kebijakan baru upaya mengintrodusir perbaikan peternakan khusunya memasukkan ternak sapi pada awal abad ke – 20 yakni sapi Bali di Timor, sapi Onggole di Sumba dan sapi Madura di Flores serta merintis pembukaan perkebunan kopi. Namun semuanya gagal (Munandjar Widyatmika. 2007).

Sampai sekarang perdagangan cendana menjadi monopoli pemerintah. Perdaperdagangan kayu cendana keluar Nusa tenggara Timur harus dalam bentuk bahan setengah jadi atau bahan jadi. Di Kupang terdapat dua pabrik penyulingan minyak cendana di Bakunase. Namun kedua pabrik ini terpaksa berhenti beroperasi karena kekurangan bahan baku. Sementara walau kesulitan bahan baku, perusahaan pembuat barang kerajinan/cendera mata dari cendana masih berjalan. Cendana mempunyai daya tarik tidak saja kayunya, tetapi juga unsur-unsur yang berkaitan dengan cendana yang belum tergarap misalnya anakan cendana, kerajinan daun cendana, gubal cendana dsb.( Munandjar Widyatmika. 2007)

Limonia Acidissima

 

 Sistematika Limonia Acidissima

Kerajaan  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Classis Magnoliopsida
Ordo  Sapindales
Familia  Rutaceae
Genus  Limonia
Species  Limonia Acidissima

 

Deskripsi

Tanaman ini diamati di kebun raya Purwodadi, yang merupakan tanaman dari family Rutaceae(jeruk – jerukan), dan perawakannya berupa pohon yangg tingginya sekitar 11 meter. Akar tunggang, dengan batang berbentuk silinder yang bercabang-cabang , batang bebasnya sekitar 2 meter, kemudian terdapat cabang cabang sampai ke ujung batang. Tekstur dari batangnya sangat kasar, berwarna coklat muda, pada cabang cabangnya memiliki duri, daunnya kecil dan berupa daun majemuk, daunnya juga mengeluarkan aroma yang khas saat dicium, karena pada daun tersebut mengandung minyak aksiri, yang hampir dimiliki oleh kelompok rutaceae lainya, tanaman ini menghasilkan buah berbentuk bulat dan  sangat keras. Bunga kecil berwarna putih.

Dari hasil pengamatan kami kemudian dibandingkan dengan literature, Dari hasil literature yang kami dapatkan menyatakan bahwa kawista ( Limonia acidissima ) ,Pohon mencapai 12 meter, berduri tajam dan menggugurkan daun. Daun menyirip dengan 2 sampai 3 pasang anak daun, tangkai daun dan rakis bersayap. Anak daun membundar terlur sungsang , berkelennjar minyak. Perbungaan di ketiak ujung ujung ranting, bunga dengan perhiasan bunga putih atau kemerah merahan. Buah membulat berkulit keras. Daging buah berbau tajam dan berbiji banyak. Biji tebal dan berambut. Buahnya dapat dimakan setelah dicampur dengan siup. Kawista cocok ditanam didaerah beriklim musim atau dataran rendah kering sampai pada keringgian 450 m diatas permukaan laut (bakosurtanal.2001: 56).

Menurut thomas (2004) Limonia acidissima adalah pohon besar yang tumbuh sampai 9 meter (30 kaki) tinggi, dengan kasar, kulit berduri. Daunnya menyirip, dengan selebaran 5-7, masing-masing selebaran 25-35 mm dan 10-20 mm luas, dengan aroma jeruk-bila diremas. Buah ini diameter 5-9 cm berry, dan mungkin manis atau asam. Ia memiliki kulit yang sangat keras yang bisa sulit untuk retak terbuka, dan berisi bubur cokelat lengket dan biji putih kecil. Buah terlihat mirip dalam tampilannya buah Bael (Thomas, 2004: 78).

Buah ini dimakan polos, dicampur ke dalam berbagai macam minuman dan permen, atau terawat baik sebagai selai. Pulp meraup-out dari buahnya yang dimakan mentah dengan atau tanpa gula, atau dikombinasikan dengan santan kelapa dan gula sirup dan diminum sebagai minuman, atau dibekukan sebagai es krim. Hal ini juga digunakan dalam chutney dan untuk membuat Buah menjaga jelly dan selai. (Hean. 2004: 145 ).

Indonesia mengalahkan pulp dari buah yang matang dengan gula kelapa dan makan campuran saat sarapan. Pulp manis merupakan dasar dari serbat di benua itu. Selai, acar, selai, sirup, jeli, squash dan toffee adalah beberapa makanan dari buah serbaguna. Muda Bael daunnya hijau salad di Thailand. India makan bubur buah masak dengan gula atau Jaggery. Daging matang juga digunakan untuk membuat saus. Daging mentah bervariasi dengan yoghurt dan membuat menjadi raita. Daging mentah pahit di rasa, sedangkan pulp matang akan memiliki bau dan rasa itu campuran asam dan manis (Hean. 2004: 146).

Sebuah gm ratus pulp buah mengandung 31 gram karbohidrat dan dua gram protein, yang menambahkan hingga hampir 140 kalori. Buah yang matang kaya akan beta-karoten, prekursor vitamin A, tetapi juga mengandung sejumlah besar vitamin B tiamin dan riboflavin, dan sejumlah kecil vitamin C. (Mabberley.1997: 43).

Barringtonia asiatica Kurz.

Sistematika Barringtonia asiatica Kurz.

Kingdom  Plantae

Divisio  Magnoliophyta

Clasis  Magnoliopsida

Ordo Lecythidales

Familia  Lecythidaceae

Genus  Barringtonia

Spesies  Barringtonia asiatica Kurz.

Nama Lokal    :

Nama daerah : Bitung, butun (Menado); butun (Sunda);butung, keben (Jawa); keben-keben (Bali); utong (Alor); bitung tumbak, witung witung (Minahasa); hutu (Gorontalo); wutuna (Buol); hutun (Ambon); keptun (Halmahera Selatan); mijiu, pitu, mijimu (Halmahera Utara); mojiu (Ternate).

Derskripsi      :

Keben merupakan tanaman yang berbentuk pohon dan berkayu lunak memiliki diameter sekitar 50 cm dengan ketinggian 4-16 meter. keben mempunyai sistem perakaran yang banyak dan sebagian tergenang di air laut ketika sedang pasang. ia juga memiliki banyak percabangan yang terletak di bagian bawah batang mendekati tanah. Bentuk daunnya cukup besar, mengkilap dan berdaging. daun mudanya berwarna merah muda dan akan berubah menjadi kekuningan setelah tua.

Di Papua buah keben disebut dengan sebutan rabon pi. Bagian luarnya terdiri dari kulit berserabut dan didalamnya terdapat tempurung. di dalam tempurung terdapat sebutir biji yang keras, berlendir dan berwarna putih. buah ini memiliki bunga selebar 16 cm yang berwarna putih dengan benang sari berwarna merah muda. besar buah keben seukuran genggaman tangan orang dewasa, berwarna hijau ketika muda dan akan menjadi kecokelatan setelah tua dan kering.

Di lingkungan Keraton Yogyakarta juga berdiri tegak beberapa pohon Keben, dengan tinggi mencapai puluhan meter dengan banyak buah bergelantungan di sana. Biasanya buah keben ini dimanfaatkan oleh anak-anak sekitar Keraton sebagai alat/sarana dalam suatu permainan anak-anak. Pohon ini dengan daunnya yang lebar ini membuat buahnya yang juga berwarna hijau, sekilas tidak nampak, dan sulit terlihat dengan cepat.

Keben, adalah salah satu nama tanaman yang menjadi bahan utama dalam pengobatan mata dengan media herbal. Ekstrak buah keben di buat dalam bentuk kemasan cair (obat tetes) yang mudah pemakaiannya. Pengobatan dengan memanfaatkan buah keben ini diyakini mampu mengatasi penyakit mata seperti katarak, petrigium, glaucoma, myopia (mata minus), hipermetropia (mata plus), astigmatis, dan infeksi mikroba.


Plumeria acuminata Ait

Sistematika Plumeria acuminata Ait

Kingdom  Plantae

Divisio  Magnoliophyta
Classis Magnoliopsida

Ordo  Gentianales
Familia  Apocynaceae
Genus  Plumeria
Species  Plumeria acuminata Ait

Deskripsi

Kemboja atau semboja merupakan sekelompok tumbuhan dalam marga Plumeria. Bentuknya berupa pohon kecil dengan daun jarang namun tebal. Bunganya yang harum sangat khas, dengan mahkota berwarna putih hingga merah keunguan, biasanya lima helai. Bunga dengan empat atau enam helai mahkota bunga oleh masyarakat tertentu dianggap memiliki kekuatan gaib.

Habitus Pohon, bergetah. Tanaman kamboja tingginya dapat mencapai 6 meter.  Btang berkayu, keras tinggi, bulat, bercabang banyak. Batangg utamanya besar sedangkan cabang muda lunak dan bergetah. Bakas dudukan daun nampak jelas dan berwarna putih kehijauan. Percabangannya banyak, batang utama besar, batangnya cenderung bengkok dan bergetah.

Daun tunggal lanset atau lonjong, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, tebal, panjang 10-25 cm, pertulangan menjari, permukaan atas berwarna hijau tua, permukaan bawah hijau muda dengan urat-urat yang menonjol, sering rontok terutama saat berbunga lebat.

Bunga majemuk, malai rata, terletak di ujung batang, kelopak berbentuk corong, mahkota berbentuk terompet, putih kemerahan atau kekuningan, mahkota bunga empat, putih, daun bunga berjumlah lima, berbunga sepanjang tahun. Buah bumbung bentuk lancet, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm, masih muda hijau, setelah tua hitam. Biji bulat, bersayap, putih kotor. Akar tunggang, berwarna coklat dan bercabang.

Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah. Nama Plumeria diberikan untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706), pakar botani asal Perancis. Walaupun berasal dari tempat yang jauh, kemboja sekarang merupakan pohon yang sangat populer di Pulau Bali karena ditanam di hampir setiap pura serta sudut kampung, dan memiliki fungsi penting dalam kebudayaan setempat. Di beberapa tempat di Nusantara, termasuk Malaya, kemboja ditanam di pekuburan sebagai tumbuhan peneduh dan penanda tempat. Kemboja dapat diperbanyak dengan mudah, melalui stek batang. Plumeria saat ini populer digunakan sebagai tanaman hias outdoor awalnya tanaman ini hanya digunakan sebagai tanaman kuburan.

Hylocereus undatus (Haw.) Britt. Et R

Sistematika Hylocereus undatus (Haw.)Britt.Et R

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Divisio  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis  Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Ordo  Caryophyllales
Familia  Cactaceae (suku kaktus-kaktusan)
Genus  Hylocereus
Spesies  Hylocereus undatus (Haw.)Britt.Et R

Deskripsi Tanaman

Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatannamun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari.

Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).
Deskripsi        :

Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar, batang, duri dan bunga serta buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang di dalam tanah di batang atas sebagai akar gantung. Akar tumbuh di sepanjang batang di bagian punggung sirip di sudut batang. Di bagian duri muncul ini akan tumbuh bunga yang bentuknya mirip bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik seekor naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga. Batangnya berbentuk segitiga, durinya pendek sekali dan tidak mencolok, sampai mereka dianggap “kaktus tak berduri”. Bunganya mekar mulai senja, kalau kuncup bunga sudah sepanjang 30 cm. Itulah saatnya kita mengundang para tetangga dan handai taulan pencinta bunga untuk menyaksikan mekarnya buah naga.Mahkota bunga bagian luar yang krem itu mekar pada pukul sembilan (kira-kira), lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benangsari yang kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh pada tengah malam. Itulah sebabnya ia tersiar luas ke seluruh dunia sebagai night blooming cereus. Sambil mekar penuh ini, ia menyebar bau yang harum. Ternyata bau ini disebar ke seluruh penjuru angin malam, untuk menarik para kelelawar, agar sudi kiranya datang bertandang untuk menyerbuki bunga itu. Dalam gelap gulitanya hutan belantara malam, mata kelelawar memang kurang awas, tetapi hidungnya “tajam”
Manfaat Buah Naga

Dibalik rasanya yang manis menyegarkan, buah naga kaya akan manfaat. Banyak orang percaya buah ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Memang belum ada penelitian pasti tentang manfaat buah ini. Namun, mengingat asalnya dari jenis buah kaktus, kita percaya buah naga mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium dan karbohidrat. Yang pasti buah naga tinggi serat sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan. (id.wikipedia)

Pereskia grandifloria Haw.

Sistematika Takson Pereskia grandiflora Haw.

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Classis Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Ordo  Caryophyllales
Familia  Cactaceae (suku kaktus-kaktusan)
Genus  Pereskia
Spesies  Pereskia grandiflora Haw.(Cakmus, 2008)

 

Nama Lokal

Kaktus mawar ( Indonesia), Rose cactus ( Inggris)

Deskripsi Tanaman

Tanaman ini berhabitat di daerah kering. Tanaman ini termasuk ke dalam famili Cactaceae yang primitif. Tanaman ini termasuk perdu dengan ketinggian 5-10 meter, termasuk primitif karena tidak memiliki daun sementara seperti pada kaktus semi modern. Kaktus ini memiliki batang berduri, daun berdaging dan bunga terletak di terminal atau ujung batang. Kaktus ini memilki akar tunggang, batangnya berkayu berdaging tebal, berlendir dan dilapisi lapisan lilin.

Menurut Dasuki (1991), suku Cactaceae ( kaktus-kaktusan) berperawakan herba atau berkayu yang sukulen, dengan duri, rambut atau keduanya berda pada aerolum ( cabang pendek yang termodifikasi, dengan daun-daun kuncup berubah menjadi duri). Daun berdaging atau terseduksi. Bunga tunggal pada aerolum, biseksual, aktinomorf atau zigomorf, tepal banyak tersusun spiral, bersatu di bawah membentuk tabung periantium atau hipantium. Stamen banyak, ginaesium dengan ovarium inferus, memilki 3 atau lebih karpel, 1 ruang dan banyak ovul. Buah baka, sering berduri atau berambut dengan biji tanpa endosperm.

Menurut Steenis ( 2006), bangsa Cactus merupakan tumbuh-tumbuhan succulent, jarang dengan daun berupa helaian, kebanyakan dengan batang yang berusuk dan berdaging. Sendi daun dengan duri tempel dan rambut vilt. Bunga berkelamin dua, kebanyakan dudk diatas sendi daun, beraturan atau sedikit zigomorph dengan poros bunga yang berbentuk tabung panjang. Daun mahkota atau kelopak 8 sampai lebih, kerapkali tidak dapat dibedakan dengan jelas satu terhadap yang lain ( suatu tenda bunga). Benang sari banyak. Bakal buah tenggelam, beruang satu atau beruang banyak tidak sempurna. Bakal biji banyak, tangkai putik satu, buah buni banyak.

Lidah Mertua ( Sansevieria trifasciata Prain.)

Sistematika Sansevieria trifasciata Prain.

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio  Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo  Liliales
Familia  Agavaceae
Genus  Sansevieria
Spesies  Sansevieria trifasciata Prain.

 

Nama Lokal

Lidah mertua( Indonesia), Sansevieria ( Indonesia), Sansevieria ( Inggris), snake plant( Inggris), mother-in-law´s tongue ( Inggris) Lidah jin ( Melayu).

Deskripsi Tanaman

Tanaman ini biasanya berhabitat di tanah yang kering dan kadang berbatu. Tanaman lidah mertua ini merupakan tanaman herba, batangnya berbuku-buku, memiliki rizome atau batang yang berada di dalam tanah. Daunnya bukan daun yang sempurna hanya memiliki pelepah dan helaian.  Tanaman ini memiliki akar serabut, perbungaaannya di terminal atau di ujung batang, berbunga banci atau hermaphrodit.

Menurut Dasuki (1991), suku Agavaceae yang didalamnya termasuk lidah mertua ( Sensevieria trifasciata Prain.)  adalah perdu atau phon kecil yang bisa bercabang, herba pendek yang keluar dari rizoma pendek. Daun Tunggal, tersebar, sesil, cenderung berkumpul padat di ujung cabang atau batang atau dekat permukaan tanah pada batang pendek, perennial, umumnya menebal sukulen yang keras. Urat daun sejajar tetapi sering kabur. Bunga dalam rasemus, panikula atau kapitulum yang padat, biseksual kadang-kadang uniseksual, trimer, tepal 6 dalam 2 lingkaran, petaloid tebal dan berdaging, lepas atau bersatu membentuk tabung. Stamen 6, filament lepas, melekat pada dasar tepal atau tabung periantium. Ginaesium 3 karpel membentuk 1 ovarium superus atu inferus, 3 ruang dengan plasenta aksilaris. Kelenjar nectar umumnya ada. Buah kapsula atau baka. Biji dengan endosperm mengandung hemiselulosa, minyak dan protein sebagai cadangan makanan, kadang-kadang ada perisperm sekitar endosperm.

Menurut Steenis (2006), Sensevieria trifasciata adalah tanaman herba dengan rimpang horizontal, merah kuning ; 0,4-1,8 m tingginya. Daun 2-6 pertanaman, bentuk baris, kearah pangkal menyempit dan bentuk talang, dengan ujung runcing, 5-175 kali 4-9 cm. Tandan bunga bertangkai panjang, pada ujung akar rimpang, panjang 40-85 cm. Berkas bunga : berbunga 5-10 dalam ketiak daun pelindung berupa selaput kering. Tangkai anak bunga beruas, 6-8 mm. Tabung tenda bunga sempit, panjang lk 1 cm; taju 6, bentuk garis, melengkung kembali. Benangsari 6, menacap pada bagian tabung sebelah atas. Tangkai putik dengan kepala putik membulat dan rata. Bakal buah bentuk telur memanjang, 1 biji tiap ruang. Buah buni berbiji 1-3 tinggi lk 8 mm,bulat peluru atau terdiri dari 2 buah, yang berbentuk bola memnajang dan menggantung bersama- bersama pada pangkal.

Tanaman ini berfungsi sebagai hiasan yang bisa diletakkan di depan rumah, dalam rumah maupun di taman.

Bunga Soka ( Ixora coccinea L.)

 

Sistematika Ixora coccinea L.

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Rubiales

Familia   Rubiaceae

Genus  Ixora
Spesces  Ixora coccinea L.

Nama Lokal

Indonesia ( Soka ), Inggris ( Burning Love, Jungle flame ), Pilipina ( Santan )

Sumatera               :  Kembang santen merah (Melayu)

Jawa                       :  Soka beureum (Sunda) Soka (Jawa)

Maluku                   :  Saya mami (Temate)

Nama dagang        : Soka

Deskripsi        :

Habitus       :  Perdu, tinggi 1-4 m.

Batang        :  Tegak, berkayu, bulat, percabangan simpodial, putih kotor.

Daun          :  Tunggal, seling berhadapan, lonjong, pangkal meruncing, tepi rata,  ujung runcing, pertulangan menyirip, panjang 3-7 cm, lebar 3-5 cm,  hijau.

Bunga        :  Majemuk, berkelamin dua, kelopak bentuk corong, benang sari empat,  panjang 0,5 cm, kepala sari melekat pada mahkota, merah.

Buah           :Buni, lonjong, merah.

Biji               :  Pipih, lonjong, putih.

Akar            :  Tunggang, coklat.

Manfaat

Kulit batang dan akar Ixora coccinea berkhasiat sebagai obat luka baru Untuk obat luka baru dipakai ± 5 gram kulit batang atau akar kering Ixora coccinea, dicuci dan ditumbuk sampai lumat, ditambah 1/4 gelas air matang kemudian diperas dan disaring. Hasil saringan dioleskan pada luka.Tanaman ini memilki kandungan kimia seperti kulit batang dan daun Ixora coccinea mengandung saponin, flavonoida dan tanin.

 

Sawo Kecik (Manilkara kauki)

                                                                       

 

 

Sistematika Manilkara kauki   

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Classis  Magnoliopsida
Ordo  Ebenales
Familia  Sapotacea
Genus     Manilkara

Spesies Manilkara kauki   

 

Nama Lokal

Sawo Kecik disebut juga sebagai Sawo Jawa. Sedangkan dalam bahasa Inggris, tanaman yang mulai langka ini disebut sebagai Caqui dan Manilkara. Di beberapa negara lain disebut Khirni (India), dan Lámút Sida atau Lámút Thai (Thailand). Sedangkan dalam bahasa ilmiah (latin) Sawo Kecik disebut sebagai Manilkara kauki yang bersinonim dengan Mimusops kauki, dan Manilkara kaukii.

 

Habitus

Pohon Sawo Kecik (Manilkara kauki) berukuran sedang dengan tinggi mencapai 25 m. Diameter (garis tengah) batang pohon Sawo Kecik mampu mampu mencapai 100 cm.

Habitat dan Persebaran

Sawo Kecik (Manilkara kauki) diperkirakan berasal dari India dan tersebar serta banyak dibudidayakan di kawasan Asia Tropis dan Amerika Tropis. Di Indonesia, Sawo Kecik meskipun sudah mulai langka karena mulai jarang yang membudidayakan namun masih dapat ditemui di seluruh Indonesia kecuali Kalimantan.

Sawo kecik tumbuh subur di daerah pesisir (pantai) yang beriklim kering hingga daerah berketinggian sekitar 500 meter dpl. Pohon langka ini sering ditanam sebagai pohon peneduh, pohon buah (untuk dikonsumsi buahnya), dan sebagai pohon ornament yang bias ditanam di dekat kuil atau istana.

Deskripsi

Sawo Kecik (Manilkara kauki) sering disebut juga Sawo Jawa merupakan tanaman (pohon) penghasil buah dari keluarga sawo-sawoan (Sapotaceae) yang kini mulai langka dan jarang ditemukan di Indonesia. Sawo Kecik yang menurut filosofi jawa sering diidentikkan dengan ‘sarwo becik’ (serba baik), Tanaman yqng dapat menghasilkan buah.

Batang         

Batangnya mempunyai kayu yang keras dan kuat sehingga sangat baik untuk bahan bangunan, perabot rumah tangga, alat-alat pertukangan, bahkan dimanfaatkan sebagai benda-benda seni seperti patung, ukir-ukiran bahkan sebagai peralatan musik seperti badan biola dan rebana.

Daun

                                 

Daun-daun Sawo Kecik mengelompok pada bagian ujung batang. Di permukaan bawah daun Sawo Kecik berwarna keputihan dan halus seperti beludru dengan tangkai daun tidak menebal, panjang kelopak daun 7 mm. Kuncup bunga Sawo Kecik berbentuk bulat telur.

Pengamatan  yang didapatkan yaitu hasil Percabangan tangkai daun brirama, Duduk daunnya Spiral, Tangkai daunnya brbentuk Silindris dengan bentuk lanset atau bahkan bulat telur, Urat daun kedua terletak sejajar rapat.

Bunga

Untuk perbungaan pada sawo kecik termasuk kedalam perbungaan terminal (menggerombol pada bagian ujung), Berumah dua (Dieoseus), merupakan bunga yang sudah sempurna.

 

Buah

                                    

                                                            (Cakmus,2008)

Buah Sawo Kecik berbentuk bulat telur atau bulat telur sungsang berukuran kecil dengan panjang berkisar 3.7 cm. Buah Sawo Kecik mempunyai kulit pembungkus yang sangat tipis namun mudah dikelupas. Buah Sawo Kecik, bila mask mempunyai rasa yang manis dan kadang-kadang terasa sedikit agak sepat.

Pemanfaatan Pohon Sawo Kecik

Meskipun Sawo Kecik merupakan pohon penghasil buah, namun tidak hanya buahnya saja yang dapat dimafaatkan. Batang banyak dipergunakan sebagai bahan bangunan, perabot rumah tangga, dan karya-karya seni seperti patung, ukiran, bahkan peralatan musik seperti rebana dan badan biola.

Pinanga caesia

                    

                                                           

 

 


Sistematika Takson Pinanga caesia Blume

Kingdom   Plantae

Divisio Tracheophyta

Classis       Liliopsida

Ordo   Arecales

Familia   Arecaceae

Genus    Pinanga

Species    Pinanga caesia Blume (Cakmus,2008)

Deskripsi

Tumbuh dikawasan hutan hujan dataran rendah pada ketinggian 50-100 m dpl.Tumbuh tunggal, batang tegak dengan tinggi mencapai 4-30 m, ruas terlihat jelas.Tajuk pelepah berwarna hijau sampai hijau kecoklatan. Biasanya tidak bercabang, daun-daun di ujung batang seperti mahkota. Daun bertangkai ungu kebiruan, susunan helai daun menyirip.Perbungaan tumbuh pada ruas batang di bawah tajuk pelepah, berbentuk tandan, tangkai tandan berwarna merah, warna putih (saat muda), hitam (saat tua) dan berbiji satu. Umumnya mengandung Kristal rafida, mengakumulasikan silica dan berbagai macam polifenol, sangat sering mempunyai sel-sel atau saluran-saluran bertanin dan menghasilkan proantosianin, kadang-kadang menghasilkan alkaloid piridin dan bersaponin, tetapi jarang sianogenik. Akar mikoriza, tanpa rambut akar (Dasuki, 1991: 199).

Monstera deliciosa

Sistematika Monstera deliciosa

Kingdom   Plantae (Tumbuhan)
Divisio       Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Clasis   Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Ordo      Arales
Familia    Araceae (suku talas-talasan)
Genus    Monstera
Spesies  Monstera deliciosa ( Cakmus,2008)

Deskripsi

Tanaman ini merupakan tanaman memanjat yang sering tumbuh sangat besar, dengan akar udara, sering juga menjadi epifit.Daun muda umumnya lebih kecil,  setelah dewasa lebih besar dan berlubang.Bunga dalam spatha dengan panjang 45 cm, umumnya putih atau kehijauan.Ukuran daun 25-90 cm kali 15-75 cm dan berbentuk hati. Tulang daun berwarna hijau pucat. Mempunyai spandex ( bulir tegak dan berdaging ) dengan panjang 25 cm kali 3 cm yang merupakan tempat melekatnya buah yang berwarna krem ( putih gading ), yang mempunyai rasa atau aroma seperti pisang dan nanas saat matang. Daun panumpu berbentuk perahu yang mengelilingi spadix.Tanaman ini dapat tumbuh dengan cepat, bercabang sedikit dan dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian 1,8 m ( steenis, 2006: 169).

Spathiphyllum cannifolium

(Andika.2010)

Sistematika Takson

Sistematika takson dari Spathiphyllum  yaitu ( Cakmus, 2008):

Kingdom  Plantae (Tumbuhan)

Divisio Magnoliophyta

Clasis  Liliopsida

Ordo  Arales

Familia  Araceae

Genus  Spathiphyllum

Spesies: Spathiphyllum cannifolium

 

Deskripsi

Spathiphyllum adalah genus dari sekitar 40 spesies tanaman berbunga monocotyledonous dalam keluarga Araceae, asli daerah tropis Amerika dan Asia tenggara. Spesies tertentu Spathiphyllum yang umum dikenal sebagai Spath atau Lilies Perdamaian.

Tanaman ini  adalah tanaman herba hijau abadi besar dengan daun 12-65 cm dan 3-25 cm luas. Bunga-bunga diproduksi dalam gagang, dikelilingi oleh seludang perbungaan, panjang 10-30 cm putih, kekuningan, atau kehijauan. Tanaman ini tidak membutuhkan sinar yang berlebihan atau air untuk bertahan hidup.

Umum anatomi. Tanaman dengan latisifer (diartikulasikan, bercabang atau tidak), atau tanpa latisifer (misalnya Pothoideae beberapa, Pistia). Tanaman tanpa tubuh silika. Akumulasi pati selain eksklusif ‘tipe pteridophyte’.

Daun anatomi. Stomata hadir (biasanya berorientasi secara acak); paracytic, atau tetracytic, atau cyclocytic, atau anomocytic (dll). Penjaga-sel tidak ‘rumput ketik’.Dorsiventral lamina. Para mesofil tanpa sel minyak ether; sel lendir yang mengandung (dengan raphides), atau tidak mengandung sel-sel lendir; kristal kalsium yang mengandung oksalat. Kristal mesofil Para raphides dan druses. Kecil daun urat tanpa sel floem Transfer (5 marga). Kapal tidak ada.Stem anatomi. Absen sekunder penebalan. Xilem tanpa kapal. Sieve-tube plastida P-type; tipe II.Akar anatomi. Akar dengan velamen (jarang), atau tanpa velamen. Akar dengan pembuluh xilem; kapal akhir-dinding scalariform.

Daun dan bunganya sedap di pandang.Daun berbentuk bulat lonjong dengan warna hijau polos dan disertai guratan-guratan putih, kuning atau krem.Bentuk bunga seperti tongkol dan terlihat sangat unik dengan seludang putihnya.Perawatan : Frekuensi pemupukan 1kali/bulan, repotting dilakukan jika akar tanaman terlalu rapat.Fungsi : Tanaman penutup tanah jika ditanam secara massal, display plant dalam pot, border.

Spathiphyllum atau perdamaian lily adalah tanaman dalam ruangan populer yang berasal dari daerah tropis Amerika dan Asia Tenggara.Daun dari tanaman ini adalah hoki anak dan glossy yang muncul dari tanah.Para spaths putih atau putih-hijau muncul dari tangkai daun yang perlahan-lahan memudar untuk lembur kuning.Spathiphyllum memerlukan sedikit air dan sinar matahari untuk tumbuh.Banyak orang Spathiphyllum hadiah karena dianggap sebagai tanaman indoor yang menarik dan dianggap sebagai simbol spiritual Natal.

Banyak orang tumbuh Spathiphyllum karena mereka mekar bunga yang tahan lama yang indah. Bunga ini biasanya mekar di musim semi, namun mereka bisa dipaksa untuk mekar di musim dingin. Beberapa tanaman varietas Spathiphyllum diketahui mekar dua kali dalam satu tahun sehingga tanaman memiliki bunga selama beberapa bulan. Bug seperti tungau dan skala dapat merusak tanaman, jadi pastikan Anda melindunginya dari bug ini. Jika Anda berencana untuk tumbuh Spathiphyllum di rumah.

Spathiphyllum tidak dikenal karena sifat obat, namun tanaman ini dianggap sebagai pembersih udara yang sangat baik. Beberapa spesies Spathiphyllum dikenal untuk menghilangkan jejak metil, aseton, toluena, benzena, amonia dan etil dari atmosfePara Kemper Center, Missouri Botanical Garden: “Spathiphyllum adalah bahasa Yunani untuk daun-seludang perbungaan, mengacu pada karakter dari seludang perbungaan, yang merupakan bract atau daun sekitarnya atau subtending cluster bunga tebal menonjol.”

Semua Perdamaian Lily tanaman adalah anggota dari genus Spathiphyllum. Banyak dari kita biasanya tumbuh Lily Perdamaian di kami Perdamaian Lily perbungaan Spathiphyllum, Foto Copyright 2010 Steve Lucas, http://www.ExoticRainforest.comhomes dan terlepas dari hibrida atau spesies Anda tumbuh mayoritas berasal ketika kolektor pergi ke Amerika Selatan pada 1800-an mencari baru dan menarik “rumah tanaman” bagi petani Eropa. Meskipun ada cukup beberapa spesies, hanya beberapa telah berkembang dari beberapa spesies yang berasal dari Asia.Semua spesies Spathiphyllum, serta semua ratusan hibrida dan kultivar adalah anggota dari keluarga tanaman lebih besar yang disebut Araceae, biasa disebut aroid sebuah.Aroids mudah dikenali oleh seludang perbungaan dan gagang diproduksi oleh tanaman yang secara keliru disebut bunga.

Para seludang perbungaan atau “Perdamaian Lily” bisa menjadi houseplant sangat baik. Beberapa spesies dan hibrida memiliki sering kecil, lanset sempit (berbentuk tombak) meninggalkan sementara yang lain memiliki pisau daun jauh lebih besar dan lebih luas. Beberapa menghasilkan perbungaan kecil sementara yang lain menghasilkan seludang perbungaan dan gagang yang cukup besar. Tidak semua spesies liar Spathiphyllum sangat cocok sebagai tanaman rumah tetapi sejumlah besar dari cangkir ini berbentuk tanaman putih bantalan seludang perbungaan dijual sebagai hibridisasi “Lilies Perdamaian”.Hampir tidak ada tanaman yang umum tersedia adalah spesies melainkan adalah hibrida.Benar istilah ini seludang perbungaan, bukan “spath”.

Spesies yang paling mungkin digunakan untuk membuat hibrida kita tumbuh tampaknya menjadi salah satu dari beberapa termasuk Spathiphyllum wallisii, Spathiphyllum floribundum, Spathiphyllum friedrichsthalii atau Spathiphyllum cannifolium yang termasuk spesies yang paling luas di Kolombia dan beberapa bagian lain dari Amerika Selatan. Memang mungkin Spathiphyllum friedrichsthalii, yang umum ke Kosta Rika juga telah digunakan untuk membuat beberapa hibrida. Para seludang perbungaan (bunga) dari Spathiphyllum floribundum dan Spathiphyllum cannifolium adalah pertandingan dekat dengan seludang perbungaan yang kita amati pada banyak tanaman hias hibrida kami. Spathiphyllum cannifolium muncul terbatas pada lembah Amazon di mana ia dikenal dari hampir semua anak sungai utama dari lembah Amazon, setidaknya di Kolombia. Dalam Kolombia, Spathiphyllum cannifolium terjadi pada 200 sampai 1000 meter (660 kaki ke 3.280 kaki) di ketinggian, di zona tropis kehidupan hutan basah dan menghasilkan waktu yang hampir semua perbungaan tahun.

“Perdamaian Lily” dapat ditemukan dalam berbagai bentuk helai daun dan ukuran. Menurut George Bunting s A Revisi Spathiphyllum Genus spesies terbesar, Spathiphyllum commutatum dari Malaysia, Kepulauan Solomon dan sebagian Asia, tumbuh sampai 85 cm (33,4 inci) panjang dan spesies Spathiphyllum cochlearispathum dari Meksiko dapat tumbuh sampai 80 cm (31,5 inci) panjang. Dari semua spesies yang ditemukan di Spathiphyllum genus, semua kecuali tiga hanya ditemukan di Dunia Baru Neotropik. Ketiga spesies yang ditemukan di Filipina dan Kepulauan Maluku, Nugini, Palau, Britania Baru, dan Kepulauan Solomon sementara semua sisanya ditemukan dari tropis Meksiko melalui Amerika Tengah dan Selatan.

Genus ini juga terwakili di negara Amerika Selatan Kolombia dan ditemukan dari permukaan laut dekat sekitar 1300 meter (4.200 kaki plus). Genus yang paling umum di hutan dataran rendah primer dan umumnya terkait dengan air dan sungai yang tumbuh di koloni besar yang saling berhubungan dengan rimpang mereka.Para Spathiphyllum genus juga tumbuh di sebagian atau berkala hutan banjir kadang-kadang dalam situs dengan intensitas cahaya relatif rendah. Namun, asumsi tanaman ini akan selalu berhasil dalam cahaya rendah perlu pertimbangan lebih lanjut dan penjelasan.

Akar  rimpang, tangkai daun dan batang adalah agar sejak hal juga memberitahu kita sesuatu tentang bagaimana tanaman bertahan hidup dan bereproduksi di alamSebuah rimpang hanyalah sebuah batang yang berjalan di permukaan tanah dan berfungsi sebagai dukungan utama atau poros tengah tanaman (foto bawah). Semua atau sebagian besar tanaman di sebuah koloni yang terhubung ke beberapa derajat melalui rimpang mereka.Istilah batang dan rimpang yang kurang dipahami oleh petani tanaman sehingga sangat penting Anda memahami kita tidak membahas dukungan dari setiap daun tunggal, benar dikenal sebagai sebuah tangkai daun.Petani umumnya menyesatkan menjadi percaya daun didukung oleh “batang” tetapi asumsi yang tidak benar.Daun dibagi menjadi dua bagian utama dan dua bagian tumbuh bersama didefinisikan sebagai “daun”.Kedua bagian adalah tangkai daun dan pisau.

Batang adalah dasar, poros tengah dan dukungan utama dari pabrik biasanya dibagi menjadi node dan ruas. Node sering menghasilkan akar, daun axils nya, dan seludang perbungaan bunga “menarik) yang didukung pada batang dikenal sebagai gagang bunga node A adalah titik di mana tanaman menghasilkan akar dan. Memegang tunas yang juga dapat tumbuh menjadi tunas dari berbagai bentuk. akar batang itu kemudian jangkar tanaman baik ke tanah, pohon atau batu tergantung pada spesies dan genus. Dalam kasus Spathiphyllum genus batang bahkan dapat menyebar sebagai rimpang bertobat merayap di tanah tetapi sering tepat di bawah permukaan.Batang baik dapat tumbuh di atas tanah, bawah tanah atau sebagian di atas tanah.

Spesies seperti Spathiphyllum cannifolium dan Spathiphyllum floribundum yang biasanya menghasilkan perbungaan tapi tidak ada cara untuk mengetahui secara pasti jika tanaman Anda tumbuh dibesarkan dari spesies-spesies. Kemungkinan tinggi tanaman Anda diproduksi dalam sup kimia dan orang tua yang kawin silang dengan spesies induk banyak. Anda sangat tidak mungkin akan tumbuh spesies yang benar. Peternak upaya untuk tanaman inbrida yang cenderung menghasilkan perbungaan lebih sering tetapi dalam waktu tanaman sering kembali ke built-in mereka coding DNA dan menghasilkan hanya pada jadwal tertentu alami mereka.Ketika peternak sedang mencoba untuk menghasilkan tanaman dengan daun spektakuler dikombinasikan dengan berbunga sering, sesuatu harus menyerah urutan alami genetiknya.

Sering diberikan sebagai tanaman pemakaman, yang “Perdamaian Lily” adalah anggota dari tanaman Araceae besar keluarga biasa disebut aroid sebuah.Hibrida Spathiphyllum adalah salah satu tanaman yang lebih umum tersedia dijual di toko diskon, pembibitan dan toko bunga.Tanaman spesies benar adalah menemukan sangat jarang di rumah karena hampir semua tersedia untuk dijual diciptakan oleh hybridizers.Bahkan di alam liar beberapa spesies juga cukup langka.Hampir semua tanaman tersedia untuk pembelian tidak tumbuh dari biji tetapi ditumbuhkan dalam tabung reaksi sebagai jaringan kimia dibuat dibudidayakan atau tanaman kloning.Meskipun saya punya pada satu waktu telah dituntun untuk percaya variasi kloning itu “dirancang” untuk membutuhkan air sedikit, yaitu tidak lebih dari mitos.Tanaman secara alami dapat menahan penyalahgunaan karena mereka harus hidup melalui musim kering di habitat asli mereka yang kadang-kadang mengharuskan mereka untuk bertahan ketika sedikit air tersedia tetapi mereka memiliki keterbatasan dan tidak dapat menahan penyalahgunaan abadi dan penelantaran di rumah.

Aglaonema crispum (Pit. & Man.) D.H.Nicol

Sistematika Aglaonema crispum (Pit. & Man.) D.H.Nicol

Kingdom  Plantae

Divisio Magnoliophyta

Clasis  Liliopsida

Ordo  Arales

Familia  Araceae

Genus  Aglaonema

Spesies  Aglaonema crispum (Pit. & Man.) D.H.Nicol

Deskripsi

Habitat :tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.akar : Tanaman ini memiliki serabut batang yang tidak berkambium (Berkayu).Daun Menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem yang tersusun secara acak.

Kini berbagai macam Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.

Aglaonema, sri rejeki, atau chinese evergreenmerupakan tanaman hias populer dari suku talas-talasan atau Araceae. Genus Aglaonemamemiliki sekitar 30 spesies.Habitat asli tanaman ini adalah di bawah hutan hujan tropis, tumbuh baik pada areal dengan intensitas penyinaran rendah dan kelembaban tinggi.Tanaman ini memiliki akar serabut serta batang yang tidak berkambium (Berkayu).Daun menyirip serta memiliki pembuluh pengangkut berupa xilem dan floem yang tersusun secara acak.Kini berbagai macam Aglaonema hibrida telah dikembangkan dengan penampilan tanaman yang sangat menarik dengan bermacam-macam warna, bentuk, dan ukuran daun sehingga jauh berbeda dari spesies alami.luar biasa! Hebat! Kata itulah yang pas untuk melukiskan sosok turunan Aglaonema cochinchinense.Dialah mung mee srisuk alias rainamira.Puluhan helai daun bergerombol membentuk tajuk yang kompak.Sekitar 80% permukaan daun berwarna merah merona.Pucuk dihiasi warna kuning dengan tepi daun hijau tua. Pantas ia merebut kampiun saat Kontes Piala Raja di Suan Luang.

Aglaonema termasuk tanaman mudah tumbuh dan syarat hidupnya pun tidak banyak.Agar aglaonema tumbuh subur perhatikan faktor cahaya, suhu, kelemba­pan, dan naungan.Aglaonema termasuk tanaman mudah tumbuh dan tidak banyak persyaratan untuk hidupnya.

Aglaonema peka terhadap cahaya mata­hari.Cahaya matahari yang terlalu kuat bisa membuat daunnya kusam, bahkan terbakar dan akhirnya mati.Oleh kare­nanya, tanaman ini populer sebagai indoor plant.Jika ditempatkan di luar rumah dapat diakali, misalnya meletak­kan tanaman di teras rumah, di bawah naungan pohon, atau menggunakan paranet (shadingnet).Hidup dibawah naungan pepohonan menyebabkan aglaonema beradaptasi pada kelembapan yang relatif tinggi.Karenanya, tanaman hias ini menyukai udara dengan kelembaban sekitar 50% yang merupakan perpaduan suhu ideal sekitar 250C pada siang hari dan 160-200C pada malam hari.Kelembaban yang ter­lalu tinggi dapat mengurangi penguapan sehingga dapat mengurangi daya serap tanaman terhadap zat hara.

Tanaman Herbal, abadi, lahan basah atau terestrial, kadang-kadang muncul atau mengambang, [sering epifit atau pendakian], biasanya dengan lateks susu atau berair, jarang berwarna. Rimpang, umbi, atau stolons ini; rimpang vertikal atau horisontal, merayap pada atau dekat permukaan, kadang-kadang bercabang; umbi bawah tanah, tepung; stolons pada atau dekat permukaan.Batang absen [kadang-kadang atas tanah atau udara].Cataphylls biasanya hadir. Daun jarang soliter, alternatif atau berkerumun; tangkai daun jarang yang absen, dengan selubung mulia; pisau sederhana atau senyawa [sesekali melubangi], berbentuk bulat panjang untuk obovate atau spatulate, sesekali sagittate-berbentuk hati, lebih besar dari 1,5 cm; paralel venasi atau menyirip-atau palmate-terjaring . Inflorescences spadices, masing-masing dengan 3-900 biasanya erat dikelompokkan, bunga tetap, subtended oleh seludang perbungaan; seludang perbungaan jarang absen, persisten (kadang-kadang hanya proksimal) atau gugur, dengan berbagai warna; gagang berbentuk silindrik atau bulat telur, berbagai bagian sesekali telanjang atau dengan bunga-bunga steril.

Aglaonema yang juga dikenal dengan nama sri rejeki merupakan anggota family Araceae, satu kelompok dengan tanaman keladi.  Tanaman hias daun ini memiliki 40 jenis, tiga di antaranya yang menjadi favorit pecinta tanaman hias adalah Aglaonema costatum, Aglaonema modestum, dan Aglaonema crispum.Aglaonema ditemukan tumbuh alami di negara-negara tropis seperti di kawasan Asia Tenggara, India, dan Cina.

Habitat alaminya adalah rawa-rawa dan hutan hujan.  Sri rejeki termasuk dalam kelompok tanaman herba yang dapat tumbuh dengan ketinggian 20-150 cm.  Daunnya tersusun berselang-seling pada batang, berbentuk bulat-lonjong, dan memiliki variasi warna dari merah hingga putih-hijau.Getah dari beberapa jenis Aglaonema ada yang mengandung racun.Racun tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit dan peradangan pada bibir, lidah, tenggorokan jika terminum.Aglaonema sangat terkenal sebagai tanaman hias karena tanaman ini memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap berbagai variasi lingkungan dan mudah ditumbuhkan.

Tanaman ini dapat menyesuaikan diri dengan berbagai intensitas cahaya, tidak membutuhkan perhatian ekstra keras dalam perawatannya, dan relatif memiliki daya tahan tinggi terhadap hama.  Sebagian orang Asia (termasuk Cina, Thailand, dan Indonesia) percaya bahwa Aglaonema dapat mendatangkan keberuntungan dan rejeki.  Aglaonema memiliki beberapa varian yang cukup menarik seperti snow white, legacy, cochine, lipstick, dan widuri.  Snow white adalah varian sri rejeki yang memiliki ciri-ciri daun berwarna putih dengan corak-corak hijau yang tersebar rata di permukaannya.Legacy memiliki daun berwarna hijau dengan dominasi corak berwarna merah yang mengikuti alur tulang daun.  Sementara, lipstick memiliki pola warna merah mengelilingi tepi daunnya (jadi seperti bibir yang memakai lipstick).  Cochine merupakan sri rejeki berdaun merah atau warna tembaga.

Bunga biseksual atau berkelamin tunggal, jantan dan betina biasanya pada tanaman yang sama atau fungsional pada tanaman yang berbeda, bunga jantan distal betina ketika berkelamin tunggal; perianth tidak ada atau ini; benang sari 2 – 12, yang berbeda atau yang muncul bersamaan di synandria; ovaryies 1, 1 – 3 (- banyak)-lokulus, sessile atau tertanam di gagang; gaya 1; stigma setengah bulat, berbentuk kepala, atau diskoid Araceae yang terbaik ditandai dengan perbungaan, sebuah berbentuk silindrik atau bulat telur berdaging, gagang bercabang subtended atau dikelilingi oleh seludang perbungaan a. Spathes benar tidak hadir dalam Orontium genus Nearctic dan di Gymnostachys genus Australia. Keluarga tanaman lainnya dengan kompresi seperti gagang perbungaan, seperti Piperaceae dan Cyclanthaceae, juga tidak memiliki struktur yang setara dengan seludang perbungaan (Piperaceae) atau awal gugur bracts (Cyclanthaceae).Tanaman biasanya gundul, jarang puber atau berduri (pubescent di Pistia).Banyak Araceae pameran khas monocotyledonous daun venasi paralel, tetapi beberapa genera memiliki venasi daun bersih lebih khas dikotil.

Klasifikasi Infrafamilial dari Araceae adalah yang diteliti aktif.Klasifikasi hanya keluarga sampai saat ini untuk memanfaatkan teknik filogenetik modern (. SJ Mayo et al, 1997) mengakui tujuh subfamilies, yang tiga direpresentasikan dalam asli Amerika Utara beriklim aroid Flora: Orontioideae (Orontium, Symplocarpus, Lysichiton); Calloideae (Calla ), dan Aroideae (Peltandra, Arisaema, dan Pistia). Acorus, genus historis termasuk dalam Araceae, diperlakukan sebagai keluarga terpisah flora theat berdasarkan morfologi yang luas dan bukti kimia yang mendukung penghapusan dari Arales (Grayum 1987).

Jumlah genus Araceae yang terjadi di Amerika Utara beriklim rendah dibandingkan dengan benua lain, dan taksa primitif secara tidak proporsional terwakili. Orontioideae dan Calloideae, yang meliputi empat dari tujuh marga asli ditemukan di daerah flora, adalah clades basal dalam Araceae.Tanaman dalam subfamilies memiliki negara primitif untuk banyak karakteristik yang Araceae dan karakteristik saham yang berasal beberapa genera dengan aroid lain (MH Grayum 1990). Genera lebih maju asli daerah flora yang mencakup satu genus endemik di selatan Amerika Utara (Peltandra), sebuah genus Lumba dengan distribusi asli pasti (Pistia), dan genus jelas Eurasia di asal (Arisaema).

Araceae mengandung kristal kalsium oksalat, yang sering dikutip sebagai penyebab iritasi intens yang dialami saat menangani atau mengkonsumsi jaringan tanaman baku genera banyak dalam keluarga. Anggapan ini bertentangan dengan fakta bahwa meskipun iritasi umumnya tidak diproduksi oleh tanaman dimasak dengan benar, kristal tetap setelah pemanasan. Senyawa lain karena itu harus terlibat dengan menyebabkan reaksi ini. Studi Dieffenbachia menunjukkan bahwa enzim proteolitik, serta senyawa lain, bertanggung jawab untuk iritasi parah yang disebabkan oleh tanaman ini dan itu raphides kalsium oksalat tidak memainkan peran utama (J. Arditti dan E. Rodriguez 1982). Apakah iritasi disebabkan oleh enzim atau kristal, bahwa aspek Araceae telah menghasilkan genera aroid yang termasuk dalam banyak daftar tanaman.

Tanaman dari beberapa spesies yang dibudidayakan untuk lolos Araceae dan dapat bertahan hidup atau mempelajari ilmu alam, terutama di iklim hangat. Salah satu spesies ini, Colocasia esculenta, tersebar luas cukup untuk menjamin inklusi penuh dalam flora, tetapi spesies lain diperkenalkan Araceae sangat lokal di kejadian. Jarang spesies diwakili oleh spesimen herbarium atau laporan sastra sebagai melarikan diri atau bertahan dari budidaya..Bunga Warna: tidak mencolok, tidak ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ficus elastica Roxb. ex Hornem

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Ficus elastica Roxb. ex Hornem

Kingdom  Plantae
Divisio  Magnoliophyta
Classis   Magnoliopsida
Ordo  Urticales
Familia  Moraceae
Genus  Ficus
Species  Ficus elastica Roxb. ex Hornem

Nama umum

Indonesia         : Karet kebo, karet hutan, kadjai (Sumatra)

Inggris             : Assam rubber

Indian              : rubbertree

Melayu                        : rambong, pokok getah rambong

Pilipina             :balete

 

Habitat

Pohon Ficus adalah tanaman tropis, dan sebagian besar spesies hidup di hutan. Hutan tropis menimbulkan berbagai tantangan untuk flora tinggal di sana, terutama kurangnya cahaya yang tersedia untuk tanaman yang tidak dapat tumbuh cukup tinggi untuk mencapai kanopi (Thumma.2009).

 

Habitus

Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai 20-30 meter. Suku Moraceae biasanya terdiri dari pohon-pohon (Gembong.2009:112). Suku Moraceae berupa pohon, perdu, liana rang herba (Undang.1991:63).

Deskripsi        :

Ara (Ficus, Moraceae) merupakan salah satu marga terbesar tanaman berbunga dengan ca. 750 di seluruh dunia spesies (Ronsted.2008). Sistem akar tunggang,jika lembaga tumbuh terus menadiakar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil (Gembong.2009:92). Batang berkayu, silindris, warna coklat tua, permukaan halus, percabangan meyebar  tak beraturan hingga membentuk pohon yang rindang. Dari batang tersebut keluar akar-akar menggantung dari batang atau cabang yang sudah besar.

Pohon 8-40 meter tingginya. Dalam keadaan liar mula-mula hidupnya ephipthis, banyak akar udara yang menuju ke tanah, yang nantinya masing-masing menjadi batang (steenis.2006:166).

Daun tunggal, bertangkai, tersusun berseling (alternate), bentuk lonjong (elliptica), ujung dan pangkal meruncing (acuminatus), tepi rata, permukaan mengkilat (nitidus), pada pohon yang masih muda panjang daun kurang lebih 35 cm, lebar kurang lebih  15 cm, setelah pohon menjadi dewasa rata-rata panjang daun menjadi lebih kecil dengan panjang kurang lebih  10-15 cm dan lebar kurang lebih  5-7 cm, daun muda berwarna merah hati setelah dewasa menjadi hijau tua, kuncup daun muda tertutup dengan selaput bumbung (ochrea) berbentuk kerucut tajam berwarna merah muda.

Daun dengan tulang daun samping yang halus dan sangat rapat berurutan. Memiliki getah putih (Steens.2006:166). Daun tunggal yang duduknya tersebar dengan daun penumpu yang lebar, kadang-kadang memeluk batang (Gembong.2009:111). Daun tersebar bertangkai cukup panang, seperti kulit, mamanjang atau elips, kerapkali dengan pangkal tumpul dan ujung meruncing, tepi tara. Warna daun dari atas hijau tua mengkilat dan dari bawah berwarna lebih muda dan buram (Steens.2006:167).

Dalam sebuah jurnal penelitian, disebutkan bahwa pada anatomi daun Ficus elastika terdapat kandungan oksalat dan kalsium karbonat kalsium. Kristal kalsium oksalat tersebut terutama ditemukan sebagai druses atau prismatik Kristal (Chih.1997). Kandungan kalium karbonat pada Ficus elastika berupa litosit dan sistolit. Sisitolit adalah Kristal yang dibentuk pada penonjolan ramping dari dinding ke dalam lumen sel. Sedangkan sel yang bersangkutan disebut litosit (Hidayat.1992:32).

Bunga muncul di ketiak daun, berwarna merah kusam, penyerbukan sangat tergantung pada satu jenis kumbang Buah bulat telur, panjang  kurang lebih  1 cm, berwarna kuning kehijauan. Bunga ficus duduk di ketiak, eliptis memanjang dan licin (Steen.2006:166).

Bunga telanjang atau dengan  hiasan bunga yang tidak gugur dan kemudian menjadi tebal berdaging. Bunga jantan dengan tenda bunga yang berbilanga 2-6,  benang sari sama dengan daun hiasan, duduknya berhadapan dengan daun-daun bungabunga batina dengan bakal buah yang tenggelam sampai menumpang, dengan 1 atau 2 tangkai putik,beruang 1 dengan bakal bii yang menggaantung atau terletak di dasarnya (Gembong.2009:112).

Ficus drupacea

Sistematika Ficus drupacea

Kingdom  Plantae

      Divisio  Magnoliophyta

             Classis  Magnoliopsida

                    Ordo  Urticales

                         Familia  Moraceae

                           Genus  Ficus

                                   Species  Ficus drupacea

 

Habitat

Pohon Ficus dapat ditemukan di seluruh dunia. Hampir setiap benua dan pulau di daerah tropis memiliki setidaknya satu jenis ficus asli (Scot.2001). Pohon Ficus adalah tanaman tropis, dan sebagian besar spesies hidup di hutan. Hutan tropis menimbulkan berbagai tantangan untuk flora tinggal di sana, terutama kurangnya cahaya yang tersedia untuk tanaman yang tidak dapat tumbuh cukup tinggi untuk mencapai kanopi (Corine.2008).

Habitus

Tumbuhan berbentuk pohon, berumur panjang (perenial), tinggi bisa mencapai 20 – 30 m. Suku Moraceae biasanya terdiri dari pohon-pohon (Gembong. 2009:112).  Suku Moraceae berupa pohon, perdu, liana rang herba (Undang.1991:63).

Deskripsi

Ara (Ficus, Moraceae) merupakan salah satu marga terbesar tanaman berbunga dengan ca. 750 di seluruh dunia spesies (Ronsted.2008). Sistem akar tunggang, jika lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil (Gembong.2009:92).

Daun merupakan daun tunggal, berwarna hijau muda. Bangun daun jorong, dengan ujung daun meruncing, pankal daun tumpul, tepi daun rata dan  Peruratan menyirip. Tekstur daunnya seperti kertas (Chui.2002). Daun tersebar bertangkai cukup panang, seperti kulit, mamanjang atau elips, kerapkali dengan pangkal tumpul dan ujung meruncing, tepi tara. Warna daun hijau muda (Steens.2006:167).

Batang berbentuk bundar, berwarna putih kecoklatan, dengan permukaan halus. Pada batang terdapat akar pencekik yang berfungsi sebagai penyimpan air dan nutrisi dari tanah.. Pertumbuhan batangnaya lurus ke atas (Scot.2001). Ketika mengamati buahnya   drupacea Ficus warna merah terang yang besar,  lezat buah ara (Athrea.2001).

 


Adansonia digitata L.

Sistematika Adansonia digitata L.
Kingdom  Plantae

Divisio Magnoliophyta

Classis  Magnoliopsida

Ordo  Malvales

Familia  Bombacaceae

Genus  Adanso

Spesies  Adansonia digitata L.

Habitat:

Pohon raksasa ini dapat tumbuh di daerah panas, hutan kering, daerah berbatu, hingga daerah dengan curah hujan yang rendah.Pohon ini juga disebut-sebut sebagai pohon kehidupan (Tree of Life). Pohon yang berhabitat digurun ini dapat tumbuh antara 25-47 meter dan berdiameter 15. Spesies ini dapat berumur hingga 1500 tahun dan mampu menyimpan air sebanyak 300 liter pada musim hujan.tumbuh di tempat yang cerah, mereka juga dapat menahan suhu sedikit di bawah nol, tetapi untuk waktu yang singkat, dan hanya jika dalam benar-benar kering. Selama musim dingin menimbulkan in berkelana dingin, atau kaca tempered. Penyiraman: Tanaman ini, seperti succulents lainnya, harus disiram hanya selama musim tanam, dari bulan Maret sampai Oktober, selalu memungkinkan tanah benar-benar kering antara waterings. Tumbuh di tanah yang gembur dan berdrainase baik, kaya bahan organik

Habitus:

Jenis pohon, sukulen, succulents yang terbesar di dunia, kebanyakan spesies asli Afrika selatan, hanya A. menonjol dari Australia. Di alam mereka tumbuh pohon-pohon lebih besar, 20-25 meter, dengan laras yang luas dan diperpanjang, yang bisa mencapai 25-30 meter dengan lebar.Baobab ini juga diperbanyak dengan stek.Baobab juga disebut pohon yang terbalik karena minim daun, cabang-cabang Baobab seperti mencuat ke udara, seolah-olah telah ditanam terbalik.

Deskripsi        :

Pohon Baobab atau Asem Buto layak disebut Pohon Raksasa. Pohon bernama latin Adansonia Digitata tingginya ini mampu mencapai 47 meter dengan lingkar batang mencapai 16 meter. Dengan ukurannya yang raksasa itu African Baobab dianggap sebagai pohon terbesar kedua setelah Redwood. Baobab sendiri merupakan nama umum dari tumbuhan anggota genus Adansonia. Genus ini terdiri atas delapan spesies yang 6 di antaranya asli Madagaskar, satu spesies baobab asli Afrika dan satu spesies lagi asli Australia.

Batangnya bisa mengeluarkan air jika lubangi atau dikelet. batang bawah membesar ,permukaan licin ,berkas cabang berlubang,percabangan lateral. batang dan cabang ditutupi dengan kulit kayu tebal coklat keabu-abuan, halus.

Daun berkara. Mereka memiliki daun besar palmate hijau tua, terdiri dari 5-7 daun kecil berbentuk oval, memanjang, pohon-pohon baobab yang gugur, mereka kehilangan saat bulan-bulan musim dingin.

Perbungaan terminal. Pada musim semi, menghasilkan bunga putih besar, terjumbai, kelopak berdaging diikuti oleh buah oval besar. Buahnya mengandung vitamin C yang lebih banyak dari jeruk dan daunnya bisa diolah sebagai sayuran. warna buah putih berbentuk kayak lonceng,kulit buah berbulu.

Manfaat          :

Pohon ini biasa digunakan untuk tempat pemakaman dan sebagai tempat berteduh, lubang-lubang yang terdapat dibatang pohon digunakan sebagai tempat penyimpanan biji-bijian.

Garcinia mangotana L.

 

Kingdom          Plantae

Divisio  Magnoliophyta

Clasis Magnoliopsida

Ordo: Theales

Familia  Clusiaceae

Genus  Garcinia

Spesies  Garcinia mangostana L.

Nama Lokal    :

Indonesia         : Manggis, Manggu

Inggris             : Mangosteen

Melayu            : Manggis

Vietnam           : Mang Cut

Thailang          : Mangkhut

Pilipina             : Manggis

Habitat

Manggis atau yang sering dijuluki queen of fruit ini memiliki nama kimia Garnicia mangostana. Merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis di kawasan Asia Tenggara, yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesi. Tanaman ini sukar dikembangkan, terutama karena pertumbuhannya yang sangat lambat dan memerlukan beberapa tahun agar sistem perakaran dapat benar-benar efektif.

Manggis merupakan tanaman budidaya di daerah tropis. Tumbuhan ini tumbuh subur pada kondisi dengan banyak mendapat sinar matahari, kelembaban tinggi, dan musim kering yang pendek (untuk menstimulasi perbungaan). Pada kondisi kering, diperlukan irigasi untuk menjaga kelembapan tanah. Tumbuhan ini ditanam hingga ketinggian 1000 m dpl (20 – 40°C) di daerah tropis, namun pertumbuhan maksimal berlangsung di daerah dataran rendah.

Deskripsi        :

Pohon berumah dua, tinggi mencapai 25 m, berbatang lurus dan bertajuk menyerupai kerucut. Semua bagian tanaman mengelurkan getah kuning apabila dilukai. Daun berhadapan, lonjong atau jorong, kaku menyerupai kulit, permukaan atas lokos dan hijau terang sedang permukaan bawah hijau kekuningan. Bunga tunggal atau berpasangan di ujung-ujung percabangan; berdaun kelopak 4 yang tersusun dalam 2 pasang; daun mahkota 4, tebal dan berdaging, hijau kekuningan dengan pinggir kemerahan; staminodium banyak. Buah bani membulat, apabila masak ungu gelap, kelopak masih tetap menempel pada buah. Berbiji sampai 3, setiap biji dibungkus oleh aril yang putih.

Manfaat          :

Selain buahnya yang enak dimakan, kulit buah Manggis juga dapat digunakan untuk menyamak kulit dan bahan pewarna hitam. Kayunya yang ke-merahan  dapat dimanfaatkan untuk bahan alat pertukangan.  Khasiat buah manggis untuk kecantikan selain itu, menyembuhkan dan pencegahan penyakit kanker, mengurangi berat badan, mencegah penyakit jantung, mengurangi tekanan darah tinggi, mengobati dan mencegah diabetes, menurunkan kolestrol, mengatasi gangguan pernapasan, memelihara kemampuan mental dan mencegah gangguan penglihatan . Buah ungu yang satu ini sering disebut sebagai “buah super”, Karena mengandung banyak antioksidan dan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan  dan kecantikan. Sekarang ini buah tersebut umum digunakan sebagai suplemen gizi. Untuk opsi natural, manusia dapat mengkonsumsi segelas jus manggis untuk dosis harian.

Manfaat lainnya bagi kesehatanpun sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah:Membantu tubuh dalam memerangi radikal bebas, yakni tanda-tanda penuaan fisik.Radang dan nyeri juga bisa diatasi dengan kandungan Xanthone yang ada di dalam manggis. Ia berfungsi melawan aneka peradangan di dalam tubuh. Xanthone sendiri adalah zat kimia yang befungsi untuk meningkatkan sistem imun di tubuh. Kandungan Xanthone pada manggis juga sering digunakan untuk membuat aneka obat penahan rasa sakit.Kandungan nutrisi lain yang ada pada buah manggis adalah catechins, polysaccharides, quinones, stilbenes and polyphenols.

Catechins terbukti mengandung lima kali antioksidan dibanding vitamin C, sedangkan Polysaccharides dan Quinones dikenal sebagai anti bacterial, sehingga dapat melindungi tubuh dari bakteri manapun. Keduanya juga berfungsi sebagai pencegah kanker, dan terakhir Stilbenes adalah zat mencegah timbulnya aneka jamur yang merugikan tubuh.

Caryota mitis Lour.

Sistematika Caryota mitis Lour.

Kingdom  Plantae

Divisio Magnoliophyta
Clasis Liliopsida
Ordo  Arecales
Familia  Arecaceae

Genus  Caryota

Spesies  Caryota mitis Lour.

Nama lokal     :

Indonesia : Palem saray, palem sarai, palem ekor ikan, gandhuru

Inggris      : Fishtail palm

Thailand    : Tau Rang

Habitat            :

Hutan hujan dataran rendah hingga tinggi, dari permukaan laut hingga 1500 m.

Deskripsi        :

Daun Bipinnate, 8 sampai 10 daun hijau muda,. Panjang upih daun hingga 150 cm, hancur membentuk jalinan serabut hitam tanpa crownshaft. Tangkai daun pendek hingga panjang, 4-150 cm (lebih panjang waktu muda). Anak daun sekitar 25 disetiap sisi anak tulang perbungaan, berbentuk baji, panjang 8-12 cm, berujung terkoyak, tersusun tersusun teratur, mendatar atau ditepian, irisan dibagian dasar berbentuk V (induplicate), dengan bentuk karakteristik lembar daun berbentuk buntut ikan. Batang clustering ditutupi dengan serat dan sisa-sisa tangkai daun, Di bawah, Trung abu-abu, tertutup lapisan lilin,  4 sampai 8 inci dengan diameter (10 sampai 20 cm).

 

Manfaat          :

Batang untuk bangunan, sebagai bahan pembuat alat perabot rumah tangga, tulang daun dapat dijadikan sebagai alat pancing, buahnya dapat dimakan dan kadang digunakan sebagai pengganti buah pinang.


Sirsak (Annona muricata L.)

Klasifikasi
Kingdom Plantae

Divisio  Magnoliophyta
Clasis Magnoliopsida
Ordo  Magnoliales
Familia Annonaceae
Genus: Annona
Spesies: Annona muricata L.

Nama lokal     :

Nama daerah: nongko sabrang (Jawa) Sirsak, nangka belanda, atau durian belanda (Annona muricata L.) adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan.Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang,nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris(Madura), srikaya jawa (Bali), deureuyan belanda (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung).

Deskripsi :

Mempunyai Daun sirsak berbentuk bulat telur agak tebal dan permukaan pada bagian atas yang halus berwarna hijau tua sedangkan pada bagian bawahnya mempunyai warna yang lebih muda. akar buah sirsak berupa akar tunggang mempunyai batang berkayu dan dapat hidup menahun bunga tunggal dalam berkas 1-2 berhadapan / disamping daun mahkota daun mahkota segitiga berbentuk majemuk agregat bertekstur empuk daging buahnya berwarna putih berbiji banyak dan mempunyai duri yang pendek mempunyai cita rasa yang manis biji dalam satu buah agregat berjumlah banyak berwarna hitam mengkilat


Musa paradisiacal

 

 

 

 

SISTEMATIKA

Kingdom : Plantae (Tumbuhan )

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga )

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)

Ordo : Zingiberales

Famili: Musaceae

Genus:Musa
Spesies:Musaparadisiaca

 

DISKRIPSI

Habitat

Habitat Musa paradisiacal berdasarkan pengamatan adalah di Kebun Raya Porwodadi-Pasuruan. Kebun Raya Purwodadi berupa dataran rendah, keadaan tanahnya subur dan juga agak basah. Kelembapannya tinggi dengan pencahayaan matahari yang cukup, sehingga proses fotosintesis dapat berlangsung secara sempurna.. Pengamatan ini dilakukan pada jam 09.00-13.00 WIB.

 

Habitus
Habitus Musa paradisiacal berupa pohon semu yang berukuran sedang dengan  diameter 20 cm dan bisa lebih besar lagi.

Akar

Akar Musa paradisiacal bisa tumbuh pada batang dan bonggolnya. Akan tetapi tumbuhnya akar pada batang dengan catatan batang itu di tempelkan di tanah.maka akar akan tumbuh dan juga tumbuh tunas. Akarnya termasuk akar tunggang. Akar Batang pisang berakar rimpang dan tidak mempunyai akar tunggang Akar ini berpangkal pada umbi batang. Akar terbanyak berada dibagian bawah sampai kedalaman 75-150 cm. Sedangkan akar yang bearada dibagian samping umbi batang tumbuh kesamping dan mendatar, panjangnya dapat mencapai 4-5 meter. Ada dua macam perakaran yaitu perakaran utama, akar batang yang menempel pada bonggol batang dan perakaran sekunder, akar tumbuh dari perakaran utama sepanjang 5 cm dari pangkal akar (nisa, 2009)

Batang Musa paradisiacal disebut batang semu. Batangnya silindris sempurna, dengan diameter 20 cm dan bisa lebih. Dan tinggi pohon pisang itu antara 2 meter-4meter dan bisa lebih. Batangnya mempunyai ciri berair, lurus dan tidak ada percabangan.

Batang pisang sebenarnya terletak dalam tanah berupa umbi batang. Dibagian atas umbi batang terdapat titik tumbuh yang menghasilkan daun danpada suatu saat akan tumbuh bunga pisang ( jantung) . Sedang yang berdiri tegak diatas tanah yang biasanya dianggap batang itu adalah batang semu. Batang semu ini         terbentuk dari pelepah daun pisang yang saling menelungkup dan menutupi dengan kuat dan kompak sehingga bisa berdiri tegak seperti batang tanaman. Tinggi batang semu ini berkisar 3,5 – 7,5 meter tergantung jenisnya (nisa, 2009).

Bonggol adalah batang pisang yang terdapat didalam tanah. Pada sepertiga bagian bonggol sebelah atas terdapat mata calon tumbuh tunas anakan (nisa, 2009).

Daun Musa paradisiacal merupakan daun tunggal(folium simplek). Daunnya merupakan daun lengkap yang mempunyai upih daun/pelepah daun(vagina), tangkai daun(petiolus), helaian daun(lamina). Permukaan daunnya berselaput lilin, yang   berwarna putih. Pada umumnya warna daun pada sisi atas tampak lebih hijau, licin, atau mengkilat jika dibandingkan dengan sisi bawah daun. Perbedaan warna tadi disebabkan karena warna hijau lebih banyak terdapat pada lapisan atas dari pada di lapisan bawah.

Lembaran daun (lamina) pisang lebar dengan urat  daun utama menonjol berukuran besar sebagai pengembangan morfologis   lapisan batang semu (gedebong). Urat daun utama ini sering disebut  sebagai pelepah daun. Lembaran daun yang lebar berurat sejajar dan tegak lurus  pada    pelepah daun.  Urat daun initidak ada ikatan daun yang kuat ditepinya sehingga daun mudah sobek akibat terkena angin kencang (nisa, 2009).

Bunga Musa paradisiacal berbentuk seperti udang yang mana terdapat lapisan putih dengan stigma warna kuning. Bunga pada Musa paradisiacal ini akan tumbuh menjadi buah.jadi pisang yang selama ini kita makan merupakan metamorfosa dari bunga yang tumbuh besar menjadi buah. Didalam buah juga terdapat biji, yang berwarna hitam, keras, dan agak bulat.

Bunga pisang berupa tongkol yang sering disebut jantung. Bunga ini muncul dari primodia yang terbentuk pada bonggolnya. Perkembangan primodia bunga memanjang keatas hingga menembus inti batang semu dan keluar inti batang semu.          Bunga jantan dan bunga betina terjalin dalam satu rangkaian yang terdiri dari 5-20             bunga. Rangkaian bunga ini nantinya membentuk buah, yang disebut satu sisir. Satu bunga jantung dapat pula terdiri dari 1-2 rangkaian bunga sehingga deretan sisirnya sangat panjang, misalnya pisang seribu (nisa,2009).

Buah Musa paradisiacal rangat lembut, segar dan biasanya berwarna kuning. Akan tetapi ada juga jenis pisang yang pada waktu masak berwarna putih.Didalam buah pisang terdapat biji yang berwarna hitam, dan biji itu akan berwarna hitam dan keras apabila buahnya sudah matang dengan sempurna. Kulitnya buah pisang  memiliki ketebalan 1 cm atau lebih. Lapisan kulit pisang antara yang luar dan dalam sangat berbeda, yakni apabila lapisan yang di dalam terasa lembek dan becek, akan tetapi lapisan yang luar terasa kering dan mengkilat. Aroma pisang sangat khas, berkembangnya buah pisang itu dari atas kebawah.
Kulit buah kuning kemerahan dengan bintik- bintik coklat. Daging buah agak orange. Satu tandan terdiri dari 8-12 sisir. Dalam setiap sisir terdiri dari 12-20 buah. Bentuk, warna dan rasa buah digunakan untuk menentukan klon /jenis tanaman pisang. Adapun pembentukan buah pisang sesudah keluar, maka akan terbentuk sisir pertama, kemudian memanjang lagi dan terbentuk sisir kedua dan ketiga dan seterusnya. Jantungnya perlu dipotong sebab sudah tidak bisa menghasilkan sisir lagi (Nisa, 2009)

            Biji buah Musa paradisiacal berwarna hitam mengkilat, keras dan apabila di makan rasanya pahit. Biji Musa paradisiacal berbentuk agak bulat, kecil-kecil. Pohon pisang ini memang mempunyai biji akan tetapi perkembangbiakannya tidak menggunakan biji tersebut, melainkan dengan menggunakan tunas. Tunas itu bisa tumbuh pada bongkol atau pun pada batangnya.

Manfaat
Manfaat Musa paradisiacal dalam ilmu kesehatan, tidak terlepas dari kandungan gizi pisang yang meliputi( Syakur, 2011):

  • Lemak 0,2 gram
  • Protein 1,2 gram
  • Karbohidrat 25,8 gram
  • Serat 0,7 gram
  • Besi 0,5 gram
  • Fosfor 28 gram
  • Kalsium 8 mg
  • Vitamin C 3 mg
  • Vitamin B 0,08 mg
  • Vitamin A 44 RE

Asam folat merupakan zat yang sangat dibutuhkan oleh janin untuk perkembangannya di dalam rahim. Pisang mengandung asam folat sehingga sangat bagus dikonsumsi untuk ibu hamil. Karena pisang juga mengandung kalori yang cukup tinggi jadi berhati hatilah jangan sampai terlalu banyak mengkonsumsi pisang agar manfaat pisang yang didapatkan oleh ibu hamil akan maksimal. satu butir pisang bisa mempunyai kalori 80-100 kalori( Syakur, 2011).

Penderita hipertensi  dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan rendah garam. Kandungan garam yang rendah dan adanya kandungan kalium yang tinggi pada pisang menjadikan pisang buah yang cocok dikonsumsi untuk penderita darah tinggi/ hipertensi. Kandungan rata rata kalium untuk satu butir pisang adalah 500mg. Jumlah ini mampu menurunkan tekanan darah dan juga bisa menjaga keseimbangan cairan didalam tubuh Hasil penelitian dari Journal of the American College of Cardiology menyimpulkan bahwa asupan kalium harian sebesar 1600mg (setengah dari jumlah yang dianjurkan untuk konsumsi harian yang berjumlah 3500mg) bisa menurunkan risiko stroke lebih dari seperlima. Ilmuwan dari universitas Warwick dan naples mengatakan bahwa saat ini jumlah asupan kalium harian di banyak negara masih dibawah jumlah yang disarankan. Terlalu sedikit asupan kalium akan mengakibatkan gejala gejala mual,denyut jantung tidak teratur, diare serta cepat marah( Syakur, 2011).

Asam lambung yang tinggi dapat dinetralkan jika mengkonsumsi pisang yang dicampur dengan susu cair. Hidangkan segelas susu cair yang dicampur pisang untuk menetralkan asam lambung. Cholik pun dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi pisang yang dicampur susu cair ini, sehingga susu cair dicampur pisang sangat cocok bagi anak anak kecil/ bayi yang sering menderita cholik( Syakur, 2011).

Manfaat pisang tidak hanya dari buahnya saja, namun manfaat daun pisang bisa untuk mengobati luka bakar. Abu daun pisang yang dicampur dengan minyak kelapa mempunyai efek mendinginkan kulit serta meringankan luka bakar jika dioleskan pada daerah yang terbakar tersebut( Syakur, 2011).

Bubur buah pisang dicampur madu dengan sedikit susu dapat dipakai untuk menghilangkan jerawat. Cara pemakaian Ramuan bubur tersebut adalah dioleskan pada wajah selama 30-40 menit. Setelah selesai bilaslah dengan air hangat kemudian bilaslah dengan air dingin, lakukan cara ini secara konsisten selama 2 minggu dan lihatlah hasil dari manfaat pisang bagi kesehatan kulit  ini ( Syakur, 2011).

Setelah memakan pisang , para penderita depresi merasa lebih baik. Setelah diteliti hal ini karena pisang mengandung protein  tryptophan,protein ini kemudian akan diubah menjadi serotonin yang akan memperbaiki mood, menjadi lebih rileks dan membuah bahagia( Syakur, 2011).

kandungan kalsium yang juga tinggi di dalam pisang membantu meningkatkan kemampuan berkonsentrasi serta lebih waspada. Manfaat pisang ini menjadikan pisang akan meningkatkan kemampuan belajar siswa sekolah( Syakur, 2011).

Manfaat pisang bagi penderita anemia adalah pisang bisa merangsang produksi hemoglobin sehingga hal ini akan mengatasi anemia( Syakur, 2011).

Manfaat pisang tidak hanya dari buahnya saja, namun manfaat daun pisang bisa untuk mengobati luka bakar. Abu daun pisang yang dicampur dengan minyak kelapa mempunyai efek mendinginkan kulit serta meringankan luka bakar jika dioleskan pada daerah yang terbakar tersebut( Syakur, 2011).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

            Berdasarkan pengamatan yang telah praktikan lakukan pada hari Minggu tanggal 01 April 2012 pada pukul 09.00 s/d 12.00 Wib, yang bertempat di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan. Pengamatan ini ditujukan untuk memenuhi tugas ( Kuliah Kerja Lapangan) untuk mata kuliah Taksonomi Tumbuhan Tinggi ( TTT ). Pada saat pengamatan praktikan dapat mengidentifikasi sebanyak 38 jenis spesies yang termasuk kedalam 15 Familia, yang terurai sebagai berikut:

  1. 1.    Araceae

Pothos.sp, Sphatiphyllum, Aglaonema, Monstera, orania aruensis, Pinanga caesia, Actiorhyis, Rhapidophora

  1. Rutaceae

Limonia accidisima

  1. Sapotaceae

Manilkara kauki ( Sawo kecik )

  1. Anacardeaceae

Mangifera indica, Psidium guajava

  1. Mrytaceae

Sysygium, Melalegea alternifolia

  1. Bumbaceae

Ceiba pentandra, Adonsonia digitata , Randu alas

  1. Musaceae

Musa paradiaca. Sp,

  1. Anonaceae

Annona muricata ( Sirsat ), Annona squomosa ( Srikaya )

  1. Brignoneaceae

Kigelia apricano ( Asam afrika )

  1. Rubiaceae

Ixora sp, Ixora Coccinea

  1. Apoceae

Pulmeria alba (Kamboja)

  1. Agaveceae

Sensivierra Arisfosciata

  1. Moraceae

Ficus elastic, Ficus irata, Ficus benjamina, Ficus Binnendijkin, Ficus drupaceae,

  1. Residaceae

Haringtonia asetika ( Pohon Perdamaian )

  1. Santalaceae

Santalum album ( Cendana )

Dari hasil pengamatan kita juga menemukan bebrapa jenis dan prbedaan yang ada pada kaktus yaitu kaktus Entong ( opuntia Sp ), Euporbia laktea ( aktus tak bergetah atau disebut juga kaktus modern ), Opuntia Tomertosa ( Kaktus primitive, tidak adanya duri pada tubuhnya )

Apabila kita simpulkan dari 38 spesies yang tergolong kedalam 15 famili tersebut 90% tergolong kedalam kelompok Magnoliophyta ( Angiosperma ) dan hanya beberapa diantaranya yang msuk kedalam kelas LILIOOPSIDA ( Sensiviera trifosciata ).

5.2 SARAN

            Dari analisis sementara, Pengamatannya sudah Effektife tapi kurag Effisien, Hal ini Dikarenakan waktu yang diberikan untuk pengamatan Hanya sekitar 2 jam saja, Apabila meengingat luas kebun raya purwodadi ±85 hektar, Meskipun kita tidak bisa mengamati secara keseluruhan akan tetapi dengan mengenal saja sudah cukup. Jadi untuk pengamatan selanjutnya diharapkan agar lebih efisien lagi dalam penggunaan waktu yang telah tersedia.

Daftar Pustaka

 

Alifan, B. 2008. Jenis Pengelompokan Tumbuhan. Malang: Jurnal Ilmiah. Diakses pada tanggal 29 Desember 2010

Anonim.2003. Laporan Bulanan UPT Balai Konservasi Kebun Raya Purwodadi. Pasuruan: UPT Balai Konservasi Kebun Raya Purwodadi.

Athra, Vava. 2001. Nature Watch Trees with a Difference: The Strangler Figs. American: Natural Article

Bakosurtanal.2001.atlas flora fauna Indonesia. Jakarta : garsindo

Bangun,Sarwono,2002. Sehat dengan ramuan tradisional.Khasiat dan manfaat mengkudu. Jakarta: Agro Media Pustaka

Brotowijoyo, Mukayat, D. 1989. Tumbuhan Tingkat Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Brotowijoyo, Mukayat, D. 1989. Tumbuhan Tingkat Tinggi. Jakarta: Erlangga.

Chi-Chih Wu, dkk. 2002. Calcium crystals in the leaves of some species of Moraceae. Taiwan:   Botanical Bulletin of Academia Sinica, Vol. 38

Dasuki, Undang Ahmad. 1991. Sistematika Tumbuhan Tinggi. Bandung : ITB.

Dasuki, Undang Ahmad. 1991. Sistematika Tumbuhan Tinggi. Bandung: ITB

Hidayat, Estiti. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bamdung: ITB

Konservasi Flora Nusantara. Bogor: UPT Balai Pengembangan Kebun Raya Bogor

Mabberley.1997.The plant book. Germany : Camridge University Press

Mulyono,Edan T,Marwati.2005.Kajian Prosespemurnian Minyak Kenanga. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian.

Mulyono,Edan T,Marwati.2005.Kajian Prosespemurnian Minyak Kenanga. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian.

Munandjar Widyatmika. 2007. Kapita Selekta Muatan Lokal Nusa Tenggara Timur. Halaman 26 – 30. Pusat Pengembangan Madrasah. Kupang.

Munandjar Widyatmika. 2007. Kapita Selekta Muatan Lokal Nusa Tenggara Timur. Halaman 26 – 30. Pusat Pengembangan Madrasah. Kupang.

Ong hean. 2004. Buah , khasiat makanan dan ubat ubatan . kuala lumpur : taman klang jaya

Radioputro. 1996. Klasifikasi Tumbuhan. Jakarta: Erlangga.

Ronsted. 2008. Reconstructing the phylogeny of figs (Ficus, Moraceae) to reveal the history of the fig pollination mutualism. Balapan: Symbiosis

Steenis,van.2006. Flora untuk Sekolah di Indonesia. Jakarta: PT. Pradnya Paramitha

Steens, Van. 2006. Flora. Jakarta: Pradnya Paramita

Sudarnadi, H. 1996. Tumbuhan Monokotil. Editor: Guharja, E. Jakarta: Penebar Swadaya

Sutarna,dkk. 2001. Keanekaragaman Flora Hutan Jobolarangan Gunung Lawu: 2 Spermatophyta. Surakarta: Plants Biodiversity of Jobolarangan Forest Mount Lawu: 2. Spermatophyta

Syukur, Chepy. 2001. Tanaman Obat Anti Kanker. Bogor: Swadaya Cipta

tjitrosoepomo, gembong. 1996. spermatophyta. Yagyakarta: ugmpress

Thomas, vein. 2011. Rutaceae : limonia.hoptree.agathosoma. bael.list. of rutaceae genera.  England.  General book

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Taksosnomi Tumbuhan [Spermatophyta]. Yogyakarta: UGM

Widjaja, E. 1997.Konservasi jenis-jenis bambu di Indonesia.Prosiding Seminar Nasional.

yanik, Eni. 2009. tanaman herba. Bandung: Gramedia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tanaman sumber karbohidrat

BAB I

Pendahuluan

            Terdapat bermacam-macam tumbuhan di lingkungan sekitar, yang memiliki banyak fungsi yang berbeda-beda. Di antaranya da yang berfungsi sebagai bahan makanan yaitu sebagai bahan utama pengandung karbohidrat.

Alloh menciptakan berbagai macam tumbuhan di bumi ini yang memiliki manfaat bagi manusia dan semua makhluk-Nyadi bumi ini. Sebaaiman disebutkan dalam al-Qur’an surat      al-An’am   ayat     99.

uqèdur ü“Ï%©!$# tAt“Rr& z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB $oYô_t÷zr’sù ¾ÏmÎ/ |N$t7tR Èe@ä. &äóÓx« $oYô_t÷zr’sù çm÷YÏB #ZŽÅØyz ßl̍øƒU çm÷YÏB ${6ym $Y6Å2#uŽtI•B z`ÏBur È@÷‚¨Z9$# `ÏB $ygÏèù=sÛ ×b#uq÷ZÏ% ×puŠÏR#yŠ ;M»¨Yy_ur ô`ÏiB 5>$oYôãr& tbqçG÷ƒ¨“9$#ur tb$¨B”9$#ur $YgÎ6oKô±ãB uŽöxîur >mÎ7»t±tFãB 3 (#ÿrãÝàR$# 4’n<Î) ÿ¾Ín̍yJrO !#sŒÎ) tyJøOr& ÿ¾ÏmÏè÷Ztƒur 4 ¨bÎ) ’Îû öNä3Ï9ºsŒ ;M»tƒUy 5Qöqs)Ïj9 tbqãZÏB÷sムÇÒÒÈ

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan Maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman”(QS.6:99).

Begitu besar karunia Alloh kepada makhluk-Nya. Dengan  hal tersebut maka disusunlah tulisan  ilmiah ini untuk mengkai berbagai macam tumbuhan yang berfungsi sebagai karbohidrat.


 

BAB II

Hasil dan Pembahasan

 

KETELA POHON

 

 

 

Sistematika Manihot utilisima

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta

Classis             Magnoliodsida

Ordo                Malpighiales

Familia                        Euporbiaceae

Genus             Manihot

Species           Manihot utilisima

 

Dokumentasi :

Daerah Lumpur Lapindo Sidoarjo, tanggal 26 Februari 2012

Nama lokal     :

Jawa Timur     : Pohong

Tolitoli : Kasubi

Habitat            :

            Habitat pohon Singkong banyak ditemukan di daerah subtropis dan tropis yang hidupnya tersebar dimana – mana.

Habitus           :
            Tanaman kentang merupakan herba yakni tanaman pendek yang tidak berkayu

Akar                :

Akar ketela pohon berwarna cokelat hingga kehitaman dan menggembung akibat dari penyimpanan cadangan makanan di akar. Sistem perakaran pada ketela pohon adalah tunggang (radix primaria). Akar serabut pada ketela pohon hampir sebesar lengan dan masing – masing tidak menunjukkan percabangan. Akar Ketela pohon merupakan modifikasi dari akar ketela pohon sendiri sehingga disebut umbi akar.

Batang            :

            Batang ketela pohon berwarna cokelat keputih – putihan. Batang ketela pohon merupakan batang jenis mendong (calamust) yang beruas – ruas akibat pertumbuhan tangkai daun. Bentuk batangnya bulat (teres), sifat permukaannya licin (laevis), selain itu bentuk permukaan batangnya memperlihatkan berkas – berkas daun. Arah tumbuh batang ketela pohon adalah tegak lurus (erectus), percabangan pada ketela pohon adalah monopodial yaitu batang pokok selalu tampak jelas. Cabang – cabang batang termasuk sirung panjang (virgia). Arah tumbuh cabang ketela pohon adalah type mendatang (horizontalis), jika cabang dengan batang pokok membentuk sudut  900. Membicarakan pangkal batang ketela pohon termasuk tumbuhan anual (annuss) yakni tumbuhan yang umurnya pendek. Tinggi tanaman dapat mencapai 0,5 – 3 meter.

Daun               :

Daun ketela pohon merupakan daun tidak lengkap yang hanya terdapat helaian (lamina) dan tangkai (petiolus), sehingga type daunnya termasuk daun bertangkai. Bangun daun ketela pohon adalah bangun bulat (orbicularis). Ujung daun ketela pohon adalah runcing (acutus), pangkal daunnya rata (truncatus). Tulang daun ketela pohon adalah menjari. Tepi daunnya rata, ketela pohon memiliki type toreh berbagi menjari (palmatipartitus). Daging daunnya lunak (herbaceus). Warna daunnya hijau, permukaan daunnya gundul (glaber), type daun majemuk beranak daun 5 dan 6. Setiap buku terdapat satu tangkai daun, letaknya berseling.

Bunga :

            Bungan ketela pohon merupakan bunga majemuk tak terbatas, bungannya simetris, pelipatan bunganya terlipat ke dalam, daun – daun kelopak terbuka (aperta), dasar bunganya pendukung benag sari dan putik (androginofor), dasar bunganya seperti cawan.

Bunga kecil, bersimetri banyak, uniseksual, seringkali monoecious yang tersusun sebagai bunga mejemuk, perinatum kelipatan 5 dalam satu atau dua seri dan dapat mereduksi, ovarium berlokuli 3, ovula satu atau dua dalam tiap lokulus (Sudarsono, 2005).

Buah               :

Buah bervariasi, umumnya masak menjadi buah dehisen yang sizokarp (terdiri dari 3 koksi)

Biji                 :

Biji terdiri dari 3 koksi dengan 3 atau 6 biji yang memiliki endosperm

Kandungan    menurut Jayus (2005):

Umbi singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, forfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.

Manfaat          :

            Ketela pohon banyak sekali manfaatnya antara lain:

  1. Sebagai sumber karbohidrat,
  2. Sebagai obat rematik
  3. Sebagai obat sakit kepala
  4. Sebagai obat luka bernanah
  5. Sebagai obat diare
  6. Sebagai oabt cacingan
  7. Dapat meningkatkan stamina

UWI

 


Sistematika Dioscorea alata

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta

Classis             Liliopsida

Ordo                Dioscoreales

Familia           Dioscoreaceae

Genus             Dioscorea

Species           Dioscore alata

 

Nama lokal     :

Sumatera                    : Ubi

Pasundan                    : Huwi

Jawa                           : Uwi

Madura                        : Ubi

Makasar                      : Same

Maluku                                    : Lutu

Nama lokal lain           : uwi wulung, uwi beras, uwi bangkulit, uwi jengking, dan uwi rondo sluku.

Habitat            :

            Habitat tanaman uwi banyak ditemukan di daerah subtropis dan tropis yang hidupnya tersebar dimana – mana

Habitus           :

Tanaman kentang merupakan herba yakni tanaman pendek yang tidak berkayu

Akar                :

            Akar uwi berwarna putih dan menggembung akibat dari penyimpanan cadangan makanan di akar. Sistem perakaran pada uwi adalah Serabut (radix adventicia). Akar serabut pada uwi hampir sebesar genggaman tangan dan masing – masing tidak menunjukkan percabangan. Akar uwi merupakan modifikasi dari batang uwi sendiri sehingga disebut umbi katak (tuber accessorium).

 

Batang            :

Batang uwi berwarna hijau tua. Batang uwi merupakan jenis batang basah (herbaceus) yakni batang lunak dan berair. Bentuk batangnya bersegi (angularis), sifat permukaannya licin (laevis), selain itu bentuk permukaan batangnya bersayap (alatus). Arah tumbuh batang adalah memanjat (scandens) dan membelit ke kanan (dextrorsum volubilis), percabangan pada uwi adalah simpodial yaitu batang pokok sukar ditentukan karena dalam perkembangan kalah cepat pertumbuhannya dibanding cabangnya. Cabang – cabang batang uwi termasuk geragih (falgellum). Arah tumbuh cabang kentang adalah type terkulai (declinatus). Membicarakan pangkal batang kentang termasuk tumbuhan anual (annuss) yakni tumbuhan yang umurnya pendek. Dapat mencapai panjang 10 meter.

Daun               :

Daun uwi merupakan daun tidak lengkap yang hanya terdapat helaian (lamina) dan tangkai (petiolus), sehingga type daunnya termasuk daun bertangkai. Bangun daun adalah bangun jantung (cordatus) yaitu bangun seperti bulat telur, tetapi pangkalnya memperlihatkan suatu lekukan. Ujung daun uwi adalah meruncing (acuminatus), pangkal daunnya berlekuk (emarginatus). Tulang daun uwi adalah melengkung (cervinervis). Tepi daunnya rata. Daging daunnya lunak (herbaceus). Warna daunnya hijau, permukaan daunnya berbulu, type daun majemuk menyirip gasal beranak daun tiga. Setiap buku terdapat satu tangkai daun.

Bunga             :

Uwi memiliki bunga tersusun majemuk, tumbuh dari ketiak daun, berumah satu. Bunga jantan tersusun rapat 1 – 3 cm; bunga betina tersusun jarang, lebih panjang, 15-20cm; mahkota berwarna ungu dengan panjang 2 mm.

Buah               :

Buah berbentuk kapsul atau beri.

Manfaat          :

  1. sebagai sumber kabohodrat
  2. sebagai acara 7 bulan dalam kehamilan


 

KENTANG


 

 

Sistematika Solanum tuberosum L.

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta

Classis             Magnoliodsida

Ordo                Solanales

Familia                        Solaneceae

Genus             Solanum

Species           Solanum tiberosum L.

 

Nama lokal     :

Kentang

Habitat            :

            Habitat tanaman kentang banyak ditemukan di daerah subtropis dan tropis yang hidupnya tersebar dimana – mana.

Habitus           :

Tanaman kentang merupakan herba yakni tanaman pendek yang tidak berkayu

Akar                :

Akar kentang berwarna putih kecokelatan dan menggembung akibat dari penyimpanan cadangan makanan di akar. Sistem perakaran pada kentang adalah Serabut (radix adventicia). Akar serabut pada kentang hampir sebesar genggaman tangan dan masing – masing tidak menunjukkan percabangan. Akar kentang merupakan modifikasi dari akar kentang sendiri sehingga disebut umbi batang (tuber caulogenum).

Batang            :

            Batang kentang berwarna hijau muda sampai tua. Batang kentagn merupakan jenis batang basah (herbaceus) yakni batang lunak dan berair. Bentuk batangnya bulat (teres), sifat permukaannya licin (laevis), selain itu bentuk permukaan batangnya memperlihatkan berkas – berkas daun. Arah tumbuh batang adalah condong (ascendes), percabangan pada kentang adalah simpodial yaitu batang pokok sukar ditentukan karena dalam perkembangan kalah cepat pertumbuhannya dibanding cabangnya. Cabang – cabang batang kentang termasuk geragih (falgellum). Arah tumbuh cabang kentang adalah type terkulai (declinatus). Membicarakan pangkal batang kentang termasuk tumbuhan anual (annuss) yakni tumbuhan yang umurnya pendek.

Daun               :

Daun kentang merupakan daun tidak lengkap yang hanya terdapat helaian (lamina) dan tangkai (petiolus), sehingga type daunnya termasuk daun bertangkai. Bangun daun adalah bangun jorong (ovalis) yaitu perbandingan panjang : lebar = 1,5 – 2 : 1. Ujung daun kentang adalah runcing (acutus), pangkal daunnya membulat (rotudantus). Tulang daun kentang adalah menyirip. Tepi daunnya bergrigi. Daging daunnya lunak (herbaceus). Warna daunnya hijau, permukaan daunnya gundul (glaber), type daun majemuk menyirip gasal. Setiap buku terdapat dua tangkai daun.

Bunga :

Bunga sempurna dan tersusun majemuk. Ukuran cukup besar, dengan diameter sekitar 3 cm. Warnanya berkisar dari ungu hingga putih.

Kandungan menurut Arpiwi (2007):

Kandungan utama pada kentang adalah sumber karbohidrat terbesar ke empat di dunia, memiliki kandungan air per 100 gram kentang ialah 82 gram, dengan nilai protein sebanyak 2 gram dan kälori sebanyak 70 kkal. Selain kandungan – kandungan tersebut, kentang juga memiliki kandungan lain seperti zat besi dan riboflavin yang penting bagi tubuh.

Demikian pula dengan vitamin yang ada pada kentang. Sebut saja vitamin C yang notabene mengandung antioksidan yang ampuh untuk mengusir radikal bebas dalam tubuh. Untuk itu, agar bisa memperoleh manfaat vitamin C dengan maksimal pilihlah kentang yang baik kondisinya antara lain dengan memilih yang tidak bertunas, kulitnya kencang, tidak ada bercak kehijauan, dan tidak ada lubang pada permukaannya. Kentang juga mengandung beberapa vitamin lain seperti vitamin B6 yang berperan dalam sintesis dan metab

Manfaat          :

            Ketela pohon banyak sekali manfaatnya antara lain:

  1. Sebagai sumber karbohidrat
  2. Memelihara kesehatan tulang dan gigi

 


TALAS

Sistematika Colocasia gigantea

Kingdom          Plantae

Divisi               Magnoliophyta

Clasis             Liliopsida

Ordo                Arales

Famili              Araceae

Genus             Colocasia

Spesies           Colocasia gigantea

Dokumentasi :

Daerah Perumahan Sigura gura Malang, tanggal 7 Maret 2012

Habitat            :

Talas dapat tumbuh baik di tanah – tanah basah termasuk tanah – tanah sawah dengan irigasi yang teratur, tanah-tanah beririgasi, dan tanah di paya – paya yang miskin akan drainase. Suhu 25 – 30°C dan kelembaban yang tinggi akan mendukung pertumbuhan talas.Talas dapat tumbuh mulai dari pantai sampai ketinggian 1800 m dpl. di Filipina; 1200 m dpl. di Malaysia dan 2700 m dpl. di Papua New Guinea.

Habitus           :

Tumbuhan berupa terna, tegak.

Akar                :
Sistem perakaran liar, berserabut, dan dangkal.

Batang            :

Batang yang tesimpan dalam tanah pejal, menyilinder atau membulat, biasanya coklat tua, dilengkapi dengan kuncup ketiak yang terdapat di atas lampang daun tempat munculnya umbi baru, tunas atau stolon.

Daun               :

Daun memerisai dengan tangkai panjang dan besar. Perbungaan tongkol dikelilingi oleh seludang dan didukung oleh gagang yang lebih pendek dari tangkai daun.

 

Bunga :

Bunga jantan dan betina kecil, tempatnya terpisah pada tongkol, bunga betina di bagian pangkal, hijau, bunga jantan pada bagian atasnya warna putih steril, ujung tongkol dilengkapi dengan organ steril.

 

Biji                  :

Biji membundar telur

 

Buah               :

Perbuahan seperti kepala yang berisi buah buni yang rapat

 

Manfaat menurut Djukri (2003)       :

  1. Bubur talas dapat melancarkan pencernaan sehingga dapat dikonsumsi untuk makanan bayi dengan tingkat alergi yang rendah.
  2. Talas dimakan sebagai makanan pokok, dengan cara dipanggang, dikukus atau dimasak dalam tabung bambu.
  3. Dapat dimanfaatkan dalam festival – festival keagamaan, sebagai obat-obatan masyarakat dan sebagai makanan ternak terutama babi.
  4. Daun digunakan untuk membungkus buntil (ikan teri yang digarami dicampur dengan bumbu, kelapa parut dan sayuran, dibungkus dan dikukus dalam daun talas), tangkai daun juga dapat dimasak.
  5. Di Filipina digunakan pada waktu pati dan sayuran hijau mengalami penurunan pasokan. Umbi dapat dimakan dengan cara dikukus dan digoreng lebih dulu atau dibuat menjadi permen.
  6. Di Hawaii dan beberapa bagian Polynesia, umbi dikukus dan ditumbuk untuk dibuat pasta yang selanjutnya dapat difermentasi untuk menghasilkan poding. Poding dapat dibuat dari talas yang diparut dan dicampur kelapa.


KETELA RAMBAT

 

Sistematika Ipomoea batatas Poir

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta

Clasis`             Magnoliopsida

Ordo                Solanales

Famili              Convolvulaceae

Genus             Ipomoea

Species           Ipomoea batatas Poir


Dokumentasi :

Daerah Perumahan Sigura gura Malang, tanggal 7 Maret 2012

 

Nama lokal     :

Ketela Rambat, Telo

Habitat            :

Ubi jalar adalah tanaman yang tumbuh baik di daerah beriklim panas dan lembab, dengan suhu optimum 27°C dan lama penyinaran 11 – 12 jam per hari. Tanaman ini dapat tumbuh sampai ketinggian 1.000 meter dari permukaan laut. Ubijalar tidak membutuhkan tanah subur untuk media tumbuhnya.

Habitus           :
            semak – semak kecil

Akar                :

Perakaran serabut

Batang            :

Ubi jalar berbatang lunak, tidak berkayu, berbentuk bulat, dan teras bagian tengah bergabus. Batang ubi jalar beruas – ruas dan panjang ruas antar 1 – 3 cm. Panjang batang berkisar 2 – 3 m untuk varietas merambat, dan 1 – 2 m untuk varietas bertipe tegak. Diameter batang ubi jalar bergantung pada varietasnya, ada yang berukuran besar, sedang, maupun kecil.

 

Daun               :

Daun ubi jalar berbentuk bulat hati, bulat lonjong, dan bulat runcing, tergantung pada varietasnya. Daun ubi jalar memiliki tulang-tulang menyirip; kedudukan daun tegak agak mendatar dan bertangkai tunggal yang melekat pada batang. Daun ubi jalar dalm satu tanaman berjumlah banyak. Daun ubi jalar berwarna hijau tua dan hijau kuning. Sedangkan warna tangkai daun dan tulang daun bervariasi, yakni antara hijau dan ungu sesuai dengan warna batang

Bunga :

Bunga tanaman ubi jalar berbentuk terompet yang panjagnya antara 3-5 cm. Mahkota bunga berwarna ungu keputih-putihan dan bagian dalam mahkota bunga berwarna ungu muda. Tangkai putik dan kepala putik terletak diatas bakal buah. Bunga ubi jalar membentuk karangan tiga hingga tujuh bunga.tangkai bunga tumbuh diketiak daun. Penyerbukan bunga dapat terjadi secara silang atau sendiri.

 

Buah               :

Buah ubi jalar berkotak tiga. Di dalam buah banyak berisi biji yang sangat ringan.

Biji                  :

Biji buah memiki kulit yang keras.

Bentuk ubi     :

Bentuk ubi biasanya bulat sampai lonjong dengan permukaan rata sampai tidak rata. Kulit ubi berwarna putih, kuning, ungu atau ungu kemerah-merahan, tergantung jenis (varietas) nya. Daging ubi berwarna putih, kuning atau jingga sedikit ungu. kulit ubi maupun dagingnya mengandung pigmen karotenoid dan antosianin yang menentukan warnanya. Kombinasi dan intesitas yang berbeda – beda dari keduanya menghasilkan warna putih, kuning, oranye, atau ungu pada kulit dan daging ubi.

 

Kandungan    :

            Memiliki serat oligosakarida yang tinggi.

Manfaat menurut Limbongan (2007)          :

  1. Karbohidrat ubi jalar memiliki indeks glisemik 54 (rendah). Artinya, karbohidrat pada ubi jalar  tidak mudah diubah menjadi gula, sehingga cocok bagi penderita diabetes. Berbeda dengan sifat karbohidrat asal beras dan jagung yang mudah dirubah menjadi gula.
  2. Keistimewaan lain adalah tingginya kandungan serat yang bermanfaat sebagai pengikat zat pencetus kanker dalam tubuh, sehingga ubi jalar bermanfaat sebagai penangkal kanker.
  3. Berperan vital untuk menyedot kolesterol “jahat” di dalam darah. Serat oligosakarida berperan mencegah sembelit, memudahkan buang angin, menjaga keseimbangan flora usus dan prebiotik serta merangsang pertumbuhan bakteri “baik” pada usus sehingga penyerapan zat gizi lebih efektif.

GANDUM

 

Sistematika Triticum aestivum L.

Kingdom          Plantae

Divisi               Magnoliophyta

Clasis              Liliopsida

Ordo                Poales’

Famili              Poaceae

Genus             Triticu

Spesies           Triticum aestivum L.

 

Habitat            :

Gandum hitam dapat tumbuh pada tipe tanah beraerasi baik dengan pH 5 – 7.5. Sebagian besar tumbuh pada tanah ringan, berpasir dan tanah gambut.

Habitus           :

Tumbuhan terna semusim, sering berwarna hijau kebiruan

 

Akar                :

Sistem perakaran luas, menjalar

 

Batang            :

Batang tegak, lampai, gundul kecuali berambut dekat bulirnya

Daun               :

Daun, satu daun diproduksi dalam satu buku, buku terbawah juga menghasilkan pucuk atau sisip dan akar; pelepah daun panjang dan bebas; lidah daun pendek dan bergerigi. aurikel pendek dan kecil; helaian memita – melanset, 10 – 20 cm 1 – 2 cm, halus atau agak kasap. Perbungaan bulir di ujung, melengkung; buliran dengan 2 bunga fertil, berseling zig zag sepanjang rakhis. Biji menjorong, warna coklat terang, beralur sempit, berujung pendek, gundul.

Bunga :

Perbungaan dan pembentukan biji akan berhasil baik pada panjang hari 12 – 13 jam

Buah & biji     :

Biji Gandum hitam merupakan jenis yang paling toleran diantara jenis sereal berbiji kecil dalam hal temperatur rendah, persediaan air dan tipe tanah. Gandum hitam berkecambah pada temperatur 4 – 5°C dalam waktu 4 hari dan semaian bibit dapat tahan beku selama musim dingin hingga -25°C.

Manfaat          :

  1. Sebagai sumber karbohidrat bagi manusia
  2. Gandum Hitam digunakan sebagai bahan makanan hewan, terutama dalam peternakan babi.
  3. Jerami dipanen untuk pakan ternak (lembu), bahan jerami, untuk industri kertas/karton dan bahkan untuk bahan bakar. Dalam skala kecil, gandum hitam yang belum dewasa dipanen secara keseluruhan untuk makanan binatang atau ditanam untuk pupuk yang hijau.

 

Padi

Sistematika Oryza sativa

Kingdom          Plantae

Divisio             Spermatophyta

Classis             Monocotyledonae

Ordo                Poales

Familia            Gramineae

Genus             Oryza

Species           Oryza sativa

 

Dokumentasi :

Daerah Perumahan Sigura gura Malang, tanggal 7 Maret 2012

Deskripsi                    :

Padi merupakan bahan makanan utama bagi penduduk, meskipun ada sebagian yang mengkonsumsi jagung, ubi dan sagu. Keberadaan padi memiliki nilai tersendiri bagi orang yang biasa makan nasi dan tidak dapat dengan mudah digantikan oleh bahan makanan yang lain.

Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Padi merupakan tanaman pertanian kuno berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis. Bukti  sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur India sekitar 100 – 800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam (Suardi, 2005: 1).

Terdapat 25 spesies Oryza, yang dikenal adalah Oryza sativa yaitu indica (padi bulu) yang ditanam di Indonesia dan Sinica (padi cere). Padi dibedakan dalam dua tipe yaitu padi kering (gogo) yang ditanam di dataran tinggi dan padi sawah di dataran rendah yang memerlukan penggenangan (Suprihatno, 2009: 1).

Habitat            :

Tempat yang cocok untuk tanaman padi berkisar antara 0 – 1500 m dpl. Tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi adalah tanah sawah yang kandungan fraksi pasir debu dan lempung dalam perbandingan tertentu dengan diperlukan air dalam jurnlah yang cukup. Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya antara 18 – 22 cm dengan Ph antara 4 – 7 (Makarin, 2008: 4.).

Varietas padi tertentu cocok untuk tumbuh dalam air yang dalam, yaitu padi terapung dan varietas lain dapat ditanam di atas tanah yang tidak dialiri, yaitu padi gaga (Steenis, 2006: 117).

Tanaman padi dapat hidup baik di daerah yang berhawa panas dan banyak mengandung uap air. Curah hujan yang baik rata – rata 200 mm per bulan atau lebih, dengan distribusi selama 4 bulan, curah hujan yang dikehendaki per tahun sekitar 1500 -2000 mm. Suhu yang baik untuk pertumbuhan tanaman padi 23 °C (Suprihatno, 2009: 1).

Habitus           :

Tanaman padi termasuk tanaman rerumputan. Perawakan tanaman padi adalah herba. Tumbuhan berperawakakan herba mempunyai ciri batang memiliki cairan atau mengeluarkan getah serta lunak (Indriyanto, 2005: 92).

Sistem perakaran

Akar berfungsi sebagai penguat atau penunjang tanaman agar dapat tumbuh tegak, menyerap hara dan air dari dalam tanah yamg kemudian diteruskan ke seluruh organ tanaman yang membutuhkan (Makarim, 2008: 8).

Akar padi selain berfungsi sebagai fisik juga berfungsi dalam proses kimia, biokimia dan biologi di lingkungan tanaman. Pada proses penyerapan hara, akar tanaman menyerap hara katioan (muatan listrik +) lebih banyak dari hara anion (muatan listrik -) dan melepaskan ion H+ ke media (tanah) untuk menyeimbangkan muatan listrik di dalam tanah (Suprihatno, 2009: 15).

Akar tanaman padi memiliki perakaran serabut. Akar serabut yaitu jika akar lembaga dalam perkembanga selanjutnya mati kemudian disusul oleh sejumlah akar yang sama besar dan semuanya keluar dari pangkal daun (Gembong, 2009: 93).

Ada dua macam akar padi yaitu (Makarim, 2008: 9):

1. Akar seminal, yaitu akar primer  yang tumbuh dari akar  radikula sewaktu  berkecambah yang muncul dari janin dekat dengan buku skutellum. Akar primer ini bersifat sementara karena nanatinya digantikan dengan akar skunder

2. Akar adventif, yaitu akar sekunder yang tumbuh dari buku terbawah batang. Akar ini bercabang. Akar skunder ini disebut akar adventif karena tumbuhnya dari bagian tanaman yang bukan embrio atau karena munculnya bukan dari akar yang tumbuh sebelumnya

 

Batang            :

Batang berfungsi sebagai penopang tanaman, penyalur senyawa – senyawa kimia dan air dari dalam tanah dan menyimpan cadangan makanan (Makarim, 2008: 9).

Batang terdiri atas beberapa ruas yang dibatasi oleh buku, dan tunas (anakan) tumbuh pada buku. Jumlah buku sama dengan jumlah daun ditambah dua, yakni satu buku untuk tumbuhnya koleoptil dan yang satu lagi buku terakhir yang menjadi dasar malai. Ruas yang terpanjang adalah ruas yang teratas dan panjangnya berangsur menurun sampai ke ruas yang terbawah dekat permukaan tanah (Suprihatno, 2009: 16).

Tunas (anakan) muncul pada batang utama dalam urutan yang bergantian. Anakan primer tumbuh dari buku terbawah dan kemudian muncul anakan sekunder. Anakan sekunder ini pada gilirannya akan menghasilkan anakan tersier (Makarin, 2008: 9).

 

Daun   :

Daun merupakan bagian tumbuhan yang berwarna hijau karena mengandung klorofil (zat hijau daun), adanya klorofil ini membuat daun mampu mengolah sinar radiasi surya menjadi karbohidrat atau energy untuk kebutuhan perkembangan tumbuhan tersebut (Suprihatno, 2009: 16).

Daun tanaman padi tumbuh pada batang dengan susunan berselang – seling, setiap buku terdapat satu daun. Tiap daun terdiri dari helaian daun, pelepah daun yang menutupi ruas, telinga daun (auricle) dan lidah daun (ligule). Adanya telinga daun dan lidah daun ini dapat membedakan padi dengan rerumputan pada tahap biit (sleeding), karena rumput hanya memiliki telinga daun atau lidah daun saja atau terkadang tidak memiliki keduanya (Makarim, 2008: 9).

Bangun daun pada daun padi adalah bangun pita (ligulatus), yaitu Pada penampang melintangnya pipih dan daunnya panjang. Daun padi memeliki ujung daun meruncing, pangkal daun membulat, tepi daun rata, susunan tulang daun sejajar, daging daun seperti kertas dan warna dau hijau (Gembong, 2009: 31).

Jumlah daun pada tiap varietas berbeda-beda. Varietas baru di tropic ditemukan setiap varietas memiliki daun sekitar 14-18 daun pada tiap batang (Makarim, 2008: 9).

 

Bunga             :

Bunga tanaman padi secara keseluruhan disebut malai. Tiap unit bunga pada tiap malai disebut spikelet yang sesungguhnya merupakan bunga yang terdiri atas tangkai, bakal buah, lemma, palea, putik, benangsari serta beberapa organ lainnya yang bersifat interior. Tiap unit bunga terletak pada cabang-cabang bulir yang terdiri atas cabang primer dan cabang skunder (Makarim, 2008: 10).

Tiap unit bunga padi pada hakikatnya adalah floret yang terdiri dari satu bunga. Satu floret berisi satu bunga dan satu bunga terdiri atas satu organ betina (pistil) dan 6 organ jantan (stamen). Stamen memiliki dua sel  kepala sari yang ditopang oleh tangkaisari berbentuk panjang, sedangkan pistil terdiri satu ovul yang menopang dua stigma melaluistile pendek (Suprihatno, 2009: 16).

Pada dasar bunga dekat palae  terdapat dua struktur transparan yang disebut lodikula. Lodikulus ini menembus lemma dan palae yang terpisah sewaktu pembungaan agar pematangan benangsari (stamen) dapat tersembul dari floret yang terbuka.  Lemma dan palae tertutup setelah kepalasari (anthers) manyerbukkan tepung sarinya (pollen) (Makarim, 2008: 12).

Manfaat

Padi memiliki banyak manfaat. Beberapa manfat padi tersebut di antaranya yaitu:

  1. Beras merupakan makanan sumber karbohidrat yang utama di kebanyakan Negara Asia. Negara-negara lain seperti di benua Eropa, Australia dan Amerika mengkonsumsi beras dalam jumlah yang jauh lebih kecil daripada negara Asia (Makarim.2008:4).
  2. Tepung beras dapat digunakan sebagai bahan makanan ringan dan makanan tradisional seperti jenang, nogosari dan lain-lain. Selain itu tepung beras juga dapat digunakan sebagai bahan produk industri makanan (Mutakin, 2005: 4).
  3. Tepung beras merah mengandung karbohidrat, lemak, serat, asam folat, magnesium, niasin, fosfor, protein, vitamin A, B, C, Zn, dan B kompleks yang berkhasiat untuk mencegah berbagai macam penyakit, seperti kanker  usus, batu ginjal, beri-beri insomnia, sembelit, dan wasir, serta mampu menurunkan kadar gula dan kolesterol (Suardi, 2005: 2).
  4. Pigmen antosianin pada beras berwarna tidak hanya terdapat pada perikarp dan tegmen (lapisan kulit) beras, tetapi juga pada setiap bagian gabah  yang berfungsi sebagai antioksidan, antimutagenik, hepatoprotektif  antihipertensi dan antihiperglisemik (Suardi, 2005: 3).
  5. Air rebusan beras memiliki kandungan karbohidrat, protein dan mineral yang tidak terlalu tinggi, sungguhpun demikian air rebusan beras dapat dimanfaatkan sebagai minuman tambahan pengganti susu yang relative lebih aman dikonsumsi karena bebas dari adanya bahan tambahan (pengawet) (Barus, 2005: 2).
  6. Angkak beras dapat digunakan sebagai bahan bumbu, pewarna dan obat karena mengandung bahan bioaktif berkhasiat. Angkak adalah beras yang difermentasi oleh kapang sehingga penampakannya berwarna merah, karena Kapang menghasilkan pigmen yang tidak toksik dan tidak mengganggu sistem kekebalan tubuh (Kasim, 2005: 1).

Selain berasnya, organ-organ lain tanaman padi uga memiliki manfaat, diantaranya yaitu:

  1. Jerami yang masih hijau dapat digunakan sebagai bahan pakan hewan ternak pemamahbiak, seperti sapi, kuda dan kerbau. Jerami juga padi dapat digunakan sebagai penutup tanah pada suatu usaha tani (Mutakin, 2005: 5).
  2. Dedak padi dapat digunakan sebagai bahan pakan hewan ternak, seperti ayam dan angsa (Mutakin, 2005: 5).
  3. Di dalam dedak padi yang telah distabilisasi ditemukan sekitar 33,0% – 40,0% serat makanan. Dedak padi adalah limbah dari penggilingan padi yang umumnya hanya digunakan sebagai pakan ternak. Produk-produk beras dan turunannya diketahui mempunyai sifat tidak mendatangkan alergi, mudah dicerna, bebas gluten, dan kaya karbohidrat kompleks. Keunggulan keunggulan tersebut menjadikan dedak sebagai salah satu produk ikutan beras sangat berguna pangan alternatif manusia. Industri roti dan kue bisa memanfaatkan dedak sebagai substitusi tepung terigu sehingga bisa menghasilkan produk roti atau kue yang sehat karena kaya serat (Herminingsih, 2008: 4).

Jagung

Sistematika Zea mays L.

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta
Classis             Liliopsida

Ordo                Poales
Familia                        Poaceae
Genus             Zea
Species           Zea mays L.

Dokumentasi :

Daerah Perumahan Sigura gura, tanggal 7 Maret 2012

Habitus                       :

Perawakan tanaman jagung adalah herba.  Tumbuhan berbatang herba memiliki cirri batang memiliki cairan atau mengeluarkan getah serta lunak (Indriyanto, 2008: 92).

Akar                            :

Sistem perakaran jagung adalh akar serabut. Akar serabut yaitu jika akar lembaga dalam perkembanga selanjutnya mati kemudian disusul oleh sejumlah akar yang sama besar dan semuanya keluar dari pangkal daun (Gembong, 2009: 93).

Fungsi dari akar penyangga adalah menjaga tanaman agar tetap tegak dan mengatasi rebah batang. Akar ini juga membantu penyerapan hara dan air. Jagung termasuk tanaman berakar serabut yang terdiri dari tiga tipe akar, yaitu (Subekti, 2005: 4):

  1. Akar seminal. Akar seminal tumbuh dari radikula dan embrio. Pertumbuhan akar seminal akan melambat setelah plumula muncul ke permukaan tanah dan pertumbuhan akar seminal akan berhenti pada fase V3
  2. Akar adventif. Akar adventif adalah akar yang semula berkembang dari buku di ujung mesokotil, kemudian set akar adventif berkembang dari tiap buku secara berurutan dan terus ke atas antara 7 – 10 buku, semuanya di bawah permukaan tanah. Akar adventif disebut juga akar tunjang. Akar adventif berkembang menjadi serabut akar tebal
  3. Akar udara. Sementara akar udara adalah akar yang keluar dari dua atau lebih buku terbawah dekat permukaan tanah

Perkembangan akar jagung tergantung dari varietas, kesuburan tanah, dan keadaan air tanah.

Batang                        :

Tanaman jagung mempunyai batang yang tidak bercabang, berbentuk silindris, dan terdiri atas sejumlah ruas dan buku ruas. Pada buku ruas terdapat tunas yang berkembang menjadi tongkol. Dua tunas teratas berkembang menjadi tongkol yang produktif. Tinggi batang jagung tergantung varietas dan tempat penanaman, umumnya berkisar 60 ‐ 300 cm (Subekti, 2005: 2).

Batang memiliki tiga komponen jaringan utama, yaitu kulit (epidermis), jaringan pembuluh (bundles vaskuler), dan pusat batang. Jaringan pembuluh tertata dalam lingkaran konsentris dengan kepadatan jaringan pembuluh yang tinggi, dan lingkaran – lingkaran menuju perikarp dekat epidermis. Kepadatan jaringan pembuluh berkurang begitu mendekati pusat batang. Konsentrasi jaringan pembuluh yang tinggi di bawah epidermis menyebabkan batang tahan rebah (Subekti, 2005: 2).

Daun               :

Daun jagung memanjang dan keluar dari buku‐buku batang. Jumlah daun terdiri dari 8 ‐ 48 helain. Tergantung varietasnya. Daun terdiri dari tiga bagian, yaitu pelepah  daun, lidah daun, dan helaian daun. Pelepah  daun umumnya membungkus batang. Antara pelepah  dan helaian terdapat lidah daun yang disebut liguna. Liguna ini berbulu dan berlemak. Fungsi liguna adalah mencegah air masuk kedalam kelompok daun dan batang (Subekti, 2005: 2).

Lebar helai daun dikategorikan mulai dari sangat sempit (< 5 cm), sempit (5,1 – 7 cm), sedang (7,1 – 9 cm), lebar (9,1 – 11 cm), hingga sangat lebar (>11 cm) (Efendi, 2007: 4).

Bangun daun tanaman jagung adalah bangun pita (ligutalus). Pada penampangnya pipih dan daun amat panjang. Daun bertulang sejajar (rectinervis), yang mempunya ibu tulang di tengah yang besar membujur daun sedang tulang-tulang lainnya jelas lebih kecil dengan arah yang sejajar ibu tulang. Tepi daun rata. Daging daun bagian daun yang berada di antara tulang-tilang daun dan urat – urat daun adalah seperti kertas  (papyraceus), tipis tapi cukup kaku tegar (Gembong, 2009: 31).

Bentuk ujung daun bermacam-macam yaitu runcing, meruncing, runcing agak bulat, bulat, bulat agak tumpul, dan tumpul (Subekti, 2005: 3).

Bunga             :

Bunga jagung tergolong bunga tidak lengkap karena struktur bunganya tidak mempunyai petal dan sepal dimana organ bunga jantan (staminate) dan organ bunga betina (pestilate) tidak terdapat dalam satu bunga disebut berumah satu (Efendi, 2007: 4).

Bunga jantan terletak dipucuk yang ditandai dengan adanya rambut atau tassel dan bunga betina terletak di ketiak daun dan akan mengeluarkan stil dan stigma (Subekti, 2005: 5).

Biji                  :

Biji jagung tersusun rapi pada tongkol. Dalam satu tongkol terdapat 200 ‐ 400 biji. Biji jagung terdiri dari tiga bagian. Bagian paling luar disebut paricarrp. Bagian atau lapisan kedua yaitu endosperm yang merupakan cadangan makanan biji. Sementara bagian paling dalam yaitu embrio atau lembaga (Efendi, 2007: 5).

Manfaat          :

Keuntungan bertanam jagung ternyata sangat besar. Selain biji sebagai hasil utama, batang jagung merupakan bahan pakan ternak yang sangat potensial. Dengan demikian, dalam pengusahaan jagung selain mendapat biji atau tongkol  jagung, masih ditambah lagi dengan brangkasannya yang juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Dari segi pengelolaan, keuntungan bertanam jagung adalah kemudahan dalam budidaya. Tanaman jagung merupakan tanaman yang tidak membutuhkan perawatan intensif dan dapat ditanam di hampir semua jenis tanah. Resiko kegagalan bertanam jagung umumnya sangat kecil dibandingkan tanaman palawija lainnya (Sunarti, 2005: 4).

Hampir seluruh bagian tananam jagung memiliki nilai ekonomis. Secara umum, beberapa manfaat bagian ‐ bagian tanaman jagung dijelaskan sebagai berikut (Sunarti, 2005: 5):

  1. Batang dan daun muda untuk pakan ternak
  2. Batang dan daun tua (setelah panen) untuk pupuk hijau atau kompos
  3. Batang dan daun kering untuk kayu bakar
  4. Batang jagung untuk lanjaran (turus)

Selain bijinya, bagian lain yang dapat dimanfaatkan adalah tongkol jagung yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan ternak, kemudian batangnya dapat dijadikan senagai bahan pulp (bahan kertas), serta daunnya yang dapat dimanfaatkansebagai bahan pengemasan makanan (Sunarti, 2005: 6).

Secara garis besar, kegunaan jagung dapat dikelompokkan manjadi tiga, yaitu bahan pangan, pakan ternak, dan bahan baku industri.

  1.  Bahan Pangan

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, jagung sudah menjadi konsumsi sehari‐hari. Biasanya jagung dibuat dalam bentuk makanan seperti jagung, bubur jagung, jagung campuran beras, dan banyak lagi makanan tradisional yang berasal dari jagung (Subekti.2005:8).

Jagung sebagai makanan pokok juga dilakukan di beberapa negara antara lain Rumania, bekas Yugoslavia, Mesir, Peru, Afrika Selatan, Meksiko, dan lain lain. Di Italia jagung dimakan sebagai bubur dengan nama Polenta, di Rumania dengan nama Mamaliga, di bekas Yugoslavia dikenal Zgance, di Spanyol, Meksiko dan Amerika Tengah di makan dalam bentuk roti dengan nama Tortillas (Mangunwidjaja, 2003: 4).

  1. 2.   Bahan Pakan Ternak

Ternak Bagi sebagian besar peternak di Indonesia, jagung merupakan salah satu bahan campuran pakan ternak. Bahkan di beberapa pedesaan jagung digunakan sebagai bahan pakan utama. Biasanya, jagung dicampur bersama bahan pakan lain seperti dedak, shol’gum, hijauan, dan tepung ikan. Pakan berbahan jagung umumnya diberikan pada ternak ayam, itik, dan puyuh (Sunarti, 2005: 5).

  1. 3.   Bahan industry

Pati jagung dan derivatnya digunakan pada industri kertas, tekstil, cat, dan farmasi. Di Amerika Serikat, HFCS mempunyai porsi 40% dari penggunaan gula nasional (Mangunwidjaja, 2003: 4).

Di pasaran, banyak beredar produk olahan jagung. Produk olahan jagung tersebut umumnya berasal dari industri skala rumah tangga hingga industri besar. Secara garis besar, beberapa industri yang mengolah jagung menjadi produk sebagai berikut (Sunarti, 2005: 6):

  1. Industri giling kering, yaitu menghasilkan tepung jagung
  2. Industri giling basah, yaitu menghasilkan pati, sirup, gula jagung, minyak, dan dextrin
  3. Industri destilasi dan fermentasi, yaitu industri yang menghasilkan etil alcohol, aseton,
  4. asam laktat, asam sitrat, gliserol, dan lain‐lain
  5. Pengolahan Gula dari Pati Jagung
  6. Pati jagung dan pati lainnya secara kimia tersusun atas amilosa dan amilopektin yang unit penyusun terkecilnya (monomer) adalah glukosa. Secara hidrolisis dan proses kimia lain pati ini dapat diubah menjadi gula dan senyawa lebih sederhana. Sebagai ukuran berapa kandungan gula sederhana (dekstrosa) yang menyusun produk pecahan pati digunakan DE (dextrose -equivalent). Produk-produk tersebut dekstrin, maltodekstrin, mhigh maltose syrups, glucose syrups, high fructose syrups, dextrose (Mangunwidjaja, 2003: 13).
  7. Pengolahan lanjut dari pati jagung menjadi derivat pati

Modifikasi pati dapat dilakukan secara fisik (dengan pemanasan) atau secara kimiawi. Dengan modifikasi terse but sifat-sifat fisik dan kimia pati berubah sesuai dengan kegunaan yang diinginkan. Pati termodifikasi banyak digunakan untuk bahan pelapis, dan permukaan industri kertas dan tekstil. Selain itu beberapa jenis digunakan untuk pengikat (makanan bayi, salad) dan pengisi (Mangunwidjaja, 2003: 18).

  1. h.    Butanol

Butanol merupakan salah satu sumber energi selain alkohoI (etanol) yang dapat diproses melalui fermentasi anaerobik pati atau glukosa. Pati dipilih sebagai bahan dasar penghasil butanol dengan   fermentasi menggunakan  biakan campuran yaitu kapang (Aspergillus sp.) atau bakteri (Bacillus p.) dan bakteri pembentuk aseton – butanol – etanol (ABE) (Mangunwidjaja, 2003: 20).

SAGU

 

Sistematika Metroxylon sagu Rottb.

Kingdom          Plantae
Divisio            Magnoliophyta

Classis             Liliopsida
Ordo                Arecales
Familia                        Arecaceae

Genus             Metroxylon

Spesies           Metroxylon sagu Rottb.

Sagu merupakan tumbuhan palmae asal Indonesia yang di duga berasal dari daerah Sentani Papua. Sagu hamper dikenal di seluruh masyarakat Indonesia, tetapi dengan sebutan nama yang berbeda-beda tiap daerahnya. Sagu dikenel dengan sebutan Rumpia di Minangkabau, Kirai di awa Barat, Bulung, Rembulu, Ambulung di Jawa Tengah, Lapia di Ambon, Bak Sagee di Aceh dan sebutan – sebutan lainnya (Tampoebolonl, 2009: 2).

Nama Metroxylon berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata “metra” dan “xylon”. Metra berarti isi batang atau pembuluh dan xylon berartixilem. Sagu dari genus Metroxylon dibagi menjadi dua yaitu sagu yang berbuah atau berbunga dua kali (pleonanthic) dan sagu yang berbunga atau berbuah hanya satu kali (hepaxanthic) (Tampoebolon, 2009: 2).

Di Indonesia, masyarakat mengenal dua jenis penghasil tepung sagu utama, yaitu dari jenis Metroxylon dan jenis Arenga (sagu aren). Sagu aren tumbuh pada lahan relatif kering (banyak ditemukan di Jawa, Sumatera dan Kalimantan) dan kandungan tepungnya relatif lebih sedikit dibandingkan dengan sagu Metroxylon. Sagu Metroxylon biasanya dibagi dalam dua golongan, yaitu hanya berbunga atau berbuah sekali (hapaxanthic) dan yang berbunga atau berbuah lebih dari satu kali (pleonanthic) (Temboelon, 2009: 2).

Habitus           :

Perawakan dari tumbuhan sagu adalah adalah pohon.

Habitat            :

Tanaman sagu tumbuh secara alami terutama di daerah dataran atau rawa denganang  sumber air yang melimpah.  Tanaman sagu masih dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 1.250 m dpl dengan curah hujan 4.500 mm/ tahun. (Limbongan, 2007: 1).

Sagu memiliki daya adaptasi yang tinggi pada lahan marjinal dan kritis yang memungkinkan pertumbuhan tidak optimal bagi tumbuhan lainnya. Sagu banyak diumpai di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0 – 700 mdi atas permukaan laut, suhu di atas 250C dan kelembapan udara lebih dari 70 persen. Sagu tumbuh di daerah rawa berair tawar atau daerah gambut, di sepanjang aliran sungai atau daerah tropis basah yang  digenangi air (Chafid, 2010: 2).

Morfologi                   :

Tanaman sagu memiliki keragaman yang sangat tinggi, sehingga mempunyai ciri morfologi yang berbeda – beda. Di Papua terdapat 60 jenis tanaman sagu yang telah teridentifikasi yang tersebar di daerah di Jayapura, Manokwari, Merauke, dan Sorong (Chafid, 2010: 5).

Ciri morfologi sagu Papua seperti tinggi tanaman, lingkar batang, berduri atau tidak berduri dapat digunakan untuk membedakan jenis – jenis sagu. Demikian pula warna serat, warna tepung, dan kandungan kimia dapat digunakan untuk menentukan jenis sagu yang dapat dikonsumsi (Limbongan, 2007: 5).

Akar                :

System perakaran sagu adalah akar serabut. Akar serabut yaitu jika akar lembaga dalam perkembanga selanjutnya mati kemudian disusul oleh sejumlah akar yang sama besar dan semuanya keluar dari pangkal daun (Gembong, 2009: 93).

Batang            :

Batang sagu merupakan bagian yang terpenting karena merupakan gudang penyimpan tepung. Ukuran batang sagu berbeda-beda tergantung dari jenis, umur, dan lingkungan atau habitat tumbuhnya. Pada umur 3 – 11 tahun tinggi batang bebas daun sekitar 3 – 16 m, bahkan dapat mencapai 20 m. Sagu memiliki batang tertinggi pada umur panen, yaitu 14 tahun ke atas. Pada rumpun sagu rata-rata terdapat 1-8 batang, pada setiap pangkal batang tumbuh 5 – 7 batang anakan. Pada kondisi liar, rumpun sagu ini akan melebar dengan jumlah anakan yang banyak, dalam berbagai tingkat pertumbuhan anakan tersebut sedikit sekali yang tumbuh menjadi pohon dewasa (Chafid, 2010: 17).

Batang sagu berbentuk silinder berdiameter sekitar 50 cm bahkan dapat mencapai 80 – 90 cm. Umumnya, diameter batang bagian bawah agak lebih besar daripada bagian atas. Batang bagian bawah umumnya juga mengandung pati yang lebih tinggi dari pada bagian atas.

Batang sagu terdiri dari lapisan kulit bagian luar yang keras dan bagian dalam berupa empulur yang mengandung serat-serat dan tepung. Tebal kulit luar yang keras sekitar 3 – 5 cm. Pohon sagu yang masih muda, kulitnya lebih tipis dibandingkan dengan sagu dewasa (Limbongan, 2007: 3).

Daun               :

Daun merupakan bagian sagu yang punya peranan penting, karena merupakan dapur pembentukan tepung dalam proses fotosintesis. Daun sagu berbentuk memanjang, agak lebar, berinduk tulang daun di tengah yang menyerupai daun kelapa. Sagu yang tumbuh pada tanah liat dengan penyinaran yang baik, pada umur dewasa memiliki 18 tangkai daun yang panjangnya sekitar 5 – 7 m. Dalam setiap tangkai terdapat sekitar 50 pasang daun yang panjangnya  bervariasi antara 60 – 180 cm dan lebarnya sekitar 5 cm. Daun sagu muda umumnya berwarna hijau muda yang berangsur-angsur berubah menjadi hijau tua, kemudian berubah lagi menjadi cokelat kemerah-merahan apabila sudah tua atau matang (Chafid, 2010: 17).

Daun sagu menyirip dengan uung meruncing. Letak daun berajauhan, panjang tangkai sekitar 4 – 5 m, panjang helaian 1,5 m dengan lebar 7 cm. setiap bulan tumbuhan sagu membentuk  satu tangkai daun dengan umur rat-rata 18 bulan kemudian akan gugur (Tampoebolon, 2009: 3).

Bunga             :

Bunga sagu merupakan bunga majemuk yang keluar dari ujung atau puncak batang sagu, berwarna merah kecokelatan seperti warna karat. Sagu berbunga dan berbuah pada umur sekitar 10 – 15 tahun tergantung pada kondisi tanah, tinggi tempat, dan varietas. Bunga sagu bercabang banyak seperti tanduk rusa yang terdiri dari cabang-cabang primer, sekunder, dan tersier. Pada cabang tersier terdapat sepasang bunga jantan dan bunga betina. Munculnya bunga menandakan bahwa sagu telah mendekati akhir daur pertumbuhan (Chafid, 2010: 18).

Bunga jantan mengeluarkan tepungsari sebelum bunga betina terbuka. Putik bunga betina memiliki tiga sel telur, tetapi hanya satu yang dapat berkecambah yang dua bersifat rudimenter (Tampoebolon, 2009: 4).

Buah               :

Buah sagu berbentuk bulat menyerupai buah salak dan mengandung biji fertile. Waktu antara bunga mulai muncul sampai fase pembentukan buah diduga berlangsung sekitar dua tahun. Pohon sagu mengandung tepung maksimum pada fase antara waktu setelah berbunga dan sebelum buah berbentuk sempurna (Chafid, 2010: 18).

Manfaat

Tanaman sagu memiliki banyak manfaat diantaranya yaitu (Chafid, 2010: 21):

  1. Pelepahnya dipakai sebagai dinding atau pagar rumah.
  2. Daunnya digunakan untuk atap
  3. Kulit atau batangnya merupakan kayu bakar yang bagus
  4. Aci sagu (bubuk yang dihasilkan dengan cara mengekstraksi pati dari umbi atau empulur batang) dapat diolah menjadi berbagai makanan
  5. Sebagai makanan ternak
  6. Serat sagu dapat dibuat hardboard atau bricket bangunan bila dicampur semen
  7. Dapat dijadikan perekat (lem) untuk kayu lapis
  8. Apabila rantai glukosa dalam pati dipotong menjadi 3-5 rantai glukosa (modifief starch) dapat dipakai untuk menguatkan daya adhesive dari proses pewarnaan kain pada industri tekstil.
  9. Dapat diolah menjadi bahan bakar metanol-bensin

Selain itu,ampas sagu yang telah disaring dapat diadikan media pertumbuhan jamur sagu yang dapat dimakan. Sedangkan sisa batang sagu (pangkal) dan pucuk sagu yang telah ditebang dibiarkan menjadi tempat berteluanya kumbang yang dapat menghasilkan ulat sagu yang dapat dimakan (Dina, 2001: 36).

Pusat Pengembangan Dan Penelitian Teknilogi Pangan, telah melakukan penelitian tentang variasi produk sagu. Sagu dapat diolah menjadi beraneka ragam makanan, diantaranya yaitu chiki sagu, makanan sapihan untuk bayi umur 6 bulan ke atas dan kuesagu basah. Produk tersebut usaha indusrti besar, industry kecil ataupun penghasilan rumah tangga (Dina, 2001: 36).

Ampas sagu dapat dimanfaatkan menadi pupuk Urea dengan mencampurkan fese kering ayam boiler, abu dapur, dan pupuk urea. Ketiga bahan tersebut diaduk kemudian diberi EM4, diaduk kemudian dibuat gundukan pada suhu 40 – 500C dan ditutup dengan karung goni (Limbongan, 2007: 1).

Penggunaan sagu sejauh ini untuk bahan tradisional atau campuran tepung terigu dalam pembuatan kue yang umumnya diproduksi dalam skala industri kecil. Kandungan pati yang cukup tinggi dari tepung sagu memungkinkan sagu dipergunakan sebagai (Dina, 2001: 39):

  1. Bahan baku untuk produksi glukosa
  2. Bahan baku high fructose syrup, sorbitol dan lain-lain
  3. Bahan baku industri alkohol
  4. Bahan baku industri tekstil
  5. 5.   Bahan baku industri lem untuk plywood

 

DAFTAR PUSTAKA

Arpiwi. 2007. Pengaruh Konsentrasi Giberelin Terhadap Produksi Bibit Kentang  (Solanum tuberosum L. cv. GRANOLA) UKURAN M (31 – 60 gram). Biologi. Universitas Udayana, Kampus Bukit Jimbaran Bali

Barus, Pina. 2005. Studi Penelitian Kandungan Karbohidrat, Protein Dan Mineral Dalam Air Rebusan Beras Sebagai  minuman Pengganti  susu. Jurnal Sains Kimia (Suplemen). Vol 9, No 3

Chafid, Ahmad, dkk. 2010. Modifikasi Tepung Sagu Menadi Maltodekstrin Menggunakan Enzim Amilase. Semarang: Universitas Diponegoro

Djukri dan Purwoko. 2003. Pengaruh Pemberian Naungan Paranet Terhadap ifat Toleransi Tanaman Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott). IPB: Vol. 10 No. 2, 2003 : 17-25

Effendi, Roy. 2007. Botani Dan Morfologi Tanaman Jagung. Medan: Universitas Sumatra Utara

Herminingsih, Anik. 2008. Manfaat serat dalam menu makanan. Yogyakarta: Universitas Mercubuana

http://www.plantamor.com cakmus.2009

Indriyanto.2009. Ekologi Hutan. Jakarta: Erlangga

Jayus. 2005. Teknologi Singkong. Bagor: IPB

Kasim, Ernawati. 2005. Kandungan Pigmen dan Lovastatin pada Angkak Beras Merah Kultivar Bah Butong dan BP 1804 IF 9 yang Difermentasi dengan Monascus purpureus Jamba. Biodeversitas. Vol 7, no 1

Krey, Lena Dina. 2001. Teknik Pembibitan Dan Penanaman Sagu Secara Tradisional Oleh Penduduk Asli Sentani di Kabupaten Dati II Jayapura. Manukwari: Fakultas Pertanian Universitas Cendrawasih

Limbongan, ermia. 2007. Morfologi Beberapa Sagu Potensial Di Papua. Jurnal Litbang Pertanian Vol 26, No 1

Makarim, karim. 2008. Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Jakarta: balai besar penelitian tanaman padi

Mangunwidjaja, Djumali. 2003. Teknologi Dan Diversisifikasi Pengolahan Jagung. Bogor: Fakultas Pertanian IPB

Mutakin, Jaenal. 2005. Budidaya Tanaman Padi. Yogyakarta: Kanisius

Suardi, Didi. 2005. Potensi Beras Untuk Meningkatkan Mutu Pangan. Bogor: Jurnal Litbang Pertanian Vol 24, No 3

Subekti, Nuning Argo.2005.  Morfologi Tanaman dan Fase Pertumbuhan Jagung. Jakarta: balai  penelitian tanaman serealia

Sunarti, Sri. 2005. Investasi Agribisnis Jagung. Medan: Universitas Sumatra Utara

Suprihatno, bambang, dkk. 2009. Deskripsi Varietas Padi. Jakarta: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi

Steenes, Van. 2006. Flora UntukSekolah Di Indonesia. Jakarta: PT Pradnya Paramita

Tempoboelon, Baginda Iakandar. 2009. Kajian Perbedaan Aras Dan Lama Pemeraman Fermntasi  Ampas Sagu Dengan Aspergiilus niger terhadap Kandungan Protein kasar Dan Serat Kasar. Semarang: Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan

Titrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM

makalah buah pokok bidara (Ziziphus mauritiana)

MAKALAH  BUAH POKOK BIDARA

Makalah ini disusun untuk memenuhi  tugas Taksonomi Tumbuhan Tinggi

 

Dosen Pembimbing :

Sulisetijono, M.Si

Ainun Nikmati Laily, M.Si

Disusun oleh:

Siti Ngaisah (10620103)

 

 

 

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

2012

KATA PE NGANTAR

Segala puji bagi Allah atas limpahan Rahmat,  Taufiq,  serta Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan  makalah  yang berjudul “Buah Bidara Pokok”. Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah banyak memberikan  informasi kepada penulis sehingga terselesaikan tugas makalah ini. Makalah ini dibuat bertujuan untuk mengetahui pengertian buah yang terkandung dalam al-Qur’an.

Dalam penulisan ini, penulis yakin bahwa pasti banyak terdapat kekurangan dan kesalahan, sehingga penulis memohon saran dan kritik dari para pembaca demi kebaikan pada penulisan berikutnya. Dan akhirnya, semoga makalah ini bermanfaat khususnya penulis dan umumnya bagi pembaca.

 

 

 

 

 

 

 

                               

 

 


                                                                  Malang, Juni 2012

                                               

                                                              Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

I.I  Latar Belakang 

Terdapat banyak jenis tumbuhan yang disebut di dalam al-Qur’an diantaranya adalah buah. Banyak sekali buah yang disebutkan di dalam al-Qur’an diantaranya yaitu buah Pokok Bidara (Ziziphus Mauritian). Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi dari ilmu pengetahuan, sehingga manusia mampu mengkaji dan mengembangkan ilmu sebagaimana sekarang ini. Segala sesutau telah disebutkan di dalam al-Qur’an sebelum sesuatu itu diketahui oleh manusia. Dengan adanya para ilmuan yang mengkaji hal tersebut, maka dapatbterkembangkan.

Dengan demikian, disusunlah makalah tentang buah Pokok Bidara ini yang telah disebutkan dalam al-Qur’an untuk dapat mengkaji lebih lanjut tentang buah Pokok Bidar atersebut.

I.3 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari makalah ini adalah:

  1. Bagaimana  buah Pokok Bidara dalam perspektif al-Qur’an?
  2. Bagaimana  buah Pokok Bidara dalam perspektif ilmu biologi?

I.2 Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk:

  1. Mengkaji buah Pokok Bidara yang telah disebutkan di dalam al-Qur’an
    1. Mengetahui buah Pokok Bidara dalam perspektif al-Qur’an
    2. Mengetahui buah Pokok Bidara dalam perspektif ilmu Biologi

BAB II

KAJIAN KEISLAMAN

 

 I.       Ayat Al-Qur’an yang berkaitan

Ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan buah Pokok Bidara adalah surat  As-Saba’ ayat 16 dan surat Al-Waqi’ah ayat 28.

  1. Surat As-Saba’ ayat 16

(#qàÊtôãr’sù $uZù=y™ö‘r’sù öNÍköŽn=t㠟@ø‹y™ ÇP̍yèø9$# Nßg»oYø9£‰t/ur öNÍköŽoK¨Zpg¿2 Èû÷ütF¨Zy_ ö’tA#ursŒ @@à2é& 7Ý÷Hs~ 9@øOr&ur &äóÓx«ur `ÏiB 9‘ô‰Å™ 9@ŠÎ=s% ÇÊÏÈ

Artinya:

“Tetapi mereka berpaling, Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr“ (QS.34:16).

  1. Surat Al-Waqi’ah ayat 28

’Îû 9‘ô‰Å™ 7ŠqàÒøƒ¤C ÇËÑÈ

Artinya:

“Berada di antara pohon bidara yang tak berduri” (QS.56:28).

  1. Surat An-Najm ayat 12-18

¼çmtRr㍻yJçFsùr& 4’n?tã $tB 3“ttƒ ÇÊËÈ   ô‰s)s9ur çn#uäu‘ »’s!÷“tR 3“t÷zé& ÇÊÌÈ   y‰ZÏã Íou‘ô‰Å™ 4‘ygtFZçRùQ$# ÇÊÍÈ   $ydy‰YÏã èp¨Zy_ #“urù’pRùQ$# ÇÊÎÈ   øŒÎ) Óy´øótƒ nou‘ô‰Åb¡9$# $tB 4Óy´øótƒ ÇÊÏÈ   $tB sø#y— çŽ|Çt7ø9$# $tBur 4ÓxösÛ ÇÊÐÈ   ô‰s)s9 3“r&u‘ ô`ÏB ÏM»tƒ#uä ÏmÎn/u‘ #“uŽö9ä3ø9$# ÇÊÑÈ

Artinya:

Maka Apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya? (12) dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain (13) (yaitu) di Sidratil Muntaha (14) di dekatnya ada syurga tempat tinggal (15) Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya (16) penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya (17) Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar (18)”

   II.   Penafsiran kalimat As-Sidr

a)      Tafsir Al-Qurthubi

Kata wa min syaiin min sidrin qolilin “Dan sedikit dari pohon Sidr”.

Sidr adalah nama jenis pohon. Ada dua macam jenis Sidr yaitu 1) Sidr yang ditanam di daratan. Pohon ini tidak dapat dimanfaatkan, daunnya tidak baik untuk air cucian dan memiliki buah yang tidak enak dimaka, pohon ini disebut pohon Dhal. 2) Sidr yang tumbuh di air. Buahnya seperti teratai dan daunnya baik untuk air cucian. Pohon ini diseut pohon Unnab (Al Qurthubi.2009:694).

b)      Tafsir Ath-Thabari

Kata wa min sidrin qolilin (Dan sedikit dari pohon Sidr) (Abu Ja’far.2009:370).

c)      Tafsir Al Maraghi

As Sidr adalah pohon nabaq (sejenis pohon Bidara) (Ahmad.1988:111).

d)      Tafsir Ibnu Katsir

Sidratul Muntaha digambarkan sebagai Pohon Bidara yang sangat besar, tumbuh mulai Langit Keenam hingga Langit Ketujuh. Dedaunannya sebesar telinga gajah dan buah-buahannya seperti bejana batu, Dari Anas bin Malik, dari Malik bin Sha’sha’ah, dari Nabi SAW. (Ghoffar.2007).

 

 

 III.           Hadits yang Berkaitan

 

Rasulullah s.a.w., bersabda:

عَنْ اُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيْنَا النَّبِىُّ صَلَّى للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

وَنَحْنُ نَغْسِلُ ابْنَتَهُ فَقَالَ اغْسِلْنَهَاثَلاَثًا اَوْخَمْسًا اَوْاَكْثَرَمِنْ ذَلِكَ

اِنْ رَاَيْتُنَّ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاجْعَلْنَ فِى اْلآخِرَةِ كَافُوْرًاَوْشَيْأًمِنْ كَافُوْرٍ

فَاِذَ افَرَغْتُنَّ فَآذِنَّنِى فَلَمَّا فَرَغْنَا آذَ نَّاهُ فَاَلْقَى اِلَيْنَاحَقْوَهُ فَقَالَ اَشْعِرْنهَاَاِيَّاهُ.

Hadis Sahih Bukhari dan Muslim daripada Ummu Athiyah r.a.

Artiya:

“Nabi s.a.w. masuk ke tempat kami, ketika kami sedang memandikan puteri beliau(Zainab binti Rasulullah s.a.w.). Lalu beliau bersabda: “Mandi (sampai bersih benar) tiga atau lima kali lebih banyak dari itu sesuai dengan keperluannya. Dengan air yang sudah dicampur daun sidir(bidara), dan penghabisan dengan air kapur. Bila telah selesai, lalu kami beritahukan beliau. Beliau memberikan kainnya kepada kami, seraya berkata: “Pakaikanlah kain ini sebagai kafannya lapis pertama”. 


BAB III

KAJIAN SAINS

 

3.1      Gambar

 

 


3.2      Sistematika

Sistematika dari Bidara adalah (Cakmus.2009):

Kingdom  Plantae

Divisio Magnoliophyta

Classis  Magnoliopsida

Subclassis Rosidae
Ordo  Rhamnales
Familia Rhamnaceae
Genus Ziziphus
Species Ziziphus mauritiana

Nama dalam Al-Qur’an: Sidr

Nama Arab               : Nabaq, Sidr

Nama umum

Indonesia      : Bidar, Widar, dara (sunda), Widoro (Jawa), Bukol (Madura)

Inggris           : Indian Jujube, common jujube

Melayu          : Bidara, ujube, epal siam

Vietnam        : Tao, tao nhuc, tao ta

Tailand          : Phutsta

Pilipin                        : Mansanitas

 

3.3 Deskripsi

 

Buah Pokok Bidara (Ziziphus mauritiana) termasuk dalam familia Rhammaceae. Familia Rhammaceae ini memiliki kurang lebih 55 genus dan 900 species (Anjum.2005).

Deskripsi dari Ziziphus mauritiana adalah sebagai berikut:

  1. 1.    Habitat dan Penyebaran

            Ziziphus mauritiana adalah salah satu buah yang paling kuno asli India. Tumbuhan ini tumbuh di daerah tropis, sub tropis dan daerah gersang (Godara.2007).

Tanaman ini berasal dari Timur Tengah dan telah menyebar di wilayah Tropik dan sub tropik, termasuk Asia Tenggara. Tanaman ini dapat beradaptasi dengan berbagai kondisi, tetapi tumbuhan ini lebih menyukai udara yang panas dengan curah hujan berkisar antara 125 mm dan di atas 2000 mm. Suhu maksimum agar dapat tumbuh dengan baik adalah 37-48C, dengan suhu minimun 7-13C. Tanaman ini umumnya ditemukan pada daerah dengan ketinggian 0-1000 m dpl (Dahiru.2010).

Liar dan dibudidayakan ditemukan di kering daerah dan tempat-tempat berbatu (Marwat. 2009).

  1. 2.  Habitus

            Z. mauritiana adalah tumbuhan semak, dengan tinggi mencapai 15 m (Clifford.2001).

Familia Rhammaceae memiliki perawakan semak atau pohon jarang yang berupa terna (Gembong.2010).

3. Akar

Perakaran tunggang

  1. 4.   Batang

Pohon selalu hijau atau setengah meranggas, tumbuh tegak, atau   menyebar dengan cabang-cabangnya yang terkulai (declinatus) memiliki goresan tak beraturan, berwarna abu-abu atau hitam pudar setiap percabangan ranting terdapat dua duri yang mengalami modifikasi pada bagian ujungnya., satu berkelok dan yang lainnya lurus. (Heyna.1897).

Batangnya silinder, berwarna coklat  kemerahan, pada batang yang sudah tua akan berwarna keabu-abuan pudar, permukaan kasar, keras dan berkayu (Latif.2002).

  1. 4.   Daun

Daunnya berbentuk bulat telur atau lonjong dengan puncak membulat dan tepi daun bergerigi. Panjang daunnya kurang 3,8 cm, lebarnya 2,9 cm. Daun  berwarna hijau, mengkilap di sisi atas dan hijau pucat keabu-abuan  dibawah (Yovita.2009).

Berdaun tunggal dengan letak yang berselang-seling, berbentuk bundar-lonjong, berukuran 2-9 cm x 1,5-5 cm, dengan tepian yang berkilap, tidak berbulu. Tulang daun membujur nyata dengan tangkai daun berukuran panjang 8-15 mm. Daun berwarna hijau dan akan menguring ketika menua (Clifford.2001).

  1. 5.   Bunga

Bunganya kecil, bunga majemuk, berwarna hijau kekuningan, letak axilar daun (inflorescence), berpuncak datar, bunganya bergerombol (Yovita.2009).

Gagang bunga panjangnya 2-3 mm, berwarna kekuningan, berbau harum. Daun mahkota berjumlah 5 helai, dengan daun kelopaknya berjumlah 5 dan bercuping bercuping. Benang sari 5 utas, dengan bakal buah tenggelam beruang 1-4 dan tangkai putik bercabang 2. Cakramnya bercuping 10 atau beralur-alur (Clifford.2001).

Bunga uniseksual, muncul dari ketiak daun, berbentuk payung menggarpu, panjangnya 1-2 cm, tersusun atas 7-20 kuntum bunga (Latif.2002).

Tipe polen pada  Ziziphus marauritiana adalah Tricolporat (Anjum.2005).

Gambar polen

  1. 6.    Buah

Buah ini bentuknya oval, obovate, lonjong atau bulat.  Kulit berwarna hijau mengkilat, permukaan halu, tipis tapi ketat. Daging buah berwarna putih dan renyah. Memiliki aroma yang enak (Clifford.2001).

Buah-buahan berwarna hijau dan  menguning saat menua. Buah yang matang lunak, berair dengan kulit keriput dan memiliki aroma menyenangkan. Buah yang matang rasanya asam manis. Tekstur dan rasanya mirip buah Apel (Saran.2007).

Buahnya bertipe buah batu, berbentuk bulat, sampai bulat telur, dapat mencapai ukuran 6 cm X 4 cm. Kulit buah halus atau kasar, mengkilap, berwarna kekuningan sampai kemerahan. Daging buah berwarna putih, banyak mengandung sari buah, rasanya asam atau manis (Gembong.2009:309).

  1. 7.   Biji

Bakal buah menumpang atau tenggelam, beruang 1-4, dalam tiap ruang berisi 1 bakal biji. Biji memiliki endosperm, lembaga lurus dan besar (Gembong.2009:309)

Biji terletak dalam batok yang berbenjol dan beralur tidak beraturan yang berisi 1-2 inti biji yang berwarna coklat pada tiap ruang (Clifford.2001).

3.3  Fisiologi

            Zizyphus marauritiana termasuk ke dalam tanaman C3. Dinamakan tanaman C 3 karena produk fiksasi karbon organik pertama tanaman ini adalah senyawa berkarbon-tiga, 3-fosfogliserat. Tanaman C3 memproduksi makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin yang membuat keadaan memburuk, rubisco dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2. Karena konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang udara di dalam daun, rubisco menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. Produknya terurai dan satu potong senyawa berkarbon dua dikirim keluar dari kloroplas. Mitokondria dan peroksisom kemudian memecah molekul berkarbon dua menjadi CO2. Proses ini disebut fotorespirasi, karena proses ini terjadi dalam cahaya dan mengkonsumsi O2. Tidak seperti fotosintesis, fotorespirasi tidak menghasilkan ATP dan makanan (Heyna.1897).

Kekeringan merupakan faktor utama yang membatasi pertumbuhan dan pembangunan di  tinggi tanaman. Karena kekeringan adalah kejadian umum di  lingkungan mengalami pasokan air terbatas.  Tanaman ini dapat menghindari stres kekeringan dengan memaksimalkan penyerapan air yaitu dengan penutupan stomata (Clifford.2001).

 

3.4  Manfaat

Bagian dari Pokok Bidara yang dapat dimanfaatkan adalah buah, daundan kayu (Marwat.2009).

  1. Daun pokok bidara biasanya digunakan ketika memandikan jenazah bagi orang Islam. Daunnya juga biasa  digunakan ketika mandi wajib bagi wanita yang baru suci daripada haid (Marwat.2009).
  2. Buah Pokok Bidara dapat dimakan dalam keadaan segar, atau diperas menjadi minuman penyegar, juga dikeringawetkan, atau dibuat manisan. Buah ini dapat mempertahankan kelembaban dan keseimbangan tubuh (Marwat.2009).
  3. Buah bidara dapat dimakan dalam keadaan segar atau diperas menjadi minuman penyegar, diawetkan atau dibuat manisan. Daun muda, dapat digunakan sebagai sayuran, atau pakan ternak. Kulit kayu dan buahnya menghasilkan pewarna. Kayunya kemerahan, bertekstur halus, keras, dan tahan lama, dan digunakan sebagai kayu bubur, peralatan rumah tangga, atau peralatan lainnya. Buah, biji, daun, dan kulit kayu, serta akar berkhasiat untuk pengobatan dan membantu pencernaan (Heyne. 1987).
  4. Memiliki khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, di antaranya, diare, kencing manis dan malaria (Yovita.2009).
  5. Pernah dilaporkan bahwa buah bidara juga direbus dan menghasilkan sirop (Dahiru.2010).
  6. Di India pohon bidara merupakan salah satu dari beberapa jenis tanaman yang digunakan untuk pemeliharaan serangga lak; ranting-ranting yang terbungkus oleh sekresi serangga itu dipungut untuk diproses menjadi sirlak (Saran.2007).
  7. Kulit kayu dan buahnya menghasilkan bahan pewarna. Kayunya berwarna kemerahan, bertekstur halus, keras, dan tahan lama, dan digunakan sebagai kayu bubut, alat rumah tangga, dan alat-alat lain. Buah, biji, daun, kulit kayu, dan akarnya berkhasiat obat, terutama untuk membantu pencernaan dan sebagai tapal untuk luka (Marwat.2009).
  8. Di Malaysia rebusan  kulit kayunya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit perut (Latif. 2002).
  9. Buah matang sebagian besar dikonsumsi mentah tetapi mereka juga dapat dibuat terang, kering dan bubuk. Daunnya dapat dikonsumsi oleh unta, kambing, sapi dan gizi. Nutrisi buah matang lebih kaya dari buah Apel yaitu pada kandungan  protein, fosfor, kalsium, karoten dan vitamin C (Saran. 2007).
  10. Dapat dilakukan untuk pengobatan luka, anodyne dan tonik, obat penahan darah dan memurnikan darah (Marwat.2009).
  11. Pada suatu  penelitian diketahui bahwa ekstrak buah Ziziphus mauritiana bersifat hepatoprotektif mampu menginduksi diinduksi hati pada tikus. Hal tersebut karena buah Bidara mengandung  senyawa, asam caffeic, p-hidroksibenzoat, fenolik dan kaya  vitamin C (Dahiru.201

BAB IV

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Di dalam Al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang menyebutkan tentang buah Pokok Bidara diantaranya yaitu surta Al-Waqi’ah ayat 28, As-Saba’ ayat 16 dan An-Najm ayat 12-18. Di dalam al-Qur’an buah Pokok Bidara disebut dengan buah As-Sidr­. As-Sidr ini bermakna pohon serupa pohon bidara

Berdasarkan kajian sains, buah Pokok Biduri (Ziziphus mauritiana) termasuk dalam familia Rhammaceae. Buah ini berasal dari Timur Tengah dan sekarang sudah menyebar ke berbaga Negara. Berupa semak, batang berkayu, daun tunggal, bunga kecil uniseksual, buah batu. Buah ini memiliki banyak memiliki manfaat bagi manusia, diantaranya yaitu sebagai obat dan sebagai buah.

REFERENSI

Al-Halabi, Mushthafa Al-Babi. 1988. Tafsir Al-Maraghi.semarang: Tohaputra

Al-Qurthubi, Syaikh Imam. 2009. Tafsir Al-Qurthubi. Jakarta: Pustaka Azzam

Ath-Thabari, Abu Ja’far Muhammad. 2009. Tafsir Ath-Thabari. Jakarta:Puataka Azzam

Cakmus.2009. Klasifikasi Tumbuhan. (http://www.plantamor.com) diakses pada tanggal 4 Juni 2012

Clifford;dkk. 2001. Physiological and morphological adaptations of the fruit tree Ziziphus mauritiana in response to progressive drought stress. Australia: Tree Physiology Vol.2, No.1

Dahiru. 2010. Ziziphus mauritiana Fruit Extract Inhibits Carbon Tetrachloride-induced Hepatotoxicity in Male Rats. Nigeria: Pakistan Journal of Nutrition Vol.9, No.10

Heyne, K.  1987.  Tumbuhan Berguna Indonesia.  Jakarta: Yayasan Sarana Warna Jaya                                       Gambar Buah Pokok Bidara (http://upload.wikimedia.org/wikipedia/ /PokokBidaraBunga.jpg) diakses pada tanggal 4 Juni 2012

Ghoffar, M.Abduh.2007. Terjemah Tafsir Ibnu Katsir. Jakarta; Pustaka Imam Asy-Syafi’i

Saran, P.L. 2007. Biodiversity Among Indian Jujube (Zizhiphus mauritiana)Genotype For Powder Mildew and Other Traits. Hisar: Journal Botany Vol.5, No.3

Latif, AM. 2002. Chinee Apple Indian Jujube Zizhiphus mauritiana. America: Queensland Government

Marwat , Sarfaraz Khan. 2009. Fruit Plant Species Mentioned in the Holy Qura’n and Ahadith and Their Ethnomedicinal Importance. Pakistan: American-Eurasian Journal Vol.5, No. (2)

Qaisar, Anjum Perveen.2005. Pollen Flora Of Pakistan –XLIV Rhammaceae. Pakistan: Journal Botany Vol.7, No.2

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Taksonomi Tumbuhan (Dpermatophyta). Yogyakarta: UGM Press

Yovita, Andri. 2009. Deskripsi Familia Rhammaceae. (http://ita\/upload.blogspot.com) diakses pada tanggal 4 Juni 2012

tumbuhan paku

LAPORAN

IDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKU DI CANGAR 

Disusun untuk memenuhi tugas Taksonomi Tumbuhan Tinggi

Dosen Pengampu: Sulisetijono, M.Si

                                            Ainun Nikmati Laili, M.Si

 

Disusun Oleh:

Siti Ngaisah   (10620103)

 

 

 

 

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI  MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

APRIL 2012

 

 

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah atas limpahan Rahmat,  Taufiq,  serta Hidayah Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan  laporanan identifikasi tumbuhan paku di cangar.

Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang telah banyak memberikan  informasi kepada penulis, sehingga terselesaikanlah laporan ini.

Dalam penulisan ini penulis yakin bahwa pastibanyak kekurangan dan kesalahan, sehingga penulis memohon saran dan kritik dari para pembaca demi kebaikan pada penulisan berikutnya. Dan akhirnya, semoga makalah ini brmanfaat khususnya penulis dan umumnya bagi pembaca.

 

 

 

 

 

 

 

 

                                Malang,         Maret 2012

                                Penulis

 

 

 

METODE PENGAMATAN

  1. Waktu dan Tempat   

Penelitian tumbuhan paku ini dilaksanakan di Cangar pada tanggal 18 Maret 2012 pukul 10.00 sampai slesai.

  1. Alat dan Bahan

Pada pengamatan tumbuhan paku ini, alat yang digunakan yaitu:

  1. Alat tulis
  2. Kamera
  3. Plastik
  4. Cutter


 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. 1.    Tujuan

Tujuan dari dilaksanakannya pengamatan dan identifikasi tumbuha paku ini adalah untuk:

  1. Mengidentifikasi jenis-jenis  tumbuhan paku di Cangar
  2. Mengidentifikasi jenis-jenis habitat tumbuhan paku
  3. Mengidentifikasi morfologi beberapa jenis tumbuhan paku di Cangar
  4. 2.    Rumusan Masalah 

Rumusan masalah pangamatan ini adalah:

  1. Apa sajakah jenis-jenis tumbuhan paku yang berada di Cangar?
  2. Bagaimanakah habitat tumbuhan paku?
  3. Bagaimanakah morfologi tumbuhan paku di Cangar?

BAB II

PEMBAHASAN

2.1        Neprolepis

Sistematika

Sistematika Neprolepis adalah (Arianta:2012):

Kingdom Plantae

Divisio Pteridophyta

Classis  Pteridopsida
Ordo Polypodiales

Familia  Dryopteridaceae

Genus  Nerpolepis

Species  Nephrolepis cordifolia (L.) K. Presl


Deskripsi

Habitat

Neprolepis cordifolia tumbuh pada tanah. Dalam pengamatan Neprolepis crdifolia tumbuh di tanah, yang bercampur dengan rerumputan.

Tumbuh epifit pada tempet terbuka, Tumbuhan ini terdapat pada tempat yang terkena sinar matahari langsung atau agak teduh dan tahan terhadap angin. Contohnya: Asplenium nidus L, Platycerium Desvaux J. Smith (Mar’atus.2010;30).

 

Habitus

Perawakannya herba. Pada umunya tumbuhan paku berperawakan herba (Sulisetijono.2011:8).

Neprolepi  merupakan tumbuhan semak yang banyak terdapat pada hutan (Manulun.2005).

Daun

Berdasarkan pengamatan, Neprolepais cordifolia ini memiliki daun berwarna hijau muda. Daun berbentuk memanjang, ujung daun runcing, pangkal daun romping atau rata. Peruratan menyirip, pada permukaan atas peruratannya tenggelam dan pada permukaan bawah peruratannya timbul. Tekstur daunnya tipis. Pada permukaan daun terdapat bentukan seperti bulu berwarna kuning kecil  halus, sehingga tetap halus permukaanya. Tepi daunnya rata.  Panjang ental 42 cm, dengan panjang anak daun dalam satu tangkai 1-4,5 cm dan lebar anak daun 0,6- 2 cm.  Letak duduk daun pada tangkainya berseling. Anak daun mulai  terdapat pada tangkai 14 cm.

Nephrolepis  Cordifolia memiliki daun  berwarna  hijau terang dengan panjang  kurang lebih  40-80 cm, dengan lebar  antara 4-7cm.  Tepi daunnya rata, dengan permukaan daun memiliki sisik kapur kecil.   Daun bersifat fertile, yang tua dapat menghasilkan spora di bagian dorsal (Kartika .2010:12).

Permukaan daun memiliki sisik kapur kecil yang menutup permukaan atas daun pada bagian hidatoda (Sulisetijono.2011:26).

Batang

Batang berwaran coklat kebiruan, berbentuk bulat beralur. Permukaan batang ditutupi dengan sisik-sisik tipis berwarna kuning yang sangat rapat. Diameter batang 0,2 cm. batang lurus tidak bercabang.

Bentuk batang bulat beralur, terdiri dari dua atau tiga lobus (Sulisetiono.2011;13).

Pada paku bangsa lycopodiales memiliki batang yang mempunyai berkas pengangkut  yang maish sederhana, batang tegak menjulang ke atas dan hanya memiliki satu tulang yang tidak bercabang (Gembong.2009:232).

Akar

Akar Neprolepis ini adalah akar serabut.

Sistem perakaranyia adalah serabut.  Akar memiliki stolon, yang dapat menghasilkan bintilan seperti umbi  (Kartika.2010:12).

Sistem akar serabut yaitu jika akar lembaga dalam perkambangan selanutnya mati , kemudian disusul oleh sejumlah akar yang ukurannya sama yang keluar dari pangkal batang (Gembong.2009:93).

Manfaat

Neprolepis memiliki beberapa manfaat di antaranya yaitu:

  1. Sabagai tanaman hias (Arinasa.2005:5).
  2. Sebagai penghasil obat (Manulu.2005).

 

2.2       Pteris sp.

Sistematika

Sistematika Pteris sp. adalah (Arianta:2012) :

Kingdom Plantae

Divisio  Pteridophyta

      Classis  Filicopsida

            Orda Polypodiales

                    Familia Pteridaceae

                                Genus Pteris

                                            Species Pteris sp.

Deskripsi

Habitat

Berdasrakan  pengamatan, Pteris sp. ini ditemukan tumbuh di tanah.

Tumbuhan paku pada kelas ini ada yang hidup di air dan ada yang hidup di darat. Paku ini banyak tumbuh di tempat-tempat yang teduh atau lembab, sehingga di tempat yang terbuka dapat mengalami kerusakan akibat penyinaran matahari (Mar’atus.2010:27).

 

Habitus

Tumbuhan ini termasuk herba (Intan.2011).

Tumbuhan berbatang herba merupakan tumbuhan yang mempunyai ciri-ciri batang memiliki cairan atau getah (Indriyanto.2005:93).

Daun

Berdasarkan  pengamatan, daun terlihat berwarna hijau tua. Bangun daun berbentuk memanjang, ujung daun rucing, pangkal daun  tumpul, dan tepi daun rata.  Tekstuir daun tipis  cukup kaku. Peruratan sejajar, pada permukaan atas peruratan tenggelam.  Urat daun Permukaan daun halus licin. Panjang ental  45 cm, panjang anak  dalam satu tangkai daun 7-15 cm dan lebar anak daun 2-3cm.  Anak daun terdapat batang 15 mc. Pada bagian pinggir daun permukaan belakang  terdapat sori yang rapat berwarna hitam.

Jenis daun Pteris sp adalah majemuk menyirip, tepi daunya halus atau tidak bergerigi,tepi daunnya rata. Bentuk daunya memanjang, berukuran ±35 cm, daun paku-pakuan sangat berfariasi ukuranya dari yang berukuran beberapa mm sampai berukuran cm (Zuroidah.2010:4).

Warna daun pada Pteris sp. adalah hijau tua, peruratan (vernasi) menyirip, ujung-ujungnya bergabung dengan urat lain sehingga memperlihatkan garis yang dekat dengan tepi (Intan.2011).

Tekstur daun adalah helaian seperti kulit. Permukaan daunnya halus atau gundul. Tangkai daun berukuran ±28cm. pada pinggir permukaan daun belakang terdapat sari. Sporangium pada Pteris sp. berbentuk sepertin jantung atau agak bulat atau bulat telur (Frens.2010).

 

Batang

Berdasarkan pengamatan, batang berbentuk bulat  beralur, berwarna coklat kebiruan. Permukaan halus. Batang lurus dan tidak bercabang.  Diameter batang 2,7 cm.

Batang Pteris sp berbentuk bulat beralur secara longitudinal, beruas-ruas panjang dan kaku, permukaan pada batangnya halus tetapi perlu di ketahiu bahwa batang paku-pakuan tidak selalu halus, tetapi kadang-kadang dihiasi dengan bentukan seperti rambut atau sisik berwarnahitam atau coklat, lapisan lilin dan sisa-siasa tangkai. Pada batangnya tidak di terdapat rambut, dan diameternya adalah ±2,5cm. Ukurang batang pada paku-pakuan sangat berfariasi dari beberapa mm sampai beberapa cm, warna batang Pteris sp hijau kecoklatan. Dan bentuk percabangannya adalah percabangan menyirip (Intan.2010).

Akar

Sisitem perakarannya adalh akar serabut.

Pteris sp merupakan paku tanah. Tumbuhan ini benar-benar telah berupa kormus, jadi telah jelas adanya akar, batang dan daun.  Tumbuhan akarnya merupakan akar serabut (Intan.2011).

Sistem akar serabut yaitu jika akar lembaga dalam perkambangan selanutnya mati , kemudian disusul oleh sejumlah akar yang ukurannya sama yang keluar dari pangkal batang (Gembong.2009:93).

Manfaat

Neprolepis sp. memiliki beberapa manfaat,  diantaranya yaitu:

  1. Sebagai tanaman hias (Arinasa.2005:5).

DAFTAR PUSTAKA

Ajay, Kumar, dkk. 2011.  Antibacterial Activity of Christella study in Defferent Seosons. Jornal of Chemical and Pharmaceutical Research vol.3, No.6

Arianta. 2012. Klasifikasi Tumbuhan. (http://www.sith.itb.ac.id/herbarium) diakses pada tanggal 30 Maret 2012

Arinasa. 2005. Eksplorasi Paku Potensial Di Gunung Rinjawi Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Bali: LIPI

Frens. 2010.http://www.weeds.org.au diakses pada tanggal 29 Maret 2012

Indriyanto. 2005.  Ekologi Hutan. Jakarta: Erlangga

Intan.2011. http://intarusdianti.blogspot.com diakses pada tanggal  1 April 2012

Kartika , Siti. 2010. Panduan Praktikum Lapangan Tumbuhan Criptogamae. Jurusan Pendidikan Biologi: UNS

Manulu, Mincu. 2005. Keanekaragaman dan potensi Flora di Cangar Alam Pegunungan Cyclops, Papua. Jakarta: LIPI vol.6, No.3

Nasution, Zuraidah. 2010. Laporan Pengamatan Tumbuhan Paku. Medan: Universitas Sumatra Utara

Rahawarin, Himmah. 2001. Tumbuhan paku. Bogor: Prosiding Hari Cinta Puspa Dan Satwa Nasional

Sholihah, Mar’atus. 2010. Study Morfologi  Kulit Pohon Inang dan Jenis Paku Epifit Dalam Upaya Menunjang  Tumbuhan Paku Epfit  Yang Terdapat  Di Hutan Raya ronggo Suryo Cangar. Malang: UIN Malang

Tjtitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM

Tjtitrosoepomo, Gembong. 2009. Taksonomi Tumbuhan (Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, Pteridophyta). Yogyakarta: UGM

tanaman tegak

BAB I

Pendahuluan

 

Tanaman tegak merupakan bentuk dari batang yang tumbuh dengan percabanagn monopodial artinya batang tanaman dapat dibedakan sebagai batang utama dari cabang/ ranting yang lain. Bentuk dari tanaman tegak biasanya tidak membutuhkan cakupan tanah ataupun tempat tumbuh yang luas. Sehigga tanaman jenis tegak seringkali dibudidayakan oleh manusia sebagai tanaman hias atau tanaman budidaya. Seringkali jenis tanaman tegak dibudidayakan sebagai hiasan di halaman rumah, sperti Palem paleman, cemara dan pohon tegak lainnya.

Tanaman tegak lebih mudah perawatanya dari pada tanaman perdu, karena tanaman tegak lebih sedikit dalam menyumbang sampah bentuk daun yang berguguran di tanah. Sehingga orang – orang lebih senang dengan tanaman yang tegak. Selain itu, tanaman tegak juga dapat mengahasilkan buah – buahan yang rasanya di nilai manis hingga tak berasa. Inilah salah satu kekurangan dari bentuk – bentuk produksi dalam menanam tanaman tegak di halaman rumah.

Surat Ar Ra’d ayat 4:

Artinya:

Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman – tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam – tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda – tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.

 

Oleh karena itu, begitu besarnya karunia Allah pada mahkluknya yang diberikan berbagai macam tanam – tanaman untuk dimanfaatkan hasilnya. Sehingga dalam karangan ilmiah ini akan dibahas secara detail morfologi dan manfaatnya tentang macam – macam tanaman tegak yang terdapat di halaman rumah

 

 

 

 

 

 

BAB II

Hasl dan Pembahasan

 

BAMBU CINA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Bambusa multiplex (Lour) Raeuschel

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta

Classis             Magnoliodsida

Ordo                Poales

Familia                        Poaceae

Genus             Bambusa

Species           Bambusa multiplex

 

Dokumentasi :

Daerah Perumahan Grand Sigura gura , tanggal 7 Maret 2012

 

Nama Lokal    :

Bambu cina, bambu krisik, bambu pagar, aor selat (Kalbar)

Habitat            :

            Habitat bambu cina banyak ditemukan di daerah subtropis dan tropis yang hidupnya tersebar dimana – mana.

Habitus           :
            Bambu cina termasuk warga terna dan kadang berupa semak atau pohon yang tinggi.

Akar                :

Akar bambu cina berwarna cokelat, sistem perakaran pada palem raja adalah Serabut (radix adventicia). Akar serabut pada bambu cina masing – masing tidak menunjukkan percabangan.

 

Batang            :

Batang bambu cina berwarna hijau muda hingga hijau tua. Batang bambu cina merupakan jenis batang mendong (calamus). Bentuk batangnya bulat (teres) dan di dalamnya kosong, sifat permukaannya  licin (laevis), selain itu bentuk permukaan batangnya memperlihatkan berkas – berkas daun. Arah tumbuh batang adalah tegak lurus (erectus), percabangan pada bambu cina adalah simpodial yaitu batang pokok sukar ditentukan karena kalah besar dan kalah cepat pertumbuhannya dibandingkan cabangnya/ tunasnya. Membicarakan pangkal batang bambu cina termasuk tumbuhan keras artinya dapat berumur panjang. Tinggi bambu cina mencapai 4 meter dihalam rumah.

Batang bambu cina memiliki bentuk posisi yang bermacam – macam, namun umumnya tumbu dengan tegak lurus ke atas. Bentuk batang kebanyakan kebanyakn silinder panjang, jelas berbuku – buku dan beruas – ruas, ruas – ruas berongga, bersekat pada buku – bunya (Tjitrosoepomo, 1996).

Daun               :

Daun bambu cina merupakan daun tidak lengkap yang hanya terdapat helaian (lamina)  dan upih (vagina), sehingga type daunnya termasuk daun berpelepah. Bangun daun adalah bangun lanset (lanceolatus) yaitu jika panjang: lebar= 3 – 5: 1. Ujung daun bambu cina adalah runcing (acutus), pangkal daunnya runcing. Tulang daun bambu cina adalah bertulang sejajar. Tepi daunnya rata. Daging daunnya seperti kertas. Warna daunnya hijau, permukaan daunnya kasar (hispidus), pohon bambu cina termasuk roset akar.

Daun kebanyakan bangun pita, panjang, betulang sejajar, tersusun sebagai rozet akar atau berseling dalam 2 baris pada batang, umumnya hanya terdiri atas helaian, upih, dan lidah – lidah, jarang antara helaian dna upih terdapat tangkai (Tjitrosoepomo, 1996).

Bunga             :

            Bunga umumnya banci, kadang – kadang berkelamin tunggal, kecil, dan tidak menarik. Tiap bunga terdapat dalam ketiak daun pelindung yang berada pada siku ini disebut “palea inferior”. Kelopak telah berubah menjadi bahan yang disebut “palea superior”, terdiri atas 2 daun mahkota (jarang 3), yang berubah menjadi badan seperti sisik kecil dan dapat membengkak dan dinamakan “lodicula”. Banag sari 1  6, jarang lebih dan biasanya 3, tangkau sari halus, kepala sari berua 2, biasanya membuka dengan celah membujur. Bunga demikian disebut bunga semu yang terpisah – pisah atau bersama dengan bunga semu lain, tersusun dalam 2 baris pada suatu tangkai, membentuk suatu bulir kecil yang pada pangkalnya mempunyai 2 daun pelindung tanpa bunga dalam ketiaknya (gluma). Gluma  membentuk bulir kecil yang terangkai dalam bunga majemuk berganda dengan berbagai ragam, susunan, malai dan bulir (Tjirosoepomo, 1996).

Biji                  :

Biji pada bambu cina berlekatan dengan dengan kulit buah jarang berupa buah buni atau buah keras. Biji denga endosperm, lembaga terdapat pada sisi yang jauh dari sumbu.

Buah               :

Buahnya berupa buah padi.

Manfaat          :

  1. Sebagai hiasan rumah depan
  2. Sebagai kerajinan tangan
  3. Sebagai bahan – bahan kebutuhan rumah tangga
  4. Sebagai bahan tambahan bangunan rumah
  5. Menurut Suswanto (2010) serat bambu pada bambu cina memiliki 6 unggulan antara lain:
  6. Fungsi anti bakteri dan membasmi bakteri
  7. Fungsi menyerap dan menghilangkan bau
  8. Fungsi menyerapkan dan menghilangkan kelembapan
  9. Fungsi super anti-ultraviolet
  10. Fungsi menjaga kesehatan
  11. Fungsi kenyamanan keindahan

PALEM RAJA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Roystonea regia

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta

Classis             Liliopsidae

Ordo                Arecales

Familia                        Araceae                                                                                                          Genus             Roystonea

Species           Roystonea regia


Dokumentasi :

Daerah Ngaban Tanggul Angin Sidoarjo, tanggal 26 Februari 2012

Habitat            :

            Habitat tanaman palem raja banyak ditemukan di daerah subtropis dan tropis yang hidupnya tersebar dimana – mana.

Habitus           :

Tanaman palem raja merupakan semak tegak, tiggi besar, langsing  kadang – kadang memanjat.

Akar                :

Akar palem raja berwarna putih kecokelatan, sistem perakaran pada palem raja adalah Serabut (radix adventicia). Akar serabut pada palem raja masing – masing tidak menunjukkan percabangan. Akar – akarnya kaku dan keras menunjukkan seperti tambang.

Batang            :

            Batang palem raja berwarna hijau muda pada bagian atas dan berwarna cokelat mulai dari tanah hingga ke atas. Batang palem raja merupakan jenis batang yang besar namun tidak berkayu. Bentuk batangnya bulat (teres), sifat permukaannya  bergrigi, selain itu bentuk permukaan batangnya memperlihatkan berkas – berkas daun. Arah tumbuh batang adalah tegak lurus (erectus), percabangan pada palem raja adalah monopodial yaitu batang pokok selalu nampak jelas. Membicarakan pangkal batang palem raja termasuk tumbuhan keras artinya dapat berumur panjang.

Daun               :

Daun palem raja merupakan daun lengkap yang hanya terdapat helaian, tangkai dan pelepah, sehingga type daunnya termasuk daun sempurna. Bangun daun adalah bangun pedang (enformis) yaitu seperti bangun garis, tetapi daun tebal di bangian tengah dan tipis kedua tepinya. Ujung daun palem raja adalah runcing (acutus), pangkal daunnya rompang/ rata. Tulang daun palem raja adalah bertulang lurus. Tepi daunnya rata. Daging daunnya perkamen artinya tipis tetapi cukup kaku. Warna daunnya hijau, permukaan daunnya gundul (glaber), pohon palem raja termasuk roset batang.

Bunga :

Bunga sempurna dan tersusun majemuk. Ukuran kecil, dengan diameter sekitar 3 cm. Warnanya berkisar dari ungu hingga putih.

Bunga kecil, banci, atau karena adanya reduksi dari salah satu alat kelaminnya menjadi berkelamin tunggal, berumah 1 atau beruamh 2, kadang – kadang poligam, tersusun dalam bunga majemuk yang bersifat seperti malai biasanya dengan ibu tangkai yang menebal yang seluruhnya membentuk tongkol. Hiasan bunga ganda berupa 3 daun kelopak yang terpisah – pisah atau berlekatan dengan susuanan seperti genting atau kutub – kutub (Tjitrosoepomo, 1996).

Biji                  :

Bijinya dengan endosperm dan lembaga yang kecil

Buah               :

            Buah palem raja kecil – kecil berwarna hijau hingga kecokelatan. Termasuk buah sejati tunggal yang kering dan keras. Buah palem raja termasuk buah batu (drupa) beruang 1 hingga 2 (Nazaruddin, 1997)

 

Manfaat          :

  1. Hiasan halaman rumah
  2. Hiasan pohon jalan

PALEM SABAL

Sistematika Sabal palmetto

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta

Classis             Liliopsidae

Ordo                Arecales

Familia                        Araceae                                                                                                          Genus             Sabal

Species           Sabal palmetto

 

Dokumentasi :

Daerah Alun – Alun Batu, tanggal 18 Maret 2012

Habitat            :

            Habitat tanaman palem sabal banyak ditemukan di daerah tropis.

Habitus           :

Tanaman palem raja merupakan semak tegak, tiggi besar, langsing  kadang – kadang memanjat.

Akar                :

Akar palem sabal berwarna putih kecokelatan, sistem perakaran pada palem raja adalah Serabut (radix adventicia). Akar serabut pada palem raja masing – masing tidak menunjukkan percabangan. Akar – akarnya kaku dan keras menunjukkan seperti tambang.

Batang            :

            Batang palem sabal berwarna cokelat. Batang palem sabal merupakan jenis batang yang besar namun tidak berkayu. Bentuk batangnya bulat (teres), sifat permukaannya  bergrigi dan bersekat pada bagian bawah kurang lebihnya 2 meter, selain itu bentuk permukaan batangnya memperlihatkan berkas – berkas daun yang sangat jelas pada ketinggian 2 meter hingga ke panggal terminalis daun. Arah tumbuh batang adalah tegak lurus (erectus), percabangan pada palem raja adalah monopodial yaitu batang pokok selalu nampak jelas. Membicarakan pangkal batang palem raja termasuk tumbuhan keras artinya dapat berumur panjang. Palem sabal tumbuh mencapai 4 meter

Menurut Diana (2001) Sabal Palmetto padat tumbuh hingga 65 ft (20 m) tingginya (dengan individu yang luar biasa hingga 92 ft (28 m) tingginya, dengan batang sampai 2 kaki, dengan diameter 40 cm.

Daun               :

Daun palem sabal merupakan daun lengkap yang hanya terdapat helaian, tangkai dan pelepah, sehingga type daunnya termasuk daun sempurna. Bangun daun adalah bangun bulat (orbicularis) yaitu jika panjang: lebar= 1:1. Ujung daun palem sabal adalah runcing (acutus), pangkal daunnya rompang/ rata. Tulang daun palem raja adalah bertulang menjari. Tepi daunnya rata. Daging daunnya perkamen artinya tipis tetapi cukup kaku. Warna daunnya hijau, permukaan daunnya kasar, pohon palem sabal termasuk roset batang. Panjang daun menacapai 1 meter dan 2 meter hingga pelepah.

Bunga :

Bungan berwarna kuning – keputihan

Biji                  :

Bijinya berada dalam bunga

Buah               :

            Buah palem sabal kecil – kecil berwarna hitam hingga kecokelatan

 

Manfaat          :

Digunakan sebagai pohon hias

PEPAYA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Carica papaya L.

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta

Classis             Magnoliopsida

Ordo                Violales

Familia                        Caricaceae

Genus             Carica

Spesies           Carica papaya L.

 

Dokumentasi :

Daerah Ngaban Tanggul Angin Sidoarjo, tanggal 26 Februari 2012

Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, “papaja”, yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, “papaya”.

Habitat            :

Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah – daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl).

 

Habitus           :

Berupa pohon kecil dan tidak berkayu

Akar                :

Sistem perakaran serabut

Batang            :

Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5 – 10 m dengan daun – daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas.

Daun               :

Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap.

 

Bunga :

Pepaya adalah monodioecious’ (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai “pepaya gantung”, yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara “partenogenesis”. Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.

 

Biji                  :

Biji – biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji – biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah.

Buah               :

Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga.

 

Manfaat menurut Kemal (2002) :

  1. Buah pepaya mengandung berbagai jenis enzim, vitamin dan mineral. Malah kandungan vitamin A-nya lebih banyak daripada wortel, dan vitamin C-nya lebih tinggi daripada jeruk. Kaya pula dengan vitamin B kompleks dan vitamin E.
  2. Buah pepaya mengandung enzim papain. Enzim ini sangat aktif dan memiliki kemampuan mempercepat proses pencernaan protein. Mencerna protein merupakan problem utama yang umumnya dihadapi banyak orang dalam pola makan sehari-hari. Tubuh mempunyai keterbatasan dalam mencerba protein yang disebabkan kurangnya pengeluaran asam hidroklorat di lambung.
  3. Kadar protein dalam buah pepaya tidak terlalu tinggi, hanya 4-6 gram per kilogram berat buah. Tapi julah yang sedikit ini hampir seluruhnya dapat dicerna dan diserap tubuh. Ini disebabkan enzim papain dalam buah pepaya mampu mencerna zat sebanyak 35 kali lebih besar dari ukurannya sendiri. Daya cerna terhadap protein ini mengingatkan kita untuk lebih cermat memilih makanan, Bahwa makanan yang mengandung protein tinggi belum tenti bisa bermanfaat bagi tubuh. Yang penting adalah mudah atau tidaknya protein itu diserap tubuh.
  4. Papain bisa memecah protein menjadi arginin. Senyawa arginin merupakan salah satu asam amino esensial yang dalam kondisi normal tidak bisa diproduksi tubuh dan biasa diperoleh melalui makanan seperti telur dan ragi. Namun bila enzim papain terlibat dalam proses pencerbaan protein, secara alami sebagian protein dapat diubah menjadi arginin. Proses pembentukan arginin dengan papain ini turut mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan manusia yang populer dengan sebutan human growth hormone (HSG), sebab arginin merupakan salah satu sarat wajib dalam pembentukan HGH. Nah, HGH inilah yang membantu meningkatkan kesehatan otot dan mengurangi penumpukan lemak di tubuh. Informasi penting lain, uji laboratorium menunjukkan arginin berfungsi menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.
  5. Papain juga dapat memecah makanan yang mengandung protein hingga terbentuk berbagai senyawa asam amino yang bersifat autointoxicating atau otomatis menghilangkan terbentuknya substansi yang tidak diinginkan akibat pencernaan yang tidak sempurna.
  6. Papain berfungsi membantu pengaturan asam amino dan membantu mengeluarkan racun tubuh. Dengan cara ini sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan.
  7. Pepaya juga dapat mempercepat pencernaan karbohidrat dan lemak. Enzim papain mampu memecah serat-serat daging, sehingga daging lebih mudah dicerna. Tidak heran bila pepaya sering dijadikan bahan pengempuk daging, terutama untuk pembuatan sate atau masakan semur.
  8. Pepaya memiliki sifat antiseptik dan membantu mencegah perkembangbiakan bakteri yang merugikan di dalam usus. Pepaya membantu menormalkan pH usus sehingga keadaan flora usus pun menjadi normal.
  9. Papain terbentuk di seluruh bagian buah, baik kulit, daging buah, maupun bijinya. Jadi sebaiknya pepaya dimanfaatkan secara seutuhnya. Malah, bagi mereka yang mengalami masalah pencernaan, disarankan untuk mengonsumsi buah pepaya beserta bijinya.
  10. Buah yang masih mengkal atau separuh matang memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi dari buah matang. Namun wanita yang ingin memiliki anak atau sedang hamil dilarang mengonsumsinya, karena buah mentah dan mengkal mempunyai efek menggugurkan kandungan. Karena efek yang satu ini, di berbagai negara, seperti Papua Nugini dan Peru, pepaya digunakan sebagai alat kontrasepsi. Saran untuk wanita hamil,

KELAPA GADING

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Cocos nucifera var. eburnea

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta

Classis             Liliopsida

Ordo                Arecales

Familia                        Arecaceae

Genus             Cocos

Spesies           Cocos nucifera

 

Dokumentasi :

Daerah Ngaban Tanggul Angin Sidoarjo, tanggal 26 Februari 2012

Cocos nucifera merupakan tumbuhan asli dari daerah pantai Asia tropika dan Pasifik, tetapi daerah asal utamanya masih menjadi bahan pertimbangan. Fosil-fosil kelapa ditemukan di India dan Selandia Baru. Kemampuan buah yang bersabut tebal dan untuk berkecambah yang lambat dan tetap dapat hidup setelah terapung jauh di laut memastikan penyebaran alami yang luas di Indo-Pasifik jauh sebelum domestikasi dimulai di Malesia. Kelapa yang didomestikasi mempunyai batang yang kuat dan buah yang besar, yang tidak tahan jika terlalu lama terapung di laut karena sabut dan cangkangnya lebih tipis dan perkecambahan yang lebih cepat. Penyebaran awal dari kelapa domestikasi bersamaan dengan migrasi orang-orang Malesia ke Pasifik dan India, yang dimulai sekitar 3000 tahun yang lalu. Pelaut Polinesia, Melayu dan Arab berperan penting dalam menyebarkan kelapa ke Pasifik, Asia dan Afrika Timur. Kelapa menjadi benar-benar pantropis pada abad ke-16 setelah penjelajah Eropa membawanya ke Afrika Barat, Karibia, dan pantai Atlantik dari Amerika tropis.

Habitat            :

Kelapa adalah tanaman daerah tropis yang lembab. Cukup mudah beradaptasi dengan perbedaan suhu dan persediaan air dan masih umum ditemui di daerah dekat batasan zona ekologinya. Kebutuhan sinar matahari tahunan di atas 2000 jam, minimal 120 jam per bulan. Suhu rata-rata optimal pada 27°C dengan rata – rata variasi diurnal 5 – 7°C. Untuk hasil yang baik, suhu rata-rata minimum 20°C. Suhu di bawah 7°C dapat merusak palem muda, tetapi tiap-tiap kultivar tertentu mempunyai toleransi berbeda terhadap suhu renda.

 

Habitus           :

Palem tumbuh di daerah dengan sebaran curah hujan tahunan merata antara 1000 – 2000 mm dan kelembaban relatif tinggi, tetapi masih dapat bertahan pada daerah lebih kering tetapi dengan kelembaban tanah yang memadai. Daun yang semi-serofitik memungkinkan untuk meminimalkan kehilangan air dan tahan kering untuk beberapa bulan. Kelapa tumbuh subur pada berbagai tanah, bila drainase dan aerasinya cukup. Kelapa merupakan halofitik dan toleran pada garam dengan baik. Dapat tumbuh pada berbagai pH tapi tumbuh paling baik pada pH 5.5 – 7. Pada umumnya kelapa ditanam di daerah pada ketinggian di bawah 500 m, tapi dapat tumbuh subur pada ketinggian sampai 1000 m, walaupun suhu rendah akan mempengaruhi pertumbuhan dan hasil.

Akar                :

Sistem perakaran serabut, jumlahnya 2.000 – 4.000 helai/ pohon. Kebanyakan berada di permukaan tanah bisa mencapai 15 m sebagian masuk ke dalam tanah sampai 3,5 m. Terdapat akar adventif di pangkal batang dan bila masuk ke dalam tanah berfungsi sebagai akar biasa. Besar akar kira 21 cm, warna dr putih/  merah muda kmd merah tua. Akar serabut bercabang – cabang dan rambut akar berfungsi sbg penyerap unsur hara.

 

Batang            :

Batang menyilinder, tegak, sering menekuk atau miring, abu-abu muda, menggundul dan mencincin nyata dengan lampang daun yang gugur. Mempunyai satu ttk tumbuh diujung batang. Tinggi bisa 30 m, diameter 20-30 cm. Pertambahan panjang 1,5 m/ tahun untuk  muda  0,5 m untuk dewasa dan 10 – 15 cm untuk yg tua. Dalam 1 tahun rata – rata keluar 12 pelepah daun. Pangkal batang terbentuk , tidak akan membesar lagi. Ujung batang mengandung zat gula disebut umbut merupakan titik tumbuh.

 

Daun               :

Daun berpelepah, tersusun spiral, menyirip, pinak daun melanset – memita, tersusun rapi pada satu bidang. Daun mempunyai panjang 5 – 8 m. berat 10 – 15 kg. Pohon dewasa memiliki 30 – 40 pelepah daun dan jml daun yang terbentuk dan gugur seimbang 14 helai. Pada waktu muda tumbuh tegak semakin tua semakin condong akhirnya terkulai dan berguguran.

 

Bunga :

Pohon palem berumah satu, tidak berduri, tidak bercabang, dengan mahkota daun terminal. Perbungaan ketiak, ketika muda terlihat seperti tongkol dalam seludang, setelah terbuka tersusun membulir dan spiral, masing-masing dengan 200 – 300 bunga jantan dan hanya satu sampai beberapa bunga betina dekat bagian pangkal yang gundul. Bunga jantan 1 – 3 menyatu, melekat, kuning muda, bunga betina soliter, jauh lebih besar dari bunga jantan, membulat saat kuncup, membundar telur saat antesis, Buah berserat, membulat, membundar telur atau menjorong, lembut, hijau, oranye cerah, kuning sampai warna gading bila masak, biasanya mengering sampai coklat-keabu-abuan pada buah tua. Di bagian tengah dari buahnya terdapat lubang besar, sebagian terisi dengan air kelapa yang diabsorbsi semuanya pada 6 bulan setelah panen.

Buah               :

3 – 4 minggu setelah mayang membuka bunga betina mulai tumbuh. 1/2 – 2/3 buah muda gugur, sampai 2 bulan dan buah yang rontok berkurang.

 

 

 

Manfaat          :

  1. Untuk ekstraksi minyak dalam rumah tangga, endokarp segar dari buah yang matang diparut dan diperas dengan air panas; untuk produksi dalam skala industri, endosperma dikeringkan menjadi kopra dan digiling untuk ekstraksi minyak.
  2. Air kelapa terasa manis pada kelapa muda dan saat ini air kelapa telah diawetkan secara komersial tanpa mengubah rasa aslinya. Digunakan juga dalam pembuatan `nata de coco`, yang diproduksi dengan kerja bakteri pada air kelapa atau santan yang diencerkan, telah dikembangkan di Indonesia.
  3. Juga merupakan sumber dari hormon pertumbuhan yang murah bagi hortikultura, seperti Cocogro di Filipina. Endospema yang kenyal, seperti jelly dari kelapa muda sangat enak untuk dimakan langsung atau diparut dan dicampur dengan makanan.
  4. Cangkang kelapa dapat digunakan untuk membuat alat-alat rumah tangga dan pot-pot hias, dan dibuat batubara (cocot untuk aktivasi) atau dipakai untuk bahan bakar.
  5. Sabut hijau menghasilkan serat putih (serat kuning) untuk membuat tali, karpet, keset dan geo-tekstil.
  6. Pengawetan untuk kayu gergajian perlu dilakukan jika akan digunakan untuk konstruksi atau digunakan untuk kebutuhan luar rumah. Kayu kelapa cocok untuk furnitur, alat-alat rumah tangga dan pegangan alat. Akarnya dikenal sebagai anti-piretik dan diuretik. Rebusan akarnya digunakan untuk melawan penyakit kelamin di Peninsular Malaysia sedangkan infusinya dipakai untuk menyembuhkan disentri di Indonesia.
  7. Air dari kelapa muda merupakan diuretik, laksatif, anti-diare dan penetral racun. Minyaknya untuk menyembuhkan penyakit kulit dan gigi dan dicampur dengan obat lain untuk membuat embrocations. Biji dari buah muda dicampur dengan bahan lain dan diusapkan pada perut untuk menyembuhkan diare. Di Indo-Cina, bija diolah sebagai ramuan untuk mengobati bisul pada kulit dan membran cairan hidung. Kelapa juga penting untuk hiasan. Batangnya yang condong dan mahkotanya yang anggun membatasi pantai putih sepanjang laut biru adalah ciri daerah tropis yang menarik para turis. Hibrid dari kultivar kelapa berpotensi untuk memberikan panen lebih dari 6 t/ha kopra per tahun (3.7 ton minyak), tetapi kelapa tidak menjanjikan lagi sebagai tanaman perkebunan untuk jangka panjang. Minyak kelapa bersaing ketat dengan minyak biji palem lainnya, dan keduanya mungkin tergantikan perlahan-lahan oleh minyak lauric dari minyak biji kedelai dan Brassica. Sebaliknya sebagai tanaman perkebunan kecil-kecilan di daerah pantai tropis, kelapa akan tetap penting sebagai bahan berbagai makanan dan produk-produk lain. Kelapa juga merupakan satu-satunya tumbuhan yang dapat tumbuh di ekosistem yang ada seperti di Kepulauan Pasifik. Pasar yang tumbuh cepat untuk produk-produk kesehatan dan ramah lingkungan menawarkan kesempatan baru bagi perdagangan ekspor kelapa. Sehingga perlu dilakukan berbagai penelitian tentang viabilitas ekonomi dari sistem produksinya (seperti penanaman kembali, tumpang sari dan biokontrol terhadap hama dan penyakitnya) dan teknologi-teknologi baru dalam pemrosesannya untuk industri lokal sampai industri diversifikasi produk kelapa untuk pasar internasional.

KELAPA SAWIT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sistematika Elaeis guineensis Jacq.

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta

Classis             Liliopsida
Ordo                Arecales

Familia                        Arecaceae

Genus             Elaeis

Spesies           Elaeis guineensis Jacq.

Dokumentasi :

Daerah Ngaban Tanggul Angin Sidoarjo, tanggal 26 Februari 2012

Habitat            :

Daerah pengembangan tanaman kelapa sawit yang sesuai berada pada 15 °LU-15 °LS. Ketinggian pertanaman kelapa sawit yang ideal berkisar antara 1 – 500 m dpl. Lama penyinaran matahari rata – rata 5 – 7 jam/ hari. Curah hujan tahunan 1.500 – 4.000 mm. Temperatur optimal 24 – 280C. Kecepatan angin 5 – 6 km/ jam untuk membantu proses penyerbukan. Kelembaban optimum yang ideal sekitar 80 – 90%. Kelapa sawit dapat tumbuh pada jenis tanah Podzolik, Latosol, Hidromorfik Kelabu, Alluvial atau Regosol. Nilai pH yang optimum adalah 5,0 – 5,5. Kelapa sawit menghendaki tanah yang gembur, subur, datar, berdrainase baik dan memiliki lapisan solum yang dalam tanpa lapisan padas. Kondisi topografi pertanaman kelapa sawit sebaiknya tidak lebih dari 15o.

 

Habitus           :          

Kelapa sawit berbentuk pohon. Tingginya dapat mencapai 24 meter. Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.

Akar                :

Akar serabut tanaman kelapa sawit mengarah ke bawah dan samping. Selain itu juga terdapat beberapa akar napas yang tumbuh mengarah ke samping atas untuk mendapatkan tambahan aerasi.

 

Batang            :

Batang tanaman kelapa sawit diselimuti bekas pelapah hingga umur 12 tahun. Setelah umur 12 tahun pelapah yang mengering akan terlepas sehingga menjadi mirip dengan tanaman kelapa.

 

Daun               :

Daun kelapa sawit merupakan daun majemuk. Daun berwarna hijau tua dan pelapah berwarna sedikit lebih muda. Penampilannya sangat mirip dengan tanaman salak, hanya saja dengan duri yang tidak terlalu keras dan tajam.

 

Bunga :

Bunga jantan dan betina terpisah dan memiliki waktu pematangan berbeda sehingga sangat jarang terjadi penyerbukan sendiri. Bunga jantan memiliki bentuk lancip dan panjang sementara bunga betina terlihat lebih besar dan mekar.

 

Buah               :

Buah sawit mempunyai warna bervariasi dari hitam, ungu, hingga merah tergantung bibit yang digunakan. Buah bergerombol dalam tandan yang muncul dari tiap pelapah.

Manfaat          :

  1. Bagian yang paling utama untuk diolah dari kelapa sawit adalah buahnya. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi. Minyak sawit juga dapat diolah menjadi bahan baku minyak alkohol, sabun, lilin, dan industri kosmetika.
  2. Sisa pengolahan buah sawit sangat potensial menjadi bahan campuran makanan ternak dan difermentasikan menjadi kompos.
  3. Tandan kosong dapat dimanfaatkan untuk mulsa tanaman kelapa sawit, sebagai bahan baku pembuatan pulp dan pelarut organik, dan tempurung kelapa sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dan pembuatan arang aktif.

Palem Merah

Sistematika Cyrtostachys lakka

Kingdom          Plantae

Divisio             Magnoliophyta

Classis             Liliopsida

Ordo                Arecales

Familia                        Arecaceae

Genus             Crytostachys

Spesies           Cyrtostachys lakka

 

Dokumentasi :

Daerah Kali Metro  Malang, tanggal 7 Maret 2012

Indonesia merupakan pusat keanekaragaman palem dunia. Dare 215 genus palem dunia, ada 49 genus palem yang terdapat di Indonesia, dan 29 genus merupakan palem endemik (Siregar, 2005: 1).

Palem merah disebut sebagai pinang merah dan merupakan tanaman asli Indonesia. Palem merah sekarang menjadi salah satu tumbuhan langka karena eksploitasi besar-besaran di hutan Sumatra dan Malaya. Selain disebut Palem Merah tanaman ini juga dikenal sebagai Pinang Merah dan Pinang Lipstik. Palem merah ini biasanya banyak digunakan sebagai tanaman hias (Rusmiati, 2001: 2).

Deskripsi        :

Dalam pengamatan, palem merah terlihat memiliki tinggi sekitar 2,5 m. palem merah ini tumbuh di halaman rumah perkotaan Malang. Memiliki anak daun yang memajnang seperti pada daun bangun pita. Memiliki batang berwarna merah menyala.

Habitus           :

Palem merah merah memiliki perawakan perdu.

Habitat            :

Palem adalah tanaman hias yang bersifat kosmopolitan, keberadaannya ditemukan di daerah tropis dan subtropis, di dataran rendah dan tinggi, di pegunungan dan di pantai, di tanah yang subur dan gersang (Rahawarin, 2005: 1).

Palem merah disebut sebagai pinang merah dan merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh di hutan rawa dataran rendah sampai 500 m dpl (Witono, 2005: 8).

Tanaman palem adalah tanaman tropis dan subtropis sehingga selama pertumbuhannya diperlukan penyinaran matahari penuh.  Suhu udara yang diperlukan adalah 25 – 33 derajat C, dan masih tumbuh baik di luar kisaran suhu udara tropis tersebut. Tanah yang dikehendaki untuk pertumbuhan Palem Merah adalah tanah gembur dengan pH tanah 6 – 7. Palem memerlukan curah hujan 2000 – 2500 mm/ tahun dengan rata-rata hujan turun 120-140 hari dalam setahun dan kelembaban relatif 80%. Palem dapat tumbuh dengan baik pada tipe tanah yang berpasir, tanah gambut, tanah kapur, dan tanah berbatu. Palem juga dapat tumbuh pada berbagai kemiringan dari tanah datar, tanah berbukit, dan berlereng terjal (Siregar, 2005: 2).

Penyebarannya, Secara alami pinang merah tumbuh di sekitar propinsi Jambi dan Kalimantan Barat, di hutan yang berawa-rawa (Kehati, 2011).

Akar                :

Palem memiliki akar serabut yang pendek dan tumbuh menyebar tidak jauh dari tanaman. Meskipun pendek, akar palem ini mampu menyangga dengan kuatnya batang yang tumbuh tegak (Rustiami, 2000: 3).

Batang            :

Palem merupakan tumbuhan monokotil (berkeping satu) yang berbatang berkayu berumpun, berbentuk lurus, tinggi batang berukuran 6-14 meter. Diameter batangnya ramping tidak terlalu besar dengan anakan tersebar di sekelilingnya (Witono, 2005: 2).

Daun               :

Daun palem merah ini bertulang sejajar (rectinervis)  dengan satu ibu tulang tulang daun di tengah yang besar membujur daun, sedang tulang daun lainnya lebih kecil dan mempunyai arah yang sejajar dengan ibu tulang daunnya. Daging daun seperti  perkamen (perkamenteus), yaitu tipis tapi  kaku. Tepi daun rata dan permukaan daunnya suram (Gembong, 2009: 31).

Susunan daunnya kokoh dan tidak terdapat ujung daun. Mudah mengeluarkan anakan. Warna hijau cemerlang, pelepah daunnya berbentuk seludang dan mempunyai ciri khas berwarna merah dari pangkal pelapah daun hingga keujungnya. Untuk mempertahankan warna merah, palem ini ditanam di tempat yang terik (Kehati, 2011).

Pinang Merah dikenal ada 2 jenis yaitu Cyrtostachys lakka dan Cyrtostachys renda.  Jenis Cyrtostachys lakka mempunyai warna merah lebih jelas dan ukuran buahnya lebih besar dibanding dengan Cyrtostachys renda (Witono, 2005).

Bunga                         :

Bunganya terangkai dalam malai dan menggantung serta tersusun berpasang – pasangan. Satu bunga betina diapit oleh dua bunga jantan. Buahnya berbentuk lonjong, jika masih muda berwarna hijau, dan jika sudah matang berwarna merah atau kuning kecokelatan (Amina, 2011).

 

Manfaat                      :

  1. Tanaman palem merah banyak digunakan sebagai tanaman hias di halaman rumah
  2. Sebagai salah satu tanaman penghasil ekonomi khususnya yaitu di bidang perdagangan tanaman hias

Pandan Bali

 

Sistematika Dracaena draco:

Kingdom          Plantae

Divisio         Spermatophyta

Classis        Liliopsida

Ordo          Asparagales

Familia          Dracaenaceae

Genus         Dracaena

Species       Dracaena draco

Dokumentasi :

Daerah Ngaban Tanggul Angin Sidoarjo, tanggal 26 Februari 2012

Habitat             :

Pandan bali berasal dari Nusa Tenggara Barat (Sumbawa) dan aslinya tumbuh liar di hutan – hutan. Sebagian besar anggotanya merupakan tumbuh di pantai-pantai daerah tropika (Amina, 2011).

Batang             :

Batangnya kokoh, tinggi mencapai 3 meter. Bentuk batangnya bulat. Permukaan batang memperlihatkan berkas – berkas daun. Batangnya memiliki arah tumbuh tegak lurus.

Daun                 :

            Daun pandan bali memiliki bangun daun  pedang (enfiformis) daun agak tebal. Ujung daunnya runcing. Susunan tulang daunnya adalah bertulang sejajar. Memiliki tepi daun yang rata. Daunnya berwarna hijau.  Bangun pedang yaitu penampang melintangnya pipih dan daun amat panjang. Tumbuhan dikatakan memiliki ujung daun runcing yaitu ketika kedua tepi daun di kanan kiri ibu tuilang daun sedikit demi sedikit menuju ke atas dan pertemuanya pada puncak mencapai sudut lancip. Tulang daun sejajar yaitu memiliki satu tulang di tengah yang besar membujur daun, sedang tulang-tulang lainnya lebih kecil dan mengarah sejajar dengan ibu tulang (Gembong, 2009: 40).

Anggota tumbuhan ini dicirikan dengan daun yang memanjang (seperti daun palem atau rumput) dan menjuntai, tajuk membulat dan  seringkali tepinya bergerigi. Daunnya selalu berwarna  hijau (hijau abadi, evergreen)sehingga dijadikan tanaman hias (Kehati, 2011).

Akar                  :

System perakarannya adalah akar tunggang. Akar ini berfungsi untuk menopang batang. Akar tunggang yaitu jika lembaga tumbuh terus-menerus mnadi akar pokok yang bercabang – cabang menadi akar-akar yang lebih kecil (Gembong, 2009: 92).

Manfaat            :

Pandan bali memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu (Amina, 2011):

  1. Sebagai tanaman hias halaman rumah
  2. Bisa berfungsi sebagai buffer atau filter untuk menghadang debu dan polusi. Jadi, sangat cocok ditanam di bagian depan rumah. Selain memiliki nilai estetika, pandan bali juga memiliki manfaat yang baik bagi penghuni rumah (Amina, 2011).

Cemara

 

Sistematika Casuarina excelsa

Kingdom           Plantae

Division           Magnoliophyta

Classis             Magnoliposida

Ordo                Fagalis

Familia                        Casuarinaceae

Genus             Casuarina

                                                                        Species           Casuarina excelsa

Dokumentasi :

Daerah Ngaban Tanggul Angin Sidoarjo, tanggal 26 Februari 2012

Suku cemara – cemaraan  atau Casuarinaceae meliputi sekitar 70 jenis. Sebagian besar suku ini terdapat di Belahan Bumi Selatan, terutama di wilayah tropis, termasuk Indonesia, Malaysia, Australia, dan Kepulauan Pasifik. Dari sekitar 70 jenis tersebut ada beberapa jenis  yang tumbuh di Indonesia (Hariyanto, 2011).

Deskripsi         :

Tumbuhan cemara termasuk dalam klasifikasi tumbuhan berbiji. Tumbuhan berbiji atau Spermatophyta (Yunani, sperma = biji, phyton =  tumbuhan) merupakan kelompok tumbuhan yang memiliki ciri khas, yaitu adanya suatu organ yang berupa biji (Hendalasturi, 2010: 1).

Habitat             :

Sebagian besar suku ini terdapat di Belahan Bumi Selatan, terutama di wilayah tropis, termasuk Indonesia, Malaysia, Australia, dan Kepulauan Pasifik (Hariyanto.2010). Tanaman ini akan tumbuh dengan baik pada tanah yang gembur, dengan panas yang cukup. Biasanya banyak ditanam di lahan pekarangan atau halaman rumah.

Habitus            :

Perawakan cemara adalah pohon. Pohon yaitu tumbuhan yang tiggi besar, batang berkayu dan bercabang jauh dari permukaan tanah (Indriyanto.2009:93).

Bangsa Casuarinales Umumnya berbatang berkayuyang habitusnya menyerupai coniforinae (Gembong.2010:101).

Akar                  :

Sistem perakaran serabut

Batang             :

Tumbuhan bangsa casuanirales biasanya Batang berkayu. Batang berkayu yaitu batang yang biasanya keras dan kuat karena sebagian besar terdiri atas kayu yang padatyang terdapat tumbuhanberperawakan pohon (arbores) dan semak (frutices) pada umumnya (Gembong, 2009: 78).

Batangnya berbentuk bulat (teres). Permukaan batang kasar memperlihatkan adanya  beka – bekas daun penumpu. Arah pertumbuhan batangnya lurus  ke atas. Percabangan condong ke atas (patens).

Percabangan suatu tumbuhan biasanya membentuk sudut tertentu dengan batang pokoknya. Percabangan condong ke atas (patens) yaitu ika cabang dengan batang membentuk sudut kurang lebih 450, misalnya pada pohon cemara (Gembong, 2009: 87).

Daun                 :

Cemara termasuk dalam fagales. Kelompok ordo ini memiliki daun tunggal serta daun penumpu yang lekas runtuh (Gembong, 2010: 104).

Bangun daunnya bangun garis. Daun tunggal (folium simplex) yaitu tumbuhan yang pada tangkai daunnya hanya terdapat satu helaian daun saja (Gembong, 2009: 49).

Bunga              :

Bunga berkelamin tunggal, tersusun dalam bunga majemuk yang menyerupai bunga lada dengan penyerbukan secara anemogami. Hiasan bunga tidak ada. Bunga jantan dengan benangsari yang sama banyaknya dengan daun hiasan bunga, duduknya berhadapan. Bunga betina dengan putik yang terdiri datas 2-6 daun buah, bakal buah tenggelam, beruang 1-6.  (Gembong, 2010: 104).

DAFTAR PUSTAKA

Amina.2011. http://www.amina-love.wordpress.com di akses pada tanggal 7 Maret 2012

Diana, 2011. Floridata Plant. University of Florida Publisher

Haryanto.2010. http://wwww.haryanto.blogspot.com di akses pada tanggal 7 Maret 2012

Hendalastuti,Henri. 2010. Uji pertumbuhan stek CemaraSumatra. Bogor:  Jurnal Penelitian Dan Konserfasi alam Vol  7, No 2

Indriyanto. 2009. Ekologi Hutan. Jakarta: Erlangga

Kehati.2011.http://www.proseanat.org di akses pada tanggal 17 maret 2012

Kemal. 2002. sistem informasi pembangunan desa. Jakarta: MENRISTEK

Mus.2009. http://www.plantamor.com diakses pada tanggal 17 Maret 2012

Nazaruddin dan Syah Angkasa. 1997. Palem Hias. Jakarta: Penebar Swadaya

Rahawarin, Yohanes Yaseph. 2005. Eksplorasi Jenis Palem Di Kawasan Mioswaar Kabupaten Teluk Mondawa Irian aya Barat (Papua).  Manokwari: Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati Universitas Negeri Papua. Biodeversitas, vol 6 No 2

Rusmiati, Himmah. 2001. Tanaman Hias Palem-Paleman. Bogor: prosiding Hari Cinta Puspa Dan Satwa Nasional

Siregar, Edi Batara. 2005. Investasi enisPalem (arecaceae) Pada Kawasan Hutan Daratan Rendah Di Stasiun Penelitian Sikundur (Kawasan Ekosisitam Leuser) Kabupaten  Langkat. Medan:  Fakultas Pertanian Universitas Sumatra  Utara

Tjitrosoepomo, Gembong. 1996. Taksonomi TUmbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: UGM

Tjitrosoepomo, Gembong. 2009. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta; UGM

Tjitrosoepomo, Gembong. 2010. Taksonomi TUmbuhan (Spermatophyta). Yogyakarta: UGM

Witono, Joko Ridho. 2005. Keanekaragaman Palem (Palmae) di Gunung Lumut, Kalimantan Tengah. Bogor: Biodeversitas Vol 6, No 2

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.